Apakah “Argumen Desain” Telah Dipatahkan?

(Berita Mingguan GITS 23 Desember 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, oleh David Cloud, copyright 2011: “Para pembela evolusi mengklaim bahwa ‘argumen desain’ telah dipatakan. Mereka mengutip filsuf-filsuf seperti David Hume yang katanya telah mematahkan ‘argumen pembuat jam,’ yang dipublikasikan dalam buku William Paley yang berjudul Natural Theology, or Evidences of the Existence and Attributes of the Deity Collected from the Appearances of Nature (1802). Argumen Paley yang sederhana dan masuk akal mengatakan bahwa jika anda menemukan sebuah jam tangan di tanah, anda akan segera menyadari bahwa barang ini di-desain dan dihasilkan oleh suatu intelijensi; dengan cara yang sama, ciptaan di mana-mana mendemonstrasikan bukti bahwa ia adalah desain dari intelijensi. Bertentangan dengan klaim sebagian orang, argumen Paley ini belum pernah dijawab dan dipatahkan, dan memang tidak bisa dipatahkan. Dr. Michael Behe mengatakan: ‘Tetapi persisnya di mana, kami bertanya, Paley dipatahkan? Siapa yang menjawab argumennya? Bagaimanakah jam tangan itu bisa dihasilkan tanpa seorang desainer yang intelijen? Mengagetkan tetapi benar bahwa argumen utama dari Paley yang [katanya] telah dipatahkan, ternyata belum pernah dipatahkan. Tidak Darwin, ataupun Dawkins, tidak juga sains ataupun filosofi, telah dapat menjelaskan bagaimana suatu sistem yang kompleks tak ter-reduksi (irreducibly complex), seperti sebuah jam tangan, dapat dihasilkan tanpa seorang desainer. Sebaliknya, argumen Paley telah dialihkan melalui serangan-serangan terhadap contoh-contoh yang ia berikan yang kurang baik, dan diskusi theologi yang tidak berhubungan dengan poin utama. Paley, tentu saja, bisa dipersalahkan karena tidak menyatakan argumen dia secara lebih teliti lagi. Tetapi banyak dari penentang Paley juga harus dipersalahkan karena menolak untuk berurusan dengan poin utama Paley, melainkan berpura-pura tidak tahu untuk mencapai suatu kesimpulan yang dapat mereka terima. … Argumen Paley selama tahun-tahun ini telah dijadikan bahan serangan untuk dijatuhkan. Bukannya berurusan dengan kompleksitas yang riil dari suatu sistem (seperti retina, atau jam tangan), para pembela Darwin puas dengan menyajikan suatu cerita tentang fitur-fitur sampingan’ (Darwin’s Black Box, pasal 10). Argumen tentang desain bahkan telah bertambah kuat sejak zaman Paley, melalui riset mikrobiologi dan penemuan sistem mekanis yang luar biasa yang ada dalam sel hidup. Desain yang sangat jelas dalam penciptaan telah meyakinkan banyak orang, termasuk para ilmuwan, bahwa ada Allah. Pada tahun 1962, pemenang Nobel ahli biologi molekuler, E.C. Komfield, mengatakan: ‘Sementara bekerja di tengah-tengah begitu jelimetnya dan mendetilnya partikel-partikel dalam laboratorium, saya sering terlingkupi oleh suatu perasaan betapa tak terhingganya hikmat Allah … mekanisme manusia yang paling sederhana sekalipun memerlukan seorang perencana dan seorang pembuat; betapa suatu mekanisme yang sepuluh kali lebih kompleks dan mendetil dapat dianggap terjadi dengan sendirinya dan muncul dengan sendirinya, sama sekali tidak masuk pikiran saya’ (‘The Evidence of God in an Expanding Universe,’ Look, 16 Jan. 1962).”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *