Irlandia Memutuskan untuk Menghilangkan Pelarangan Aborsi

(Berita Mingguan GITS 2 Juni 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah referendum, pada pemilih di Irlandia berhasil mengugurkan larangan konstitusional terhadap aborsi, dengan kemenangan mayoritas yang tinggi. Enam puluh enam persen menyetujui pencabutan larangan tersebut. Perdana Menteri Leo Varadkar mengatakan, “Rakyat telah berbicara. Rakyat telah mengatakan bahwa kami menginginkan suatu konstitusi (undang-undang dasar) yang modern untuk suatu negara yang modern, bahwa kami mempercayai wanita dan kami menghargai mereka untuk membuat keputusan yang benar dan pilihan-pilihan yang benar tentang kesehatan mereka” (“Big Win for Abortion Rights in Ireland,” Newsmax, 26 Mei 2018). Faktanya, aborsi bukanlah sekedar suatu masalah “kesehatan.” Dalam kebanyakan kasus, aborsi adalah mengenai kehidupan bayi, bukan kesehatan ibu. Zaman “people’s power” ini telah dinubuatkan dalam Kitab Suci, ketika bangsa-bangsa akan menggoyangkan tinju mereka di hadapan Allah dan KristusNya, dan menyerukan agar “tali-tali” hukumNya yang kudus dihilangkan dari hidup mereka. Allah akan tertawa pada akhirnya ketika Ia menempatkan KristusNya pada takhta dunia ini. “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: ‘Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!’ Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: ‘Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!’ … Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!” (Maz. 2:1-6, 10-12).

This entry was posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *