Jalur Sutra Cina yang Baru

(Berita Mingguan GITS 2 Juni 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Cina telah mengalami perkembangan yang sulit digambarkan dalam beberapa puluh tahun terakhir, dan setiap tahun menghabiskan dana untuk infrastruktur lebih dari Amerika Serikat dan Eropa Barat digabung. Sebagai contoh, 10 tahun lalu, Cina tidak memiliki kereta api kecepatan tinggi, tetapi hari ini Cina memiliki sistem kereta api cepat yang terbesar dan tercepat di dunia. Faktanya, ia memiliki lebih banyak kereta api kecepatan tinggi (12.000 mil) dari sisa dunia lainnya digabungkan, dan sedang bergerak menuju target 24.000 mil pada tahun 2025. Kereta-kereta listrik, dengan kecepatan hingga 350 mph, memiliki berbagai pelayanan di dalamnya. Kereta-kereta ini, dan sistem jalan-jalan layang baru dengan nilai milyaran dolar, menyambungkan kota-kota raksasa Cina yang berjauhan, banyak di antaranya yang baru belum berapa tahun ini berkembang. Cina bermaksud untuk menyambungkan sistem transportasi nasionalnya yang baru dengan lima sistem kereta api internasional yang akan meniru Jalur Sutra di masa dulu (yang diseubt Belt and Road). Sentral keretanya yang baru di Khorgos, Cina barat, dekat Kazakhstan, yang bernilai 2 milyar dolar, sudah menyambung ke kota-kota di Eropa barat, hingga sejauh London. Tempat ini dicanangkan untuk menjadi kota pelabuhan darat terbesat di dunia. Sistem jalan layang lainnya dimaksudkan untuk bersambung ke Eropa melalui rute selatan, menyeberangi India dan Timur Tengah. Dan ada lagi yang lain yang dicanangkan melalui daerah utara, lewat Rusia dan menyeberangi Selat Bering ke Alaska, melalui terowongan bawah laut terpanjang dunia, dan lalu bersambung ke Kanada dan Amerika Serikat. Cina juga sedang merenovasi rute-rute dagang lautnya, termasuk investasi raksasa di sebuah pelabuhan laut dalam, berukuran 10,5 mil persegi, 19 mil lepas laut dari pantai Shanghai. Walaupun baru beberapa tahun lamanya, dan kebanyakan adalah hasil reklamasi dari laut (dengan 460 milyar kubit kaki lumpur diangkat dari dasar laut), Yangshan telah menjadi pelabuhan kontainer tersibuk di dunia, dan sedang dipersiapkan untuk beroperasi secara otonom dengan intelijensi artifisial (AI). Dari sudut pandang Alkitab dan nubuat, apa arti semua ini? Kontrol yang dilakukan pemerintah Cina, dikombinasikan dengan teknologi yang invasif secara sosial, dan antagonisme terhadap kekristenan, adalah persiapan dan sedikit cicipan akan kerajaan Antikristus nantinya. Juga, sistem transportasi Cina yang baru, tidak diragukan akan memfasilitasi pergerakan pasukan pada masa Tribulasi nanti. Para pemimpin Cina memiliki rencana-rencana jangka panjang untuk mengendalikan perdagangan dunia, tetapi waktunya pendek, dan seperti Israel, mereka tanpa sadar sedang mempersiapkan penggenapan nubuat Alkitab dan bangkitnya Manusia Durhaka. “Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur” (Wah. 16:12). (Fakta-fakta dalam artikel ini diambil dari dokumentari Future China 2049 – China on the Move.)

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan, General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *