Mata Trilobite yang Luar Biasa

(Berita Mingguan GITS 18 Agustus 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, David Cloud, copyright 2011: “Trilobite adalah artropoda, yaitu binatang laut bersegmentasi dengan cangkang keras, yang telah punah. Ia pernah eksis dalam sejumlah besar variasi, dengan sekitar lima belas hingga dua puluh ribu spesies yang diketahu, berkisar dari ukuran satu milimeter hingga lebih dari 2 kaki panjangnya. Para evolusionis menempatkan trilobite di tahapan kehidupan yang paling awal, yaitu di lapisan yang mereka sebut lapisan Cambrian. Trilobite-trilobite yang paling awal dikatakan hidup 570 juta tahun yang lalu, dan mahkluk ini diperkirakan telah punah 240 juta tahun yang lalu. Ia dianggap sebagai salah satu makhluk hidup yang khas untuk zaman Paleozoic. Tulisan-tulisan evolusionistik penuh dengan berbagai ulasan tentang trilobite, bagaimana mereka ‘berevolusi,’ ‘termodifikasi,’ ‘mengembangkan mata,’ dan hal-hal lain seperti itu, tetapi tidak ada bukti untuk hal-hal ini. Bukti ilmiah bahwa trilobite berevolusi dari makhluk lain atau bahwa matanya atau organ-organ kompleks yang lain berevolusi, sama sekali tidak ada. Pandangan ini didasarkan semata-mata pada asumsi evolusionistik dan pemikiran yang mengada-ada dan bukan pada bukti yang riil. Perhatikan mata majemuk milik trilobite, yang memberikan sinyal bahwa ia adalah hasil suatu desain yang luar biasa. Clarkson dan Levi-Setti (1975) dari Universitas Chicago, memberikan pembahasan yang baik tentang optik dari lensa mata trilobite. “Ternyata, setiap lensa adalah suatu doublet, yaitu terdiri dari dua lensa, sementara bentuk perbatasan antara kedua lensa itu tidaklah mirip dengan apapun yang dipakai saat ini – baik oleh hewan maupun manusia (Shawver 1974). Tetapi, bentuk lensa dan taut muka dari kelengkungannya hampir sama persis dengan desain-desain yang diterbitkan secara independen oleh Descartes dan Huygens di abad 17. Desain mereka bertujuan untuk menghindari aberasi (kelainan) sferis dan dikenal sebagai lensa aplanatik. Levi-Setti menunjukkan bahwa lensa kedua dalam doublet di mata trilobite itu, sangatlah diperlukan agar sistem lensa bisa bekerja di lingkungan air tempat tinggal trilobite. Jadi, makhluk-makhluk yang hidup di tahapan terdahulu dari kehidupan ini menggunakan desain lensa optimal yang memerlukan prosedur keinsinyuran optisk tingkat tinggi yang dikembangkan hari ini’ (Ian Taylor, In the Minds of Men, hal. 164). Sebagian trilobite memiliki 15.000 lensa per mata, dan semuanya bekerja dalam harmoni yang sempurna untuk memberikan penglihatan yang tajam bagi makhluk yang ‘sederhana’ ini. Terlepas dari klaim evolusi bahwa ‘trilobite mengembangkan salah satu sistem visual paling canggih dalam dunia binatang,’ tidak ada bukti bahwa mata trilobite ataupun mata apapun lainnya, adalah hasil evolusi. Mata ditemukan utuh dalam banyak makhluk hidup yang terfosilisasi, bahkan dari yang dikatakan zaman-zaman terawal dari sejarah fosil, dan mata muncul sudah berkembang sepenuhnya dalah jumlah variasi yang tak terhitung, tanpa adanya bukti sama sekali bahwa satu tipe mata berevolusi menjadi tipe mata lainnya. Membariskan berbagai mata dari yang paling ‘sederhana’ hingga yang lebih ‘kompleks,’ bukanlah bukti evolusi. Deret semacam itu bisa sama kuatnya membuktikan bahwa masing-masing jenis mata didesain oleh Allah untuk makhluk yang sesuai.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

2 Responses to Mata Trilobite yang Luar Biasa

  1. luke says:

    Apakah akan ada artikel khusus mengenai Asian Games 2018?

  2. Dr. Steven says:

    Belum ada nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *