Roti Yehezkiel 4:9

(Berita Mingguan GITS 18 Agustus 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Roti Yehezkiel 4:9 adalah sebuah produk komersial yang “terinspirasi” oleh ayat Alkitab sesuai namanya, yang mengatakan, “Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu. Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari” (Yeh. 4:9). Pembuat roti ini menyatakan, “Kami menemukan bahwa ketika keenam jenis bahan pangan dan kacang-kacangan ini bertumbuh dan lalu digabungkan, hal-hal yang luar biasa terjadi. Suatu protein yang lengkap tercipta, yang hampir sama dengan protein yang ditemukan dalam susu dan telur.” Saya tidak meragukan sedikitpun bahwa Roti Yehezkel 4:9 adalah makanan yang sehat. Roti ini kaya akan protein, vitamin, mineral, serat alami, dan tidak menambahkan gula atau lemak. Masalahnya terletak pada klaim mereka bahwa roti ini roti yang memiliki dasar alkitabiah. Diet yang diperintahkan Allah untuk dimakan Yehezkel, bukanlah untuk kesehatan; tetapi ini adalah diet untuk menghadapi pengepungan. Perhatikan konteksnya: “Dan makananmu yang harus kaumakan akan ditentukan timbangannya, yakni dua puluh syikal satu hari; makanlah itu pada waktu-waktu tertentu. Air minumpun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu-waktu tertentu. Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka. …Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah-gulana 17 dengan maksud, supaya mereka kekurangan makanan dan minuman dan mereka semuanya menjadi gundah-gulana, sehingga mereka hancur di dalam hukumannya” (Yeh. 4:10-12; 16-17). Yehezkiel disuruh untuk menggunakan berbagai biji dan kacang-kacangan untuk membuat rotinya, karena dalam pengepungan Babel akan Yerusalem, orang-orang harus berusaha keras menggunakan apa yang ada pada mereka. Ini adalah diet untuk masa kelaparan. Dua puluh syikal roti adalah sekitar delapan ons, dan seperenam hin air adalah sekitar dua pertiga quarts [Editor: sekitar 600 ml air]. Yeremia, seorang saksi mata, menggambarkan horor dari kelaparan yang terjadi pada pengepungan selama satu setengah tahun tersebut. Orang-orang tua mati kelaparan (Rat. 1:19). Orang-orang menukarkan barang-barang paling berharga mereka demi makanan (Rat. 1:11). Anak-anak pingsan di jalanan (Rat. 2:11-12). Orang-orang kaya mengais-ngais di tumpukan kotoran dan tumpukan sampah, mencari makanan (Rat. 4:5). Manusia menjadi tinggal tulang dan kulit (Rat. 4:8). Rasa nyeri karena lapar sedemikian keras, sehingga orang lebih memilih mati (Rat. 4:9). Ada yang memakan anak mereka sendiri (Rat. 4:10). Jika Roti Yehezkel 4:9 mau dijadikan “makanan yang alkitabiah,” maka harus dimakan tidak lebih dari 8 ons sehari, dan dimasak dengan kotoran manusia! Ada banyak diet gadungan yang mengklaim diri didasarkan pada Alkitab. Ada Diet Allah, Diet Pencipta, Diet Kejadian, Diet Daniel, Diet Eden, Diet Haleluya, Diet Advent Hari Ketujuh, dan lain-lain, tetapi kebenarannya adalah bahwa tidak ada diet yang alkitabiah, selain dari beberapa prinsip sederhana yang didapatkan dari berbagai perikop, yang dibahas secara lebih ekstensif dalam buku The Bible, Diet, and Alternative Health Care [oleh Dr. David Cloud]. Tetapi jika kita memang mencari diet yang ada dalam Alkitab, mengapa tidak diet susu dan madu saja? Empat puluh delapan kali tanah Israel disebut sebagai tanah yang “berlimpah susu dan madunya.” Sepertinya mirip dengan es krim vanilla! (Bercanda guys).

This entry was posted in Kesehatan / Medical. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *