Bertambahnya Informasi

(Berita Mingguan GITS 22 September 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 4 Desember 2017: “Para evolusionis berasumsi bahwa evolusi terjadi dengan meningkatnya informasi genetika. Hal ini, mereka mengklaim, terjadi melalui mutasi, yang menciptakan informasi tambahan. Kita harus menganalisa bagaimana hal ini bisa terjadi. Telah sering dikatakan bahwa penciptaan informasi baru dalam organisme adalah seperti terjadinya suatu ledakan dalam sebuah pabrik percetakan, dan keluarlah hasilnya sebuah kamus. Tetapi para evolusionis berargumen bahwa ini adalah analogi yang tidak adil, karena evolusi seharusnya terjadi setahap demi setahap, bukan dengan cara ledakan. Jadi bagaimanakah satu tahap demi satu tahap itu bekerja? Salah satu evolusionis terkenal di Inggris, muncul dalam sebuah acara anak-anak, dengan sekantong huruf-huruf Scrabble, untuk mempertunjukkan cara kerjanya. Dia membuat anak-anak itu masing-masing mengambil sebuah huruf dari kantong tersebut. Lambat laun, ada tiga huruf berturut-turut yang m uncul yang bisa membuat suatu kata, misalnya C-A-T. ‘Aha!’ dia berseru. ‘Kita mendapatkan kata cat (kucing). Informasi telah muncul secara acak.’ Tetapi huruf C-A-T, hanyalah berarti “kucing” dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia, yang muncul haruslah huruf K-U-C-I-N-G. Jadi, C-A-T hanya mengandung informasi jika sudah ada kemampuan berbahasa untuk membaca informasi itu. Dengan cara yang sama, informasi DNA harus ‘dibaca’ oleh molekul-molekul RNA. Jadi informasi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Bahkan jika informasi baru itu mungkin muncul, proses ini hanya bisa berhasil jika sudah ada metode yang eksis terlebih dahulu, untuk memahami informasi tersebut. Informasi tidak muncul dengan sendirinya. Informasi selalu muncul dari suatu tempat – atau lebih tepatnya dari seorang Pribadi.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *