Protein Penting untuk Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 10 September 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolution’s Myths and Hoaxes, David Cloud, copyright 2011: “Sel-sel tubuh terbuat dari protein-protein (sekitar satu juta protein per sel, terdiri dari ribuan variasi), dan sel-sel dan protein-protein membentuk tubuh. Protein adalah ‘mesin di dalam jaringan makhluk hidup yang membangun struktur dan melaksanakan reaksi-reaksi kimia yang penting untuk kehidupan’ (Michael Behe, Darwin’s Black Box). Otot, kulit, rambut, mata, antibodi, enzim (senyawa yang menghasilkan reaksi kimia esensial seperti memecahkan gula), dan hormon-hormon, semua terbuat dari protein. Pembekuan darah dihasilkan oleh protein fibrinogen dan thrombin. Hemoglobin dalam sel darah merah adalah suatu protein yang memungkinkan oksigen dibawa ke semua bagian tubuh. Protein kolagen dan keratin, yang bersifat elastik dan lebih kuat dari baja, membentuk kulit, rambut, dan kuku, sekaligus juga dukungan struktural di dalam sel itu sendiri. Sel dapat membuat ribuan jenis protein yang berbeda-beda, masing-masingnya sangat kompleks dan didesain untuk fungsi yang spesifik. Sebagai contoh, ada ratusan tipe protein yang menjembatani membran sel, bertugas sebagai gerbang dan transporter. Pertama, DNA (deoxyribonucleic acid) membuat tiga macam RNA (ribonucleic acid). RNA lalu membaca kode DNA yang rumit, mengetahui dengan persis di mana mulainya dan bagaimana menyelesaikan tugas ini, bekerja sama dengan berbagai organ sel untuk membuat protein menurut cetak biru master tersebut. Proses ini sangat kompleks, sulit dijelaskan dengan kata-kata, dan para ilmuwan barulah mulai memahami bagian kecil darinya. Setiap protein terdiri dari serangkaian panjang sekitar 20an asam amino yang berbeda, biasanya ribuan asam amino panjangnya, dan setiap asam amino haruslah pada urutan yang tepat agar protein tersebut berfungsi dengan baik. Setelah protein itu selesai dirangkaikan, ia akan dilipat dan dibentuk secara sempurna dalam pabrik-pabrik sel, dan lalu diantarkan ke tempat yang benar. Pemberian bentuk yang tepat adalah essensial. Protein memerlukan DNA untuk dapat dibentuk, tetapi DNA itu sendiri terbentuk dari protein. ‘Karena DNA dan protein saling tergantung secara intim agar dapat eksis, sulit untuk membayangkan salah satunya berevolusi terlebih dahulu. Tetapi sama tidak mungkinnya kedua-duanya muncul berbarengan dari lautan pre-biotik’ (Carl Zimmer, “How and Where Did Life on Earth Arise?” Science, Vol. 309, 1 Juli 2005, hal. 89).”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *