Seorang Lelaki Menuntut untuk Mengubah Umurnya dari 69 Menjadi 49

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch man, 69, starts legal fight,” The Guardian, 8 Nov. 2018: “Seorang ‘guru pemikiran positif’ berusia 69 tahun di Belanda, yang mengatakan bahwa dia tidak merasa berumur sedemikian tua, telah memulai perjuangan legal untuk membuat dirinya sendiri 20 tahun lebih muda, dengan alasan bahwa dia didiskriminasi di berbagai aplikasi pencarian jodoh. Emile Ratelband memberitahu sebuah pengadilan di Arnhem di Belanda bahwa dia tidak merasa ‘nyaman’ dengan tanggal kelahirannya, dan membandingkan keinginan dia untuk mengubah hal tersebut dengan orang-orang yang mengubah jenis kelamin mereka (transgender). Ratelband mengatakan bahwa karena memiliki umur resmi yang tidak mencerminkan status emosionalnya, dia sekarang kesulitan untuk mencari pekerjaan dan jodoh. Dia meminta agar tanggal kelahirannya diubah dari 11 Maret 1949 menjadi 11 Maret 1969. ‘Ketika saya berusia 69 tahun, saya terbatas. Jika saya berusia 49 tahun, maka saya bisa membeli rumah baru, mengendarai mobil yang berbeda,’ demikian katanya. ‘Saya bisa bekerja lebih. Ketika saya di Tinder dan terpampang bahwa saya 69 tahun, tidak ada yang membalas saya. Ketika saya 49, dengan wajah yang saya miliki, saya ada pada posisi makmur.’ Dokter-dokter telah memberitahu dia bahwa tubuhnya mirip tubuh seorang lelaki usia 45, demikian argumen Ratelband. Dia menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang ‘dewa muda.’” Alkitab mengatakan, “upah dosa ialah maut” (Roma 6:23), dan “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *