Cina: Buah Sulung dari Program Pengawasan Pemerintah Antikristus

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China Mandates Surveillance as Religious Persecution Rises,” suatu wawancara dengan Bob Fu, The Stream, 14 Nov. 2018: “Presiden Xi Jinping menganggap orang-orang Kristen sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap kekuasaannya. Gereja-gereja bawah tanah didaftarkan sebagai salah satu dari ‘lima titik hitam baru’ ancaman keamanan nasional di Cina. Adalah sesuatu yang baru di bawah presiden ini, bahwa gereja-gereja diklasifikasikan sebagai ancaman keamanan nasional. Gereja-gereja yang disetujui pemerintah yang diizinkan eksis saat ini, dibebankan ikatan-ikatan yang unik. Setiap gereja harus memasang kamera pemindai wajah di depan mimbar. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi orang-orang tertentu di jemaat. Banyak golongan orang dilarang untuk masuk ke gereja manapun. Termasuk di antaranya adalah orang-orang muda di bawah 18 tahun, mahasiswa, dokter atau profesional medis, pegawai negeri, anggota militer dan para guru. Jika mereka ditemukan, segera bos mereka atau seorang pejabat pemerintah akan berbicara dengan mereka. Ini membawa dampak yang sangat besar saat ini. Situasi ini benar-benar mulai sejak Presiden Xi Jinping menjabat pada tahun 2012. Dia sekarang dijuluki ‘Kaisar Xi’ karena dia sukses menghilangkan batasan masa jabatan presiden pada bulan Maret tahun ini. Ketika dia naik jabatan, penghancuran masal terhadap tanda-tanda salib dimulai di propinsi Zhejiang. Itu daerah yang dijuluki Yerusalem-nya Cina. …Ini adalah gereja-gereja yang disetujui pemerintah. Gereja-gereja rumah tidak memiliki bangunan khusus ataupun tanda salib. …Pada tanggal 1 Februari tahun ini, sebuah hukum baru berjudul ‘Aturan-Aturan tentang Administrasi Urusan Agama’ mulai berlaku. Situasi secara dramatis menjadi semakin buruk. Kampanye-kampanye pembakaran Alkitab terjadi di seluruh Cina. …Cina barangkali adalah negara polisi dengan metode pengawasan yang paling canggih sedunia. Jauh melebihi apa yang dilakukan AS. Sebagian usaha ini bahkan dibantu oleh perusahaan-perusahaan Amerika yang tamak. …Apple memutuskan untuk menghilangkan semua jaringan pribadi virtual dari Apple Store di seluruh Cina. Mereka memiliki versi Apple iCloud yang terpisah untuk Cina. Katanya sih iCloud versi Cina ini masih bagian dari Apple, menawarkan isi iTunes. Tetapi ia sepenuhnya dikendalikan pemerintah Cina. Cisco dan Google juga mirip. Cina memiliki kamera terbanyak di seluruh dunia, di setiap sudut jalan. Kamera-kamera yang mampu mengenali wajah ini adalah bagian dari sistem pengawasan dinamis mereka. Mereka dapat mengikuti anda ke mana saja. Jika anda mengendarai mobil, mereka dapat dengan cepat melacak nomor plat nada. Jika anda membeli tiket kereta atau bisa, sesudah anda menggesek kartu anda, anda sudah masuk sistem. Saya memperhatikan bahwa Cina memiliki lima kategori orang yang berbahaya. Sekarang Cina juga sedang membangun yang katanya sistem ‘kredit sosial’ terbesar sedunia. Jika anda kena tilang di jalan, satu poin moralitas akan dikurangi dari anda. Jika anda ditemukan dalam sebuah gereja bawah tanah, nilai sosial anda menjadi nol. Anda akan kehilangan hak untuk membeli tiket pesaat. Minggu lalu, saya ada di Korea Selatan, menghadiri sebuah konferensi kepemimpinan gereja rumah. Tetapi 240 dari 300 pemimpin gereja ditahan di airport-airport Cina, termasuk yang di Hong Kong, dan dinyatakan sebagai ancaman keamanan nasional. Mereka bahkan tidak diizinkan masuk ke pesawat ketika mereka melewati Imigrasi.”

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *