Gereja Inggris Menawarkan Seremoni Seperti Baptisan bagi Kaum Transgender

(Berita Mingguan GITS 22 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Church of England,” CNSNews.com, 13 Des. 2018: “Membuktikan bahwa mereka terus berubah untuk mengikuti zaman, Gereja Inggris telah mengumumkan bahwa kini mereka akan menawarkan seremoni-seremoni seperti baptisan kepada orang-orang transgender, yaitu orang-orang yang menyangkali jenis kelamin biologis mereka – misal seorang lelaki yang mengklaim dia seorang wanita – dan mau ‘dibaptis ulang’ dalam identitas jenis kelamin dan nama mereka yang baru. Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah menciptakan kita dalam gambarNya, lelaki dan perempuan, tetapi Gereja Inggris merasa mereka bisa lebih canggih dari Allah. Keputusan untuk menawarkan seremoni “Affirmation of Baptismal Faith” yang baru, diambil oleh Dewan Uskup di Inggris, pada Senin 3 Desember. … Dalam seremoni itu, ‘sang pelayan meletakkan tangannya pada kandidat, menyebut nama mereka, dan berdoa untuk mereka,’ demikian lapor The Telegraph. Affirmation of Baptismal Faith memungkinkan orang-orang untuk ‘memperbaharui komitmen yang telah dibuat pada saat dibaptis dan di muka umum, dan menyediakan ruang bagi orang-orang yang telah mengalami perubahan besar untuk me-re-dedikasikan hidup mereka kepada Yesus Kristus,’ menurut para uskup. Dokumen Bimbingan bagi Affirmasi menyatakan, ‘Bagi seorang yang trans, ketika ia dipanggil secara liturgis oleh sang pelayan untuk pertama kalinya dengan nama pilihan mereka sendiri, itu bisa jadi adalah momen yang penuh kuasa dalam kebaktian.’ Dokumen bimbingan itu juga mengklarifikasi bahwa ‘pendeta diarahkan untuk memanggil para lelaki dengan nama perempuan mereka yang baru, dan para perempuan dengan nama lelaki mereka yang baru,’ demikian lapor LifeSiteNews. …Dr. Paul R. McHugh, mantan kepala psikiatri di RS Johns Hopkins, dan yang kini menjabat sebagai Profesor Distinguished Service di bidang Psikiatri, mengatakan bahwa transgenderisme adalah suatu penyakit mental yang memerlukan penanganan, bahwa perubahan jenis kelamin itu ‘tidak mungkin secara biologis,’ dan bahwa orang-orang yang mempromosikan operasi ganti kelamin sedang membantu dan mempromosikan suatu penyakit mental. ‘Perubahan jenis kelamin secara biologis tidaklah mungkin,’ kata McHugh. ‘Orang-orang yang menjalani operasi ganti kelamin tidak berubah dari lelaki menjadi wanita atau sebaliknya. Melainkan, mereka menjadi lelaki yang kewanita-wanitaan, atau wanita yang kelaki-lakian. Mengklaim bahwa ini adalah perihal hak asasi dan mempromosikan intervensi operasi, pada kenyataannya sama dengan memperparah dan mempromosikan suatu kelainan mental.’”

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *