Pertanyaan Mark Twain tentang Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Menulis dari Vienna tahun 1897, penulis terkenal asal Amerika, Samuel Clemens (Mark Twain), melakukan pengamatan dengan gaya dia yang khas, “Orang Mesir, orang Babilonia, dan orang Persia, telah bangkit, memenuhi bumi dengan suara dan keagungan, lalu memudar ke dalam mimpi dan berlalu; orang-orang Yunani dan Romawi mengikuti setelah itu dan membuat suara-suara yang hebat, dan lalu mereka tidak ada lagi; orang-orang lain telah bangkit dan untuk sejenak waktu mengangkat tinggi obor mereka, tetapi akhirnya padam, dan kini mereka duduk dalam kekelaman, dan telah punah. Orang Yahudi melihat mereka semua, hidup melampaui mereka semua, dan sampai saat ini tetap sebagaimana ia dulu, tanpa tanda-tanda kemerosotan, tanda-tanda keuzuran, atau bagian-bagian yang lemah, tidak ada energi yang menghilang, tidak ada penumpulan pikirannya yang siap dan agresif. Segala sesuatu fana kecuali orang Yahudi; semua kekuatan lain berlalu, tetapi ia tetap ada. Apakah rahasia dari ketidakfanaannya?” (“Concerning the Jews,” Harper’s Magazine, 1899; The Complete Essays of Mark Twain, Doubleday, 1963, hal. 249).

Jawaban dari teka teki ini ada di dalam Alkitab, yang dibaca oleh Twain, namun tidak ia percayai. Rahasia dari “ketidakfanaan” orang Yahudi adalah Allah yang tidak tidak fana dan perjanjian-perjanjianNya yang kekal. “Beginilah firman TUHAN: Jika Aku tidak menetapkan perjanjian-Ku dengan siang dan malam dan aturan langit dan bumi, maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka” (Yer. 33:25-26).

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *