Gereja di Kalifornia Diprotes Karena Memasang Kata-Kata Bahwa Homoseksualitas Adalah Dosa

(Berita Mingguan GITS 19 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “California Church Enrages LGBT Community,” The Stream, 7 Jan. 2019: “Para pemrotes berdemonstrasi melawan sebuah gereja di Kalifornia utara, menuntut agar gembala sidangnya menurunkan sebuah pesan di depan gereja yang mereka percayai adalah kebencian terhadap komunitas LGBT. Pesan yang prominen tersebut, yang dipasang oleh Justin Hoke, gembala sidang dari Gereja Trinity Bible Presbyterian, berbunyi ‘Bruce Jenner adalah seorang laki-laki. Homoseksualitas masih adalah dosa. Budaya bisa berubah. Alkitab tidak berubah.’ Pesan itu membuat para warga LGBT di Siskiyou County menjadi marah, dan mereka berkumpul di luar gereja pada hari Minggu untuk menuntut sang gembala menurunkan pesan itu dan menyimpan kepercayaan seperti itu di dalam tembok-tembok gereja. Namun Hoke berargumen bahwa pesan itu bukanlah kebencian dan bahwa ia mengekspresikan pengajaran Alkitabiah tentang gender dan seksualitas. ‘… sangatlah buruk untuk menyebut pesan ini sebagai penuh kebencian,’ kata Hoke. ‘Tidak ada kebencian sama sekali dalam pesan ini.’ ‘Orang-orang menjadi marah karena kami mengatakan bahwa hal ini salah, sejak dulu sudah salah, dan sekarang masih salah menurut Allah kami,’ tambah Hoke. …Hoke mengatakan, karena adanya berbagai protes, dia berencana untuk mempertahankan pesan itu hingga demonstrasi berhenti. Kalayjian dan para pemimpin protes lainnya menerima tantangan itu, dan berkata bahwa mereka akan protes di luar gereja setiap Minggu sampai sang gembala menurunkan pesan tersebut. FOLLOW-UP: Gembala Hoke mengundurkan diri dari penggembalaan Gereja Trinity Bible Presbyterian setelah anggota-anggota gereja mengancam akan pergi. Dia mengatakan, “Mulai hari ini, saya bukan lagi gembala dari Gereja Trinity Bible Presbyteria. …telah diputuskan demi kepentingan terbaik gereja lokal ini bahwa kami berpisah. Saya mau menambahkan ini, saya tidak mau pergi, saya juga tidak mau mundur, dan saya sebenarnya siap untuk tinggal.” Dia menolak tawaran bantuan finansial, dan berkata bahwa dia tidak mau “menggunakan 5 menit ketenaran ini sebagai kesempatan untuk menarik simpati dan maksud baik orang-orang lain.” Dia menambahkan, “Tuhan telah menyediakan kebutuhan saya. Tolong doakan agar Allah akan membuka lebih banyak lagi pintu bagi saya untuk memberitakan Injil, hanya itu yang saya mau dan perlukan.”

This entry was posted in LGBT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *