Minyak dari Pohon yang Mati dengan Cepat

(Berita Mingguan GITS 2 Februari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 21 Nov. 2017: “Berbagai organisasi perhutanan memiliki masalah besar dengan kumbang-kumbang. Kumbang Mountain Pine menginfestasi banyak pohon konifer di Amerika Serikat Barat. Rupanya, 40 juta acre hutan telah dirusak oleh binatang-binatang ini. Sejenis jamur bisa masuk ke dalam pohon bersama dengan kumbang tersebut, dan jamur ini bisa mengganggu transportasi air dan nutrien. Kumbang tersebut menaruh telurnya di kulit pohon, dan larva kumbang juga dapat menyebabkan pohon tersebut mati. Seolah hal ini belum cukup buruk, perusahaan-perusahaan perhutanan lalu akan kesulitan untuk menghilangkan pohon-pohon ini sebelum mereka menimbulkan kerusakan lebih lanjut karena kebakaran hutan. Namun, kayu dari pohon-pohon ini, kemungkinan akan terpecah dan rusak, dan sering sudah ternodai oleh hadirnya kumbang dan jamur. Para ilmuwan di Universitas Washington telah menemukan suatu solusi yang sangat pintar. Kayu yang rusak itu masih bisa dipakai sebagai bahan bakar. Jadi, Fakultas Ilmu Lingkungan dan Hutan dari Universitas Washington telah menemukan cara untuk memanaskan kayu ini, dan material organik lainnya, dengan suhu yang sangat tinggi, tanpa perlunya oksigen. Perlakuan ini akan menghasilkan sejenis minyak bahan bakar, yang berbentuk cairan coklat tua. Bahan bakar ini telah dipakai di beberapa negara untuk memanaskan bangunan, seperti rumah sakit. Jenis minyak yang berbeda akan memiliki komposisi yang berbeda. Walaupun tidak pasti ada kemiripan yang dekat antara minyak dari kayu ini, dengan minyak petroleum, proses ini minimal mendemonstrasikan bahwa bahan bakar minyak tidak memerlukan jutaan tahun untuk terbentuk. Dengan cara yang sama, minyak petroleum tidak memerlukan jutaan tahun, tetapi dapat terbentuk dalam situasi yang muncul pada waktu Air Bah. Ref: ‘More efficient way to make oil from dead trees,’ ScienceDaily, 2 Mei 2017.

This entry was posted in General (Umum), Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *