Gembala Sidang Pantekosta di Afrika Selatan Memalsukan Kebangkitan

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang Pantekosta di Afrika Selatan telah tertangkap memalsukan suatu kebangkitan (“South Africa funeral firm to sue pastor, for ‘resurrection stunt,’” BBC News, 26 Feb. 2019). Sebuah video tentang Gembala Alph Lukau sedaang membangkitkan seorang lelaki dari kematian, “menjadi viral,” tetapi ternyata, itu adalah suatu hoax. Dalam video tersebut, sang gembala, yang gereja ada di deekat Johannesburg, sedang berdiri di samping seorang lelaki yang terbaring dalam sebuah peti mati, berpura-pura mati. Untuk menambahkan kesan otentik, Lukau memperkenalkan keluarga dan teman-teman dari “orang mati” tersebut. Dia lalu menggerakkan tangannya di atas tubuh orangg mati itu, berhenti secara dramatis, lalu berseru, “Baangkitlah!” Orang tersebut langsung naik duduk, tetapi dengan tatapan mata yang terbelalak, seolah-olah dia kebingungan. Sekelompok direktur rumah duka yang dimanipulasi oleh rekayasa ini menuntut sang gembala. Ini hanyalah peristiwa terbaru dari 100 tahun lebih penipuan, kesesatan, skandal, dan kekacauan yang muncul dari gerakan Pantekosta-Kharismatik. Bermula dari murid-murid sekolah Alkitabnya Charles Parham di Kansas, yang mengklaim berbicara dan menulisa dalam “bahasa lidah” yang mereka klaim adalah bahasa Mandarin, tetapi ternyata bukanlah bahasa apa-apa, dan “paduan suara kudus” Azusa Street yang sebenarnya adalah kekacauan masal. Lihat “Azusa Street and the Birth of Pentecostalism,” www.wayoflife.org/azusa/.

Tuhan Yesus membangkitkan orang mati sebagai tanda bahwa Dia adalah Mesias. Dan Petrus membangkitkan Dorkas dari kematian (Kis. 9:36-42) sebagai “tanda kerasulan” (2 Korintus 12:12). Tidak ada Rasul hari ini; hanya penipu-penipu yang berpura-pura menjadi Rasul. Para Rasul meletakkan dasar dari jemaat-jemaat Perjanjian Baru (Ef. 2:20), menyelesaikan kanon Alkitab, dan pulang kepada Tuhan. Pada saat kedatangan kembali Kristus, mereka akan duduk di atas 12 takhta (hanya 12) menghakimi 12 suku Israel (Luk. 22:30). Kedua belas nama mereka (hanya 12) tertulis di Yerusalem Baru (Wah. 21:14). Kami percaya akan Allah yang melakukan mujizat dan kami telah merasakan mujizat-mujizat selama hampir setengah abad berjalan bersama dengan Dia, tetapi kami tidak percaya akan karunia melakukan tanda dan mujizat untuk hari ini. Dan kami percaya pada kesembuhan sesuai dengan Yakobus 5, tetapi kami tidak percaya dalam karunia penyembuhan hari ini, karena itu berkaitan dengan para Rasul. Walaupun kami telah menghadiri berbagai “KKR kesembuhan” yang dilakukaan oleh berbagai penyembuh Pantekosta yang paling terkenal di zaman ini, kami hanya menyaksikan tidak lain dari kesesatan, kekacauan, dan kepalsuan. Mereka mengklaim hidup dalam kuasa Pentakosta dan memiliki baptisan khusus Roh Kudus dan kuasa rasuli, tetapi mereka tidak bisa menyembuhkan seperti para rasul, mereka tidak bisa membangkitkan orang mati seperti para Rasul, mereka tidak bisa berbicara dalam bahasa-bahasa seperti para Rasul, mereka tidak bisa bernubuat seperti para Rasul, dan mereka tidak memiliki hikmat rohani para Rasul.

This entry was posted in Kharismatik/Pantekosta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *