Pengadilan Israel Membebaskan Kain dan Mempersalahkan Elia

(Berita Mingguan GITS 30 Maret 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah persidangan yang dilangsungkan di Israel, November lalu, Elia ditemukan bersalah atas pembunuhan, sedangkan Kain dibebaskan. Persidangan itu dilakukan di Museum Bible Lands di Yerusalem, di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, dengan tujuan untuk mengaplikasikan standar dan preseden hukum Israel modern kepada perikop-perikop Alkitab. Elia dan Kain dibela oleh pengacara-pengacara top: Elia oleh Avigdor Feldman, dan Kain oleh Zion Amir. Feldman berargumen bahwa Elia harus dibebaskan karena dia bertindak atas nama Allah dan Yudaisme, tetapi Hakim Aylon Infeld memutuskan bahwa “sang tertuduh ditemukan bersalah akan pembunuhan berencana sesuai dengan paragraf 300 dari kode pidana Israel” (“Jerusalem 2018: Biblical Figures on Trial,” Israel Today, Feb. 2019, hal. 4-5). Sementara Kain, pengacaranya berargumen bahwa “teks tidak memberikan indikasi akan suatu rencana sebelumnya untuk melakukan pembunuhan.” Salah satu murid Amir menyatakan bahwa Kain tidak bisa tahu apa efek pembunuhan atas masyrakarat, dan hal ini “cukup untuk suatu pembebasan.” Murid-murid lain berargumen bahwa mungkin Habel juga sama bersalahnya, bahwa dia mengejek Kain karena Allah tidak menerima persembahannya. Ini adalah contoh bagaimana Israel modern menghakimi Firman Allah, bukannya menempatkan diri di bawah otoritas Firman Allah, bagaimana hukum-hukumnya tidak didasarkan pada kebenaran Alkitab, dan bagaimana dia mengikuti pemikiran manusia, bukan Kitab Suci.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *