Sistem Pengenal Wajah Cina Sudah Merupakan Mimpi Buruk Orwellian

(Berita Mingguan GITS 20 April 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Jika Kamu Menyeberang Jalan Sembarangan di Cina,” futurism.com, 30 Maret 2018: “Para warga Shenzhen tidak berani menyeberang jalan selain di tempat penyeberangan. Sejak April 2017, kota ini yang terletak di propinsi Guangdong, Cina, telah menerapkan suatu teknik yang cukup intens untuk menghalangi orang menyeberang jalan sembarangan. Siapapun yang menyeberang jalan tanpa mempedulikan lampu tanda berjalan, akan menemukan wajah, nama, dan sebagian nomor KTP mereka terpampang di layar LED besar di atas perempatan jalan tersebut. Hal ini bisa terjadi karena alat-alat pengenal wajah yang dipasang di seluruh kota tersebut. Jika hal ini terdengar sangat invasif bagi anda, maka ketahuilah bahwa ini belum separuhnya.

Sekarang, Motherboard melaporkan bahwa sebuah perusahaan artificial intelligence di Cina, sedang berpartner dengan para perusahaan telpon, sehingga para pelanggar akan menerima sebuah pesan singkat dengan denda, segera setelah mereka tertangkap. Sistem ini hanyalah salah satu bagian dari mesin surveilans besar-besaran yang sedang dibangun oleh pemerintah Cina dalam beberapa tahun terakhir. Tujuannya sebagian adalah untuk keamanan dan sekuritas publik, tetapi informasi tentang keberadaan dan aktivitas para warga ini juga akan dimasukkan ke dalam sistem kredit sosial Cina. Sistem kredit sosial, yang akan berjalan mulai tahun 2020, dimaksudkan untuk memberi nilai kepada individu sesuai dengan sistem penilaian nasional mengenai seberapa seseorang itu adalah warga negara yang baik.”

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

4 Responses to Sistem Pengenal Wajah Cina Sudah Merupakan Mimpi Buruk Orwellian

  1. luke says:

    Mengapa surveillance massal bukan solusi melawan muslim rasis? (selain dalam konteks China Kekristenan juga ditekan)

    Ngomong2 anda memilih siapa waktu pemilu kemarin?

  2. Dr. Steven says:

    Surveillens massal, jika hanya di ranah publik (artinya tidak surveillens di ranah private, seperti rumah, dll.), sebenarnya tidak terlalu masalah.
    Dan ini mulai banyak dilakukan. Speed camera, CCTV di gedung-gedung, itu semua dampaknya lumayan positif.
    Yang menjadi masalah adalah jika ini dipadukan dengan sistem otoriter (seperti China), yang lalu mau menggunakan sistem ini untuk memaksa penduduk ke suatu arah, suatu social engineering besar-besaran.

    Saya kemarin pilih presiden Jokowi, bagaimana dengan anda?

  3. luke says:

    Saya juga pilih 01

    Kembali ke soal China. Bagaimana dengan pendapat2 orang macam Budiman Soejatmiko yang menyatakan bahwa sebenarnya di sana boleh beragama tapi jangan dipolitisir?

    Sebuah propaganda?

  4. Dr. Steven says:

    Itu propaganda. Tuduhan “dipolitisir” adalah tuduhan catch-all, yang sulit dibuktikan dan sulit dibantah.

    Ini sama dengan “menista agama” yang menjadi senjata yang bisa dipakai kapan dianggap perlu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *