Steven Anderson Dilarang Masuk Negara Lainnya Lagi

(Berita Mingguan GITS 18 Mei 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Steven Anderson telah dilarang untuk memasuki satu negara lain lagi. Kali ini negara tersebut adalah Irlandia. Anderson terjadwal untuk berkhotbah di Dublin pada tanggal 26 Mei, tetapi Kementerian Peradilan menandatangani sebuah perintah penolakan terhadap dia. Ini adalah kali pertama seseorang dilarang masuk dengan menggunakan undang-undang imigrasi tahun 1999, yang mengizinkan penolakan terhadap seseorang “sesuai dengan kepentingan keamanan nasional dan kebijakan publik.” Keputusan ini mengikuti munculnya petisi dari seorang aktivis homoseksual yang mendapatkan lebih dari 14.000 tanda tangan. Anderson ditarget karena pernyataannya bahwa kaum homoseksual harus dibunuh. Setelah penembakan massal yang terjadi di nightclub yang ramai homoseksual di Orlando, Florida, tahun 2016, Anderson berkata, “Kabar baiknya adalah, sekarang telah berkurang 50 orang pedofil di dunia ini, karena orang-orang homo hanyalah sekumpulan pedofil dan orang-orang najis” (“Gay Hating Preacher,” Sunday Express, 16 Sept. 2016). Anderson mengatakan bahwa sangat disayangkan ada orang homo yang hidup melewati penembakan itu. Mengenai selebriti transgender, Bruce (Caitlyn) Jenner, Anderson berkata dalam sebuah khotbah, “Perhatikan saya – saya membenci dia dengan benci yang sempurna. Saya tidak memiliki kasih untuk si Bruce aneh ini. … Orang ini adalah penginjil bagi sodomi dan kenajisan dunia, dan orang-orang berkata, ‘Oh, kita perlu berdoa untuk dia supaya dia menemukan Yesus.’ Saya akan berdoa agar dia mati dan masuk neraka” (Adam Salandra, “Pastor Prays Caitlyn Jenner’s Heart Explodes,” NewNowNex, n.d.). Anderson juga pernah berkhotbah “Mengapa Saya Membenci Barack Obama” dan mengatakan bahwa dia berdoa agar mantan presiden itu mati. Anderson menyebut dirinya seorang Baptis Independen, tetapi dia adalah seorang individu yang sangat kacau pemikirannya dan tidak seharusnya dalam pelayanan. Ketika Yakobus dan Yohanes mau menurunkan api ke atas orang-orang yang menolak Tuhan, Kristus menegor mereka dan mengatakan bahwa mereka memiliki roh yang salah (Luk. 9:54-56). Anderson menyangkal adanya Holocaust, mempercayai bahwa keselamatan tidak menghasilkan bukti, dan menolak iminensi Pengangkatan. Anderson juga telah dilarang atau ditolak untuk memasuki Belanda (2019), Jamaika (2018), Kanada (2017), Afrika Selatan (2016), Botswana (2016), Malawi (2016) dan Inggris (2016).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *