Parade Gay di Yerusalem

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Parade gay tahunan di Yerusalem diadakan pada tanggal 6 Juni, dengan kira-kira 10.000-15.000 peserta. Untuk melawan protes yang dilangsungkan oleh kaum ultra-ortodoks, polisi turun secara masal, dengan seorang petugas setiap 10 sampai 20 meter di samping rute parade dan dengan helikopter dan drone di angkasa. Amir Ohana, Menteri Kehakiman Israel pertama yang homoseksual, dan baru saja diangkat beberapa jam yang lalu oleh Benjamin Netanyahu, ikut serta dalam parade tersebut. Pemerintah kota tersebut menolak permintaan Rabbi Aryeh Stern untuk menghilangkan bendera-bendera pelangi, dan sebaliknya memerintahkan penyitaan terhadap poster-poster protes yang berbunyi, “Ayah dan Ibu = Keluarga. Berani untuk menjadi normal.” Tidak heran bahwa Alkitab menyebut Yerusalem “Sodom” dalam Wahuu 11:8. Sementara itu, di kota kedua terbesar di Israel, parade gay tahunan ke-21 Tel Aviv dijadwalkan untuk berlangsung tanggal 14 Juni, di tengah-tengah sebulan penuh festival homoseksual yang terbesar di dunia. Sekitar 200.000an ribu orang diperkirakan akan berpartisipasi dalam parade tersebut. Hilton Beach di Tel Aviv baru-baru ini dipilih sebagai “salah satu pantai gay terbaik di dunia” (“Pride Comes to Tel Aviv for the 21st Time,” Jerusalem Post, 5 Juni 2019). Pusat komunitas LGBT kota tersebut dibiayai oleh pemerintah, dengan para pekerjanya menerima gaji dari kota. Sangat jelas bahwa kembalinya Israel ke tanahnya pada saat ini, bukanlah penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Baru. “Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji” (Yeh. 36:24-31). Kembalinya mereka pada saat ini adalah untuk tujuan mempersiapkan penggenapan minggu ke-70 Daniel (Daniel 9:27), ketika Israel akan membangun kembali Bait dan membuat perjanjian dengan Antikristus yang akan memimpin kepada kembalinya Kristus sejati Israel, yaitu Yesus, dan pendirian kerajaanNya.

This entry was posted in LGBT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *