Mengenai Anggrek dan Lebah

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 1 Juli 2019: “Coryanthes macrantha, yang biasa dikenal dengan istilah “bucket orchid” (sejenis anggrek), tumbuh di Meksiko dan Amerika Tengah dan Selatan. Bunga-bunga yang cantik namun sederhana ini membentuk semacam ember atau tempat penampungan yang kecil, dan ke dalam tempat ini bunga tersebut meneteskan cairan dengan wangi yang kuat. Bau wangi ini menarik satu-satunya binatang yang dapat mempolinasi bunga tersebut – yaitu lebah anggrek jantan yang indah dan berwarna hijau. Ketika memasuki bunga tersebut, lebah itu jatuh ke dalam perangkap ember tersebut. Tetapi bukanlah tujuan anggrek tersebut untuk membunuh lebah itu. Lebah tersebut akan segera menemukan sebuah pijakan kecil, dan sebuah pintu keluar. Tetapi, bunga itu akan mencengkeram lebah itu, dan menempelkan dua kantong serbuk sari ke punggungnya dengan lem. Ketika lem itu kering, bunga akan melepaskan lebah itu tanpa cidera, dan lebah itu akan melarikan diri. Kantong-kantong serbuk sari itu dan wangi yang khas itu adalah hal-hal yang esensial bagi ritual perkawinan antara lebah jantan dengan lebah wanita betina. Wangi anggrek itulah yang menarik bagi lebah betina. Jika seekor lebah jantan yang telah memiliki kantong serbuk sari di punggungnya masuk ke ember anggrek itu, maka bunga itu hanya akan mencomot kantong-kantong itu dari punggung si lebah, dan segera melepaskan lebah itu. Dengan demikian komplitlah proses polinisasi bunga tersebut yang agak kompleks. Kebanyakan artikel tentang anggrek dan lebah ini mengacu kepada evolusi mereka bersama, yang telah mengakibatkan mereka secara toal saling tergantung satu sama lain. Namun, tidak ada anggrek yang separuh berevolusi yang bisa bertahan hidup. Setangkai anggrek yang pintu keluarnya terlalu besar, akan melepaskan si lebah tanpa serbuk sari, dan jika pintu keluarnya terlalu kecil, maka lebah akan terperangkap hingga ia mati. Bagaimanapun juga, anggrek yang baru setengah berevolusi tidak akan dapat dibuahi. Jadi, yang disebut evolusi itu tidaklah mungkin terjadi. Ref: ‘Bucket Orchid,’ Encyclopedia Britannica.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *