Atlet Angkat Besi Trans-Seksual Dicopot dari Gelar Kejuaraan Wanita

(Berita Mingguan GITS 17 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Female Trans Powerlifter,” Daily Wire, 12 Mei 2019: “Atlet angkat besi, Mary Gregory, yang adalah individu transgender dari lelaki ke perempuan, telah dicopot dari beberapa gelar kejuaraan wanita, setelah Federasi Angkat Besi menentukan bahwa Gregory tidak memenuhi syarat untuk bertanding sebagai seorang wanita. …. pada bulan April, Gregory menciptakan rekor dalam kategori angkat besi squat, bench-press, dan deadlift, untuk wanita, dan telah mendapatkan sebuah “rekor dunia total Masters” karena nilai angkat besi yang dia dapatkan dalam semua kompetisi… Tetapi pada hari Jumat, Federasi Angkat Besi Murni 100% yang sama mengumumkan bahwa Gregory akan dicopot dari gelar-gelar yang sedang dia pegang, karena, sepertinya, dewan federasi tidak menganggap Gregory cukup wanita, lapor Hot Airs. … Presiden federasi, Paul Bossi, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada media. ‘Aturan-aturan kami, dan dasar pembedaan jenis kelamin untuk kompetisi, didasarkan pada klasifikasi fisiologis, bukan identifikasi.’ …Dalam sebuah pemungutan suara yang dilakukan minggu lalu, USA Powerlifting meloloskan kebijakan yang melarang atlet yang sedang transisi (jenis kelamin) untuk bertanding melawan atlet-atlet yang cocok dengan ‘identitas jenis kelamin’ mereka, dengan hasil 46 lawan 5 suara. Dewan menjelaskan kebijakan ini dengan mengacu kepada keuntungan khusus yang dimiliki oleh atlet pria (bahkan yang sedang beralih ke wanita) di atas orang-orang yang secara biologis wanita. ‘Laki-laki secara alami memiliki struktur tulang yang lebih besar, kepadatan tulang yang lebih tinggi, jaringan konektif yang lebih kuat, dan densitas otot yang lebih dibandingkan wanita,’ demikian tulis dewan tersebut. ‘Ciri-ciri ini tidak menghilang bahkan dengan level testosteron yang direndahkan. Sementara MTF (orang yang beralih Male-to-Female) bisa jadi lebih lemah dan memiliki lebih sedikit otot dari diri mereka dulunya, keuntungan biologis yang mereka dapatkan pada waktu lahir masih tersisa, lebih dari seorang wanita,’ Atlet transgender yang bersaing melawan jenis kelamin pilihan mereka telah menjadi topik prominen di dunia olahraga, terutama di dunia olah raga SMA.”

This entry was posted in LGBT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *