Neil Armstrong Bersukacita Berjalan Di Tempat Tuhan Yesus Berjalan

(Berita Mingguan GITS 3 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Neil Armstrong, orang pertama yang berjalan di atas bulan, meninggal pada tahun 2012, pada usia 82 tahun. Seorang astronot, insinyur aerospace, pilot pesawat tempur AL (yang terbang dalam 78 misi tempur di atas Korea Utara), dan seorang profesor di Universitas, Armstrong sudah terkenal sebagai orang yang tidak banyak bicara. Namun, ia mengucapkan beberapa kalimat paling bersejarah. Ketika dia melangkahkan kaki di atas bulan, dia berseru, “Ini satu langkah kecil untuk [seorang] manusia, tetapi satu lompatan raksasa untuk umat manusia.” Dia mengatakan satu hal lagi yang pantas diingat, dan saya diingatkan akan hal ini setiap kali saya mengunjungi Israel. Tidak lama setelah Apollo 11 mendarat di bulan, Armstrong mengunjungi Yerusalem dan ia dipandu oleh arkeolog Meir Ben-Dov, salah seorang arkeolog yang menggali Bukit Bait bagian selatan. Armstrong meminta dia untuk menunjukkan suatu tempat yang diperkirakan pernah Yesus lewati, dan Ben-Dov membawa dia ke Gerbang Huldah dan menunjukkan kepadanya tangga-tangga selatan yang baru saja selesai digali keluar. Armstrong bertanya apakah tangga-tangga ini orisinal, dan Ben-Dov menjawab, “Ya.” Armstrong berkata, “Jadi Yesus pernah melangkah di sini?” dan Ben-Dov sekali lagi mengkonfirmasikannya. Terhadap hal ini, Armstrong berkata, “Saya harus memberitahumu. Saya lebih bersukacita menginjak menginjak batu-batu ini daripada saya menginjak bulan.” Cerita ini adalah bagian dari program pelatihan 2 tahun bagi para guide tour resmi di Israel, dan juga muncul di buku From Beirut to Jerusalem oleh Thomas Friedman.

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *