Program Apollo dan Kaum Bumi Datar

(Berita Mingguan GITS 3 Agustus 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Orang-orang yang percaya bahwa bumi itu datar, belakangan ini pastinya pusing tujuh keliling dengan perayaan 50 tahun misi Apollo 11, yaitu misi pertama pendaratan di bulan, yang terjadi pada tanggal 20 Juli 1969. Program Apollo yang diusung Amerika adalah salah satu pencapaian paling luar biasa dalam sejarah manusia, jika bukan yang paling luar biasa. Nuh membangun sebuah bahtera yang sangat besar untuk menyelamatkan umat manusia dan dunia binatang dari air bah global, dan dia melakukannya tanpa pertolongan puluhan ribu insiyur, tetapi Apollo membawa manusia lepas dari permukaan bumi dan mentranspor mereka ke bulan. Manusia berjalan di bulan! Tidak ada keraguan. Mereka memfoto bola dunia kita. Foto Kelereng Biru (Blue Marble – julukan bumi) yang diambil pada tanggal 7 Desember 1972, oleh kru Apollo 17, bukanlah suatu mitos. Ada 500 saksi mata dari kebangkitan Kristus, suatu alat bukti yang dapat bertahan di dalam pengadilan mana pun yang jujur. Ada 400.000 partisipan dalam program Apollo. Saya adalah teman pribadi salah satu dari mereka. Sejak Apollo, bumi sebagai suatu bola telah difoto tak terhitung banyaknya oleh mesin-mesin luar angkasa, bukan hanya milik Amerika, tetapi juga milik Rusia, Eropa, India, Cina, dan Israel, bukan hanya oleh satelit-satelit yang mengelilingi bumi, tetapi satelit-satelit yang berperjalanan ke tempat-tempat jauh di galaksi kita ini. Sebuah foto dari bola dunia kita ini diambil oleh mesin luar angkasa tata surya (sebuah mesin Tesla dengan warna merah cherry, yang dikendarai oleh boneka Starman) milik SpaceX yang dipimpin Elon Musk pada bulan Februari, dan satu lagi difoto oleh mesin luar angkasa bulan milik Beresheet-nya Israel pada bulan Maret. Selain mengkonfirmasi bahwa bumi kita berupa bola, yang sudah diketahui oleh orang-orang zaman kuno, apa makna dari program luar angkasa modern? Ia membuktikan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dan adalah berbeda dari dunia binatang, persis seperti dikatakan oleh kitab Kejadian. Walaupun manusia ada kemiripan sedikit dengan kera, pada kenyataannya, ia sama sekali berbeda dari kera. Kera dapat belajar untuk memakai tongkat untuk saling memukul satu sama lain, tetapi mereka tidak bisa menciptakan roket. Program luar angkasa modern juga berarti bahwa nubuat Daniel tentang akhir zaman adalah benar, yang mengatakan “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah” (Dan. 12:4). Terakhir, program luar angkasa modern menandakan bahwa “kedatangan Tuhan sudah dekat” (Yak. 5:8)! Walaupun kita tidak tahu hari dan jamnya, kita bisa melihatnya mendekat (Ibr. 10:25). Dengan kasih karunia Tuhan, kita akan terus menantikan dan melayani.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *