Posisi Steven Anderson tentang Homoseksualitas vs Pengajaran Alkitab

(Berita Mingguan GITS 2 November 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Pada waktu terjadi penembakan di sebuah nightclub di Orlando, 2016, Steven Anderson mengatakan “Kabar baiknya adalah bahwa berkurang lagi 50 orang pedofilia di dunia, karena orang-orang homoseksual ini adalah sekumpulan orang aneh najis dan pedofilia” (“Gay Hating Preacher,” Sunday Express, 16 Sept. 2016). Dia berkata bahwa sayang sekali bagi ada sebagian homoseksual di nightclub itu yang berhasil selamat. Tentang selebriti transgender, Bruce (Caitlyn) Jenner, Anderson mengatakan dalam sebuah khotbah, “Dengarkan saya – saya membenci dia dengan kebencian yang sempurna. Saya tidak memiliki kasih terhadap si monster Bruce ini. Saya berharap dia mati hari ini, saya berharap dia mati dan masuk neraka – dia memuakkan, dia kotor, dia reprobat” (Adam Salandra, “Pastor Prays Caitlyn Jenner’s Heart Explodes,” NewNowNex, n.d.). Anderson mengajarkan bahwa tidak ada harapan bagi kaum homoseksual untuk diselamatkan. Dalam video-nya, “Born That Way?” dia mengatakan, “Ya, saya hanya berkata bahwa Alkitab mengajarkan di banyak tempat bahwa bisa saja sudah terlambat bagi seseorang sebelum titik tersebut, jika mereka menolak Kristus cukup banyak kali. Dan saya akan berkata bahwa kaum homoseksual jatuh pada kategori ini.” Dia mengatakan, “Tidak ada orang queer yang diperbolehkan masuk gereja ini. Tidak ada orang homo yang diperbolehkan masuk gereja ini selama saya gembala di sini. Tidak akan pernah!” Ini adalah kegilaan yang tidak alkitabiah. Orang berdosa manapun seharusnya disambut untuk masuk kebaktian gereja sebagai pengunjung, selama mereka tidak menimbulkan kekacauan, karena amanat bagi gereja adalah untuk mengundang semua orang kepada keselamatan dari Allah. Kristus membuat pendamaian bagi seluruh dunia (1 Yoh. 2:2), yang berarti bahwa Dia membuat keselamatan mungkin bagi semua orang, dan Dia memerintahkan agar Injil diberitakan “kepada segala makhluk” (Mar. 16:15), dan segala makhluk artinya segala makhluk! Dalam minggu manapun, bisa saja ada pezinah, homoseksual, orang yang berpoligami, penyembah berhala, pencuri, pembohong, ataupun orang yang mengikuti Iblis masuk ke kebaktian gereja kami. Siapapun bebas untuk mendengarkan pemberitaan Firman Allah. Di sisi lain, untuk masuk keanggotaan gereja, diperlukan keselamatan melalui kelahiran kembali, dan ini perlu dibuktikan. Keanggotaan gereja di Korintus digambarkan sebagai berikut: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan BEBERAPA ORANG DI ANTARA KAMU DEMIKIANLAH DAHULU. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (1 Korintus 6:9-11). Kita melihat di sini bahwa kaum homoseksual dapat diselamatkan dan mengalami hidup yang berubah dalam Yesus Kristus, dan mereka diselamatkan dengan cara yang sama dengan orang berdosa lainnya: dengan bertobat dari dosa mereka melawan Allah dan percaya pada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dengan segenap hati. “Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus” (Kis. 20:21). Namun, Steven Anderson tidak percaya bahwa Alkitab mengharuskan pertobatan, dan ini adalah kesesatan utama dia.

This entry was posted in LGBT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *