Yesus-nya Kanye Tidak Datang untuk Membuat Orang Jahat Jadi Baik

(Berita Mingguan GITS 30 November 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Rapper Kanye West, yang memiliki pengaruh sangat luas, telah mengaku bertobat menjadi seorang Kristen dan sekarang mengkhotbahkan Yesus. West dulunya adalah seorang penghujat yang kotor. Dia pernah tampil sebagai Yesus dengan mahkota duri dalam sampul Rolling Stones pada tahun 2006. Albumnya tahun 2013 diberi berjudul Yeezus, yang adalah pelesetan dari nama kecil West, Yeezy dan nama Yesus. Gambar di sampul tersebut memperlihatkan West sedang dimahkotai sebagai raja oleh malaikat-malaikat. Dalam lagu “I Am a God,” dia nge-rap, “Saya baru saja bicara dengan Yesus, dan dia berkata, ‘Ada apa, Yeezus?’” Kita berharap bahwa orang ini sungguh lahir baru, tetapi maksimum dia saat ini adalah seorang bayi rohani, dan dia telah membuat kesalahan besar dengan cara mempertahankan dirinya dalam sorotan lampu dunia dan mengadakan berbagai kebaktian. Ketika dia mempertimbangkan untuk meninggalkan musik hip hop karena “itu adalah musik Iblis,” dia disuguhi nasihat yang sangat buruk oleh gembala sidangnya, Adam Tyson, bahwa “kamu bisa nge-rap tentang Allah.” Dalam sebuah konser baru-baru ini dengan Kendrick Lamar, Kanye berbincang dengan seseorang yang berkostum seperti Yesus. West mengatakan, ‘Yesus, saya sangat menyesal. Saya dulu adalah seorang yang begitu buruk.” Figur Yesus itu menjawab, “Kanye, tidak tahukah kamu bahwa saya tidak datang untuk membuat orang yang jahat menjadi baik? Saya datang untuk membuat orang yang mati menjadi hidup.” Ini adalah setengah kebenaran, dan sesuatu yang setengah benar itu sangatlah berbahaya. Memang, membuat orang jahat menjadi baik bukanlah jalan keselamatan dari Kristus, namun membuat orang jahat menjadi baik sangat benar adalah tujuan dari keselamatan. Jalan keselamatan adalah dengan menerima hadiah kasih karunia Allah yang cuma-cuma, tanpa pekerjaan, tetapi keselamatan yang gratis yang diterima tersebut lalu akan menghasilkan pekerjaan-pekerjaan baik. Efesus 2:8-10 memperjelas kesalahan yang sering dibuat ini dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan tepat. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan DALAM KRISTUS YESUS UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK, YANG DIPERSIAPKAN ALLAH SEBELUMNYA. IA MAU, SUPAYA KITA HIDUP DI DALAMNYA.” Zaman sekarang ini dicirikan oleh banyaknya pengajar yang mengacaukan kasih karunia Allah dengan kebebasan moral. Ini adalah penggenapan dari nubuat dalam 2 Timotius 4:3-4, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” Rasul Paulus mendefinisikan kasih karunia Allah yang sejati sebagai berikut: “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, YANG TELAH MENYERAHKAN DIRI-NYA BAGI KITA UNTUK MEMBEBASKAN KITA DARI SEGALA KEJAHATAN DAN UNTUK MENGUDUSKAN BAGI DIRI-NYA SUATU UMAT, KEPUNYAAN-NYA SENDIRI, YANG RAJIN BERBUAT BAIK” (Titus 2:11-14). Kanye seharusnya mendengarkan pengajaran Paulus yang diinspirasikan Allah dan menolak setiap suara yang berlawanan dengan itu.

This entry was posted in General (Umum), Keselamatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *