Iminensi Kembalinya Kristus untuk Orang-Orang Kudus Zaman Gereja Mengajarkan Bahwa Pengangkatan Mendahului Minggu Ke-70

(Berita Mingguan GITS 18 Januari 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab menyatakan bahwa kedatangan Tuhan “sudah dekat” (Rom. 13:12; Fil. 4:5; 1 Pet. 4:7). Ini berasal dari kata eggizo, yang berarti “dekat, mendekat.” Frase Inggris “at hand” adalah suatu metafora yang mengindikasikan sesuatu yang dekat, dan siap, seperti tanganmu. Frase ini dipakai untuk menggambarkan lokasi kubur Yesus, yang “tidak jauh letaknya” (KJV: nigh at hand) dari tempat penyalibanNya (Yoh. 19:42). Paulus menggunakannya untuk mengambarkan kematiannya yang dapat terjadi kapan saja, atau iminen (2 Tim. 4:6). Kedatangan kembali Kristus untuk orang-orang kudus zaman gereja selalu dalam posisi “sudah dekat,” dan iminen, dapat terjadi kapan saja. Hal ini mengajarkan kita bahwa Rapture/Pengangkatan yang digambarkan dalam 1 Tesalonika 4 dan 1 Korintus 15, mendahului minggu ke-70 Daniel (Dan. 9:27). Jika pengangkatan terjadi kapanpun selama masa 7 tahun itu, maka ia tidak bisa iminen, karena peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sudah jelas dinyatakan dalam Kitab Suci. Itu bermula dari perjanjian Antikristus selama 7 tahun dengan Israel yang sesat — “Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa.” Selama tiga setengah tahun pertama, Bait ketiga akan dibangun (Wah. 11:1-2), penghakiman-penghakiman awal akaan terjadi sebagaimana dilukiskan dalam Wahyu 6 (peperangan dan kelaparan yang akan membinasakan seperempat populasi bumi, suatu gempa bumi yang besar, tanda-tanda di langit), 144.000 orang penginjil Yahudi akan berkhotbah dan menghasilkan tuaian jiwa-jiwa yang besar di tengah-tengah penganiayaan yang hebat (Wah. 7), dan kedua saksi akan bernubuat di Yerusalem (Wah. 11:3-6). Setelah tiga setengah tahun, Antikristus akan melanggar perjanjiannya dan mendirikan kekejian yang membinasakan di Bait sebagaimana digambarkan oleh Daniel, oleh Tuhan Yesus, dan oleh Paulus. “Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan..” (Dan. 9:27). Lihat juga Matius 24:15 dan 2 Tesalonika 2:3-4. Setelah tiga setengah tahun pertama, kedua saksi akan dibunuh dan sebuah gempa bumi dahsyat akan menghancurkan sepersepuluh dari kota Yerusalem (Wah. 11:7-13). Peristiwa-peristiwa para paruh kedua dari Minggu ke-70 Daniel digambarkan di bagian-bagian lain kitab Wahyu. Termasuk di dalamnya adalah hujan es dan api yang menghancurkan sepertiga pohon dan rumput (Wah. 8:7), sepertiga laut berubah menjadi darah (Wah. 8:8-9), sepertiga air menjadi pahit (Wah. 8:10-11), belalang-belalang yang mengerikan dari jurang maut (Wah. 9:1-11), 200 juta pasukan dari Timur yang mengakibatkan sepertiga umat manusia dibinasakan (Wah. 9:13-21), penyembahan mendunia terhadap Antikristus dan pemerintahannya yang diktatorial (Wah. 13), sungai-sungai dan mata-mata air menjadi darah (Wah. 16:4-6), penghangusan manusia oleh api yang dahsyat (Wah. 16:8-9), kegelapan (Wah. 16:10-11), penghancuran agama Babel Rahasia (Wah. 14:8; 17:16-18), penghancuran Babel komersil (Wah. 18:5-24), Harmagedon (Wah. 16:12-16). Jika Pengangkatan tidak mendahului Minggu ke-70 Daniel, maka ia tidak mungkin sudah dekat, karena harus terjadi dulu peristiwa-peristiwa ini dan waktunya akan diketahui dengan persis sambil peristiwa-peristiwa itu terjadi. Orang-orang kudus zaman gereja menantikan Kristus, bukan Antikristus; kita menantikan Pengharapan yang penuh bahagia, bukan Tribulasi yang sangat berat. “Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang…Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. …Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,” (1 Tes. 1:9-10; 5:4-5, 9).

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *