Rabi Menyela Pidato Netanyahu untuk Menyerukan Pembangunan Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 18 Januari 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Ketika secara berbicara baru-baru ini mengenai pentingnya kehadiran Israel di Yudea dan Samaria, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu disela oleh Rabi Yehuda Glick yang menyerukan pembangunan Bait Ketiga. Dalam Forum Kebijakan Kohelet, pada tanggal 8 Januari lalu, Netanyahu berkata, “Jika Israel tidak hadir di bukit-bukit Yudea dan Samaria, para Islamis akan mengambil alih.” Rabi Yehuda Glick langsung berteriak, ‘Sama dengan Bukit Bait!” (“Rabbi Glick,” Breaking Israel News, 8 Jan. 2020). Glick memberitahu media setelah itu bahwa mereka harus menjaga ide tentang Bait Ketiga terus berkobar. “Kamu harus terus mengatakannya. Kalau kamu tidak mengatakannya, kamu akan melupakannya.” Glick, seorang anggota dari Partai Likud-nya Netanyahu, bertahan hidup setelah melewati percobaan pembunuhan pada tahun 2014, ketika ia ditembak empat kali di bagian dada oleh seorang teroris, yaitu Mutaz Hijazi. Hijazi, seorang anggota dari Islamic Jihad yang pernah dipenjara 11 tahun di Israel, kemudian terbunuh empat hari kemudia dalam suatu baku tembah dengan polisi Israel. Glick adalah penulis dari buku Arise and Ascend, sebuah buku pandu bagi para pengunjung Yahudi ke Bukit Bait. Dia juga terasosiasikan dengan Temple Mount Faithful, yang adalah salah satu organisasi yang mempersiapkan pembangunan Bait berikutnya. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2015, Rabi Yisrael Ariel, kepala dari Temple Institute, mengatakan bahwa semua materi untuk keberlangsungan Bait, “sudah siap dalam kotak-kotak di ruang bawah, supaya ketika kita sampai Yerusalem, akan ada truk-truk untuk menurunkan semuanya, dan kita bisa mulai bekerja,” (“Ariel’s Jerusalem,” Arutz Sheva, 7 Mei 2015). Dalam tradisi Yahudi, pembangunan kembali Bait terhubung dengan kedatangan Mesias. Menurut Moshe ben Maimon (Maimonides atau Rambam) (1135-1204), salah satu otoritas rabinik tertinggi, orang Yahudi dari keluarga Daud manapun yang memulai pembangunan kembali Bait Suci, adalah potensi sang Mesias. Maimonides mencari seorang Mesias yang akan membangun kembali Bait Suci “pada tempatnya yang asli.” Rabi-rabi lain telah memperluas hal ini, sehingga tidaklah diperlukan si pembangun Bait itu dari keturunan Daud. Shimon ben Kosiba dulu dianggap Mesias pada abad kedua ketika dia memimpin pemberontakan untuk merebut kembali Yerusalem dan membangun kembali Bait. Dia diberi gelar Bar Kokhba (Putra Bintang), berdasarkan nubuat tentang Mesias di Bilangan 24:17, dan sebuah koin dibuat dengan gambar Bait dengan tabut perjanjian di dalamnya dan bintang Mesias di atapnya. Melalui tradisi ini, mudah untuk memahami bagaimana Antikristus atau nabi palsunya akan dikira Mesias. Para penuntun tur Israel, walaupun kebanyakan mereka adalah “Yahudi sekuler” yang melawan “agama,” berbicara mengenai Mesias yang akan datang dari bukit Zaitun. Ada satu yang memberitahu kami pada tahun 2019, ‘Kalian orang Kristen mencari Mesias yang akan datang lagi, dan kami mencari Dia untuk datang. Perbedaannya hanya pada satu kata. Kita semua menantikan Dia datang ke bukit Zaitun.” Orang-orang Yahudi di Israel sudah siap untuk menerima seorang Mesias yang datang dari Bukit Zaitun dan menegakkan perdamaian antara Israel dan tetangga-tetangganya, dan mengumumkan pembangunan kembali Bait. Antikristus yang digambarkan dalam nubuat Alkitab cocok dengan itu semua dengan persis. Mungkin dia akan datang ke Yerusalem dari arah Bukit Zaitun untuk menekankan poin ini.

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel. Bookmark the permalink.

2 Responses to Rabi Menyela Pidato Netanyahu untuk Menyerukan Pembangunan Bait Ketiga

  1. Netty Arni, SH - Notaris says:

    Kita semua menunggu datangnya Mesias yakni Al Masiah Isa Putera Maryam yg datang untuk kedua kalinya ke dunia sebagai Imam Agung di Bait Suci Ketiga di puncak Gunung Kudus Yerusalem sebagai ‘Pondok Daud’ maupun ‘Rumah Doa Bagi Segala Bangsa’ …….. Biarlah semua bangsa, suku, kaum dan bahasa datang bersama-sama untuk berdoa di sana dengan berdiri dan bertekuk lutut serta bersembah sujud memohon ampun bertobat kepada TUHAN Allah Abraham – Ishak – Yakub, Allah semesta alam, Allah semua makhluk ……… Kiranya keberkatan-Nya memenuhi langit dan bumi maka hidup di dunia bagaikan hidup di Kerajaan Sorga ………. Amin – Puji Allah – Allah Mahabesar

  2. Dr. Steven says:

    Membangun Bait Suci ketiga bukanlah tugas orang Kristen. Tugas orang Kristen adalah menjadi saksi Yesus ke seluruh dunia, memuridkan dan membaptiskan, artinya mendirikan jemaat-jemaat yang benar di mana-mana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *