Otak Mengecewakan Pemikiran Evolusionistik

(Berita Mingguan GITS 15 Februari 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 14 November 2019: “Menurut pemikiran evolusionistik, manusia berasal dari makhluk mirip kera. Makhluk-makhluk mirip kera ini berasal dari reptil melalui banyak tahapan. Dan seperti itu juga, reptil berasal dari ikan, melalui banyak tahapan. Para evolusionis mengatakan bahwa dengan setiap tahapan besar, lebih banyak bagian ditambahkan kepada otak. Perkembangan paling akhir, dan yang paling hebat, adalah korteks cerebri (bagian korteks dari otak). Menurut teori ini, salah satu bagian paling tua dari otak adalah bagian yang paling dalam. Evolusionis mengklaim bahwa bagian otak ini, yang disebut basal ganglia, berasal dari masa lalu reptil kita. Mereka menggambarkan bagian otak ini sebagai sesuatu yang “primitif,” yang mengontrol hal-hal sederhana seperti pergerakan dan memory spasial. Ini adalah fungsi-fungsi dasar yang dibutuhkan oleh reptil. Tentu saja, pandangan evolusi bahwa basal ganglia itu primitif, tidak pernah diteliti secara ilmiah. Lalu para periset mulai mempelajari cara kerja basal ganglia. Mereka telah menyimpulkan bahwa struktur-struktur mendalam dari otak, yang dikira adalah primitif, ternyata cukup rumit. Faktanya, struktur-struktur yang disebut berasal dari reptil ini, sama kompleksnya dengan korteks cerebri. Struktur-struktur ini menerima masukan dari semua bagian korteks. Dan semua bahan neurokimia yang ditemukan di bagian lain tubuh, juga ditemukan di struktur-struktur ini. Sekali lagi, riset ilmiah tidak menemukan apa yang diharapkan kaum evolusionis. Otak manusia tidak berkembang dengan menambahkan bagian-bagian baru kepada otak reptil. Otak manusia diciptakan khusus untuk manusia. REF.: Miller, Julie Ann. 1985. ‘Deep core of brain gains respect,’ Science News, v. 128, Nov. 9. p. 297.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *