Penilaian Alkitabiah Suatu Gereja

(Berita Mingguan GITS 28 Maret 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Daripada “Berapa banyak anggota yang kalian miliki?” atau “Berapa banyak peserta sekolah minggu?” atau “Berapa banyak orang hadir di kebaktian pagi?” atau “Berapa banyak orang hadir dalam acara special kalian?” atau “Berapa banyak anak muda yang ikut aktivitas?” atau “Berapa banyak anak-anak ikut camp?” atau “Berapa banyak persembahan?” atau “Berapa aset properti gereja?”, pertanyaan yang alkitabiah akan lebih melihat hal-hal berikut: Apakah kita bisa melihat perubahan hidup pada orang-orang berdosa? Berapa persen yang katanya percaya Yesus memberi dibaptis dan lalu bertumbuh dalam Kristus dan melayaniNya? Berapa persen anggota-anggota kita adalah orang-orang yang serius mau belajar Alkitab? Berapa persen yang dengan setia dan antusias menghadiri kebaktian doa? Apakah jemaatmu memiliki kebaktian doa yang sejati, dengan adanya waktu bagi anggota-anggota untuk berkelompok berdoa bersama? Berpa persen dari rumah tangga dan keluarga yang mengejar kekudusan dan memisahkan diri dari dunia? Berapa persen dari keluarga-keluarga kita yang mendidik anak-anak mereka bagi Kristus? Berapa persen dari suami-suami yang adalah pemimpin rohani dari rumah mereka dan menjadi teladan dalam bergaul dengan Tuhan, belajar Alkitab, berdoa, mengasihi jiwa-jiwa, dan pelayaan di gereja? Berapa persen dari istri-istri yang hidup sederhana dan menjadi penjaga rohani di rumah? Berapa persen dari anak-anak muda yang berapi-api untuk Tuhan, artinya berserah penuh pada Kristus dan terpisah dari dunia dari dalam hati mereka, dan menguji teman-teman mereka, musik, dan sosial media mereka dengan standar Firman Tuhan, dan diubahkan oleh pembaharuan budi mereka karena mereka serius mempelajari Alkitab dan mau mencari kehendak Allah yang sempurna sesuai dengan Roma 12? Berapa persen dari anggota-anggota yang aktif mencoba untuk membagikan Injil dan memenangkan orang kepada Kristus sebagai utusan-utusan Allah sebagaimana panggilan mereka? Apakah gereja ini memiliki program yang agresif untuk mencapai orang-orang di komunitas dan lebih jauh lagi dengan Injil? Berapa persen dari jemaat yang ikut berpartisipasi dalam program penginjilan gereja? Apakah gereja ini mempertahankan standar melawan musik dunia dan musik kontemporer? Apakah jemaat diajar dengan baik dalam isu yang penting ini? Apakah jemaat menyaksikan orang-orang dipanggil untuk berkhotbah dan mendidik orang-orang untuk pelayanan? Apakah jemaat ini secara rohani lebih kuat hari ini dibandingkan 10 tahun lalu? Apakah jemaat ini mendirikan jemaat-jemaat baik lainnya? Apakah ia menggandakan diri? Jika ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para pengkhotbah, maka akan muncul tujuan yang berbeda, rencana yang berbeda, program-program yang berbeda, penekanan yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan gereja hari ini. Dan jemaat-jemaat seperti ini mendirikan dasar untuk menghindari kegagalan total yang kita saksikan di mana-mana.

This entry was posted in Gereja. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *