Mahkamah Agung Belanda Membuat Keputusan Bahwa Dokter Boleh Meng-Eutanasia Orang-Orang Tua Tanpa Persetujuan Mereka

(Berita Mingguan GITS 23 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch Supreme Court Rules,” Reformation Charlotte, 6 Mei 2020: “Jika aborsi terhadap bayi-bayi yang tidak mau diaborsi yang masih dalam rahim ibu mereka belum cukup buruk, mengapa tidak sekalian melegalkan aborsi terhadap orang-orang tua yang sakit dementia (pikun), tanpa persetujuan mereka? Dalam sebuah keputusan yang sangat penting bulan yang lalu, Mahkamah Agung Belanda mengatakan bahwa seorang dokter yang melaksanakan euthanasia terhadap seorang pasien yang tua yang sakit dementia, sambil keluarganya secara fisik memegangi dia agar tidak memberontak, tidaklah bertanggung jawab secara moral atas kesalahan apapun. The Guardian melaporkan: ‘Para dokter di Belanda, boleh melakukan euthanasia pada pasien-pasien dengan dementia berat, tanpa takut akan dituntut, bahkan jika pasien tersebut tidak lagi menyatakan keinginan yang jelas untuk mati, demikian keputusan pengadilan tertinggi di negeri tersebut. Keputusan Mahkamah Agung ini melanjutkan sebuah kasus yang penting juga tahun lalu, ketika seorang dokter dinyatakan tidak bersalah karena meng-eutanasia seorang wanita pada tahun 2016 yang menderita Alzheimer yang berat, yang meminta prosedur euthanasia tersebut sebelum kondisi dia memburuk.’”

This entry was posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *