Cina Memaksa Guru Sekolah untuk Menyangkali Iman Kristen

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Teachers Forced to Renounce,” Bitter Winter, 18 Mei 2020: “Setelah presiden Xi Jinping menekankan selama konferensi pendidikan nasional pada tanggal 10 September 2018, bahwa tugas mendasar dari pendidikan adalah untuk mendidik pembangun-pembangun dan penerus-penerus dari sosialisme, tekanan atas guru-guru untuk mengindoktrinasi murid-murid mereka meningkat tajam. Pada bulan Juni tahun lalu, sebuah sekolah dasar di propinsi Heilongjiang di timur laut, mengancam untuk memecat seorang guru setelah mengetahui bahwa guru itu juga berkhotbah di sebuah gereja rumah. Dia disuruh berhenti melakukan itu, atau pemerintah akan menghukum seluruh sekolah itu. Pada bulan Agustus, para otoritas menyelidiki seorang guru TK di Shenyang, ibukota propinsi Liaoning di timur laut, karena dia mengaku sebagai seorang Kristen Protestan. Dia dipaksa untuk mundur dari pekerjaannya. Pada bulan November, Chen Qiufa, sekretaris dari Komite Partai Komunis Cina di Propinsi Liaoning, menuntut untuk menekan ‘pengaruh agama’ pada guru-guru dan murid-murid dalam sebuah pertemuan anggota-anggota partai dan pejabat-pejabat pemerintah propinsi. Pada bulan Desember, dalam sebuah acara pelatihan untuk anggota Partai lokal di kota Anshan, Liaoning, para peserta diharuskan untuk melakukan ‘empat penyelidikan’ – memperhatikan sekolah-sekolah, guru-guru, murid-murid, dan tindakan-tindakan mereka – untuk memastikan bahwa tidak ada anggota Partai Komunis Cina, guru, atau murid, di TK, SD, atau sekolah menengah yang memegang kepercayaan agamawi. Tindakan-tindakan serupa telah diimplementasikan pada akhir tahun lalu di banyak kabupaten dan kota di propinsi Heilongjiang dan Inner Mongolia Autonomous Region. Seorang guru dari propinsi Shandong di timur memberitahu Bitter Winter bahwa pada bulan Juli lalu, departemen-departemen pendidikan lokal melakukan penyelidikan yang menargetkan guru-guru sekolah menengah yang baru masuk. Fokus utama adalah untuk mengetahui apakah mereka memegang kepercayaan agama tertentu dan apakah mereka mendukung Partai Komunis.”

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *