Sampar dan Belalang – Apakah Ini Akhir Dunia?

(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Penyakit sampar berupa coronavirus telah menyebabkan sedikitnya 365.000 kematian di seluruh dunia. Pada waktu yang sama, suatu bencana belalang sedang melahap puluhan ribu hektar tanah pertanian dan peternakan di Etiopia, Kenya, Somalia, Iran, Pakistan, dan India. “Di Kenya, belalang memakan dalam satu hari, jumlah makanan yang biasa dikonsumsi seluruh Kenya dalam dua hari” (“Locusts attack crops,” The Times of India, 26 Mei 2020). “Para pejabat Iran mengatakan bahwa gerombolan belalang yang sekarang ini telah menyerang lebih dari 494.000 acre kebun anggur dan lahan pertanian di tujuh dari 31 propinsi Iran, dan telah mengakibatkan kerugian lebih dari $7 milyar” (Israel Today, 23 Mei 2020). Tetapi ini bukanlah Hari Tuhan. Peperangan dan sampar dan tulah belalang yang akan terjadi pada Hari Tuhan akan membuat masalah-masalah yang muncul hari ini terlihat seperti piknik. Pada awal Hari Tuhan, seperempat populasi dunia akan mati “dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi” (Wahyu 6:8). Saat ini populasi dunia adalah 7,8 milyar, jadi angka kematian akan sekitar 2 MILYAR! Sistem kesehatan global dan sistem emergensi akan sepenuhnya telampaui. Belalang-belalang pada Hari Tuhan yang digambarkan dalam Wahyu 9 bukanlah belalang biasa. Mereka adalah setan-setan. Mereka tidak merusak rumput di bumi, mereka menyerang manusia dengan sengat yang menyiksa, seperti kalajengking, tetapi siksaan itu berlangsung lima bulan, dan akan terasa sedemikian buruk sehingga orang-orang akan “ingin mati, tetapi maut lari dari mereka” (Wahyu 9:5-6). Tidak akan ada vaksinasi. Setelah itu, sepertiga dari sisa populasi dunia akan dibunuh oleh pasukan sejumlah dua juta orang yang berkeliaran menyemburkan api dan belerang (Wah. 9:16-19). Itu berarti 1,7 MILYAR lagi. Dan itu barulah sebagian dari penghakiman yang akan menimpa bumi selama Hari Tuhan. Tuhan Yesus Kristus menggambarkannya sebagai berikut: “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat” (Mat. 24:21-22).

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *