Cina Menghilangkan Kekristenan dari Buku-Buku Klasik

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “In China, Even ‘Robinson Crusoe’ Is Censored,” Bitter Winter, 26 Mei 2019: “Untuk membantu mencapai tujuan menghilangkan semua konten pengajaran yang berisikan hal-hal yang berbau agamawi, Partai Komunis Cina (Chinese Communist Party, CCP) sekarang mengubah buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis internasional yang dibaca oleh murid-murid tingkat SD dan SMP-SMA. Menurut orang tua dari seorang murid di propinsi Hebei di utara, isi dari beberapa buku dihilangkan atau diubah dalam versi baru buku teks bahasa Cina kelas enam, yang diterbitkan oleh People’s Education Press pada Januari 2019. Versi orisinal dari novel Robinson Crusoe, oleh penulis Inggris Daniel Defoe (1660-1731), mengandung perikop berikut ini: ‘juga saya menemuka tiga Alkitab yang masih bagus, […] juga beberapa buku Portugis; dan di antara mereka dua atau tiga buku doa kepausan, dan beberapa buku lainnya, yang semuanya saya amankan dengan baik.’ Dalam versi yang baru dari buku teks tersebut, konten yang berkaitan dengan Alkitab dan buku doa dihapus … Cerita pendek Vanka oleh penulis Rusia, Anton Chekhov (1860-1904), juga telah diubah hingga tidak dapat dikenali lagi. Istilah-istilah agamawi dalam versi orisinal – seperti ‘ikut kebaktian Minggu,’ ‘semoga Allah memberkatimu,’ ‘saya akan berdoa untukmu,’ dan ‘aku mohon padamu demi Kristus,’ telah dihapus, dan ‘demi Tuhan yang baik,’ juga telah diubah menjadi ‘demi kebaikan.’ Kisah The Little Match Girl oleh Hans Christian Anderson (1805-1875) juga telah diubah: perikop ‘ketika suatu bintang jatuh, jiwanya sedang naik kepada Allah,’ diubah menjadi ‘ketika suatu bintang jatuh, seseorang sedang pergi.’

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *