Norwegia Mengkriminalkan “Ujaran Kebencian” Pribadi Melawan Kaum Homoseksual (LGBT)

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Norway’s LGBTQ+ Hate Speech,” National Review, 11 Nov. 2020: “Kita senantiasa mendengar tentang bagaimana katanya terus terjadi peningkatan dalam ‘kejahatan kebencian terhadap LGBTQ+’, dan sama sekali tidak mengherankan, karena definisi apa yang termasuk ‘kejahatan kebencian’ terus menerus diperluas. Contoh paling baru adalah Norwegia, yang baru saja meng-amandemen undang-undang pidana mereka, yang pertama kali disahkan tahun 1981 dulu, untuk mengkriminalkan bahkan ‘komentar-komentar pribadi’ yang dianggap ofensif oleh pemerintah. Reuters melaporkan: ‘Orang-orang yang terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian akan didenda atau dipenjara hingga satu tahun karena komentar-komentar pribadi mereka, dan maksimum tiga tahun dalam penjara untuk komentar publik, menurut hukum pidana tersebut.’ Amandemen ini sebenarnya sama sekali tidak dibutuhkan, karena bahkan menurut Reuters, Norwegia adalah ‘salah satu negara paling liberal di Eropa bagi orang-orang LGBT+.’ Negara tersebut beroperasi sepenuhnya dengan sistem identifikasi diri, dan tidak diperlukan bukti medis apapun untuk mengubah jenis kelamin seseorang secara legal. Ideologi LGBTQ+ sudah masuk menjadi mainstream dalam semua lingkup kehidupan. Masih saja, pada aktivis gender radikal tidak akan beristirahat sampai semua warga sipil dalam hidup pribadi mereka menolak kebenaran biologis dan melepaskan semua keragu-raguan mereka tentang dogma LGBT ini.”

This entry was posted in LGBT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *