Para Ekumenis Memperingatkan tentang Kaum Pre-Tribulation yang “Berbahaya”

(Berita Mingguan GITS 12 Desember 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Evangelicals and Catholics Together and the Rejection of End-Time Christians” oleh Roger Oakland, Light House Trails, 7 Des. 2009: “Sentimen anti Kristen semakin bertumbuh terhadap orang-orang yang percaya akan hari-hari akhir alkitabiah / skenario Kitab Wahyu sebelum kedatangan kembali Kristus. Dalam sebuah artikel tahun 2005, Uskup Mark Hanson dari Evangelical Lutheran Church di Amerika ‘menyerukan agar gereja-gereja Katolik, Ortodoks Timur, Anglikan, dan Lutheran, bersatu untuk memerangi cara memahmi Kitab Suci yang fundamentalis-millenialis-apokaliptis’ [‘Lutheran leader calls for an ecumenical council to address growing biblical fundamentalism,’ Religious News Service, 11 Agus. 2005]. … Hanson percaya bahwa suatu kelompok ekumenis global yang terdiri dari Katolik, Ortodoks Timur, Anglikan, dan Lutheran, adalah jawaban terhadap krisis yang dia saksikan [‘The Church: Called to a Ministry of Reconciliation,’ Lutheran World, Sept. 2005]. Hanson berkata bahwa orang-orang yang mempercayai akhir zaman alkitabiah dan penafsiran Alkitab yang literal, sedang menghambat tujuan Kristus, yang menurut dia adalah untuk menyatukan seluruh ciptaan dan menghasilkan utopia pada planet ini. … Munib Younan, uskup dari Evangelical Lutheran Church di Yerusalem, percaya bahwa orang-orang yang berpegang pada skenario akhir zaman yang apokaliptik (dengan fokus pada Israel), sedang menyebarkan ‘kesesatan.’ … Dia telah meminta agar kaum Lutheran ‘membuat orang-orang Kristen di mana-mana menjadi waspada tentang bahaya ini dan pengajaran palsu ini’ [‘Christian Zionism Is Heresy,’ The Lutheran, Maret 2003]. … Tony Campolo mengatakan bahwa orang-orang Kristen yang berfokus pada skenario akhir zaman telah menjadi penyebab dari konsekuensi-konsekuensi yang ‘sangat merusak.’ …. Brian McLaren menulis, ‘Suatu eskatologi penelantaran, demikianlah saya menggambarkan aliran tertentu dari pendekatan left behind ini, membawa dampak sosial yang merusak. … Proyek apapun yang bertujuan untuk memperbaiki dunia ini secara jangka panjang akan dipandang tidak setia, karena kita diharuskan berasumsi bahwa dunia akan semakin buruk dan buruk ‘ [Interview by Planet Preterist with Brian McLaren, 30 Jan. 2006] … Pada intinya, McLaren mengatakan bahwa jika kamu percaya bahwa Kitab Wahyu dan Matius 24 masih akan terjadi, kamu adalah seorang yang secara psikologis tidak stabil dan tidak memiliki belas kasihan kepada orang-orang yang menderita, tidak peduli terhadap lingkungan atau dunia tempat kita tinggal.”

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *