Telinga Cyclops

(Berita Mingguan GITS 12 Desember 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 27 November 2020: “Semua serangga yang bisa mendengar, kecuali satu jenis serangga, mempunyai dua telinga. Ada serangga yang telinganya ada pada kaki mereka, dada mereka, atau perut mereka. Namun mereka semua mengikuti prinsip yang sama. Telinga mereka terpisah supaya mereka bisa menentukan lokasi sumber suara – kecuali satu serangga. Para ilmuwan selama ini berpikir bahwa belalang sembah adalah serangga yang tuli. 1.700 spesies belalang sembah yang diketahui tidak memiliki struktur yang menyerupai telinga. Barulah setelah proses penelitian dan eksperimen yang mendetil, para ilmuwan akhirnya menemukan bahwa belalang sembah bisa mendengar. Penyelidikan lebih lanjut lagi akhirnya menyingkapkan salah satu cara paling aneh untuk mendengar di dunia binatang. Organ pendengaran belalang sembah sulit untuk disebut telinga. Tidak seperti serangga lainnya, belalang sembah hanya mempunyai satu organ pendengaran, terletak di sebuah cekungan di bawah dadanya. Cekungan yang berbentuk tetes air mata tersebut mempunyai kutikula yang lebih tipis daripada bagian tubuh lainnya. Di bawah kutikula itu ada kantung udara yang relatif besar di kedua sisi cekungan tersebut. Kantung-kantung ini terhubung ke sistem pernafasan serangga ini. Di dekat bagian atas kantung ada saraf yang membawa sensasi suara ke sistem saraf. Para ilmuwan mengatakan bahwa organ pendengaran ini menginderai frekuensi ultrasonik. Ketika para ilmuwan memutar suara mirip kelelawar kepada belalang sembah yang sedang terbang, ia segera melakukan gerakan penghindari untuk meloloskan diri dari kelelawar yang ia kira ia dengar. Sungguh tidak ada batasan pada kreativitas Allah atau kemampuanNya untuk menciptakan apapun yang Ia imajinasikan. Kita harus mengingat hal ini, terutama ketika otoritas manusia tertentu memberitahu kita bahwa Alkitab telah salah dalam suatu hal. Ref: Miller, Julie Ann. 1986. ‘Sensory surprises in platypus, mantis.’ Science News, v. 129. hal. 104.”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *