Perang Amazon Melawan Allah

(Berita Mingguan GITS 27 Maret 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab bernubuat bahwa pada akhir zaman seluruh bumi akan memberontak melawan hukum-hukum Allah dengan cara-cara yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, terutama para penguasa dunia ini. “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” (Maz. 2:1-3). Kita melihat hal ini digenapi di segala tempat, yang menjadi bukti kedekatan kembalinya Kristus. Yang bisa disebut “raja-raja” hari ini termasuk para pemimpin perusahaan-perusahaan raksasa trans-nasional, yang memiliki kekayaan dan kuasa yang belum ada para generasi sebelumnya, dan mereka memang sedang bermufakat untuk melawan TUHAN dan KristusNya dan hukum-hukumNya. Salah satu dari hukum-hukum Allah yang paling mendasar tercatat dalam pasal paling pertama dari Kitab Suci: “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej. 1:27). Agenda LGBT, yang sekarang didukung secara universal oleh perusahaan-perusahaan global dan juga entitas-entitas media sosial yang paling berkuasa, adalah perlawanan yang langsung dan tidak malu-malu terhadap hukum Allah. Pemberontakan ini sudah masuk ke tahap mensensor suara-suara yang bertentangan dengan agenda mereka. Sebagai contoh, tahun ini Amazon melarang buku Ryan Anderson, yang berjudul When Harry Became Sally: Responding to the Transgender Moment, dan melarang iklan untuk buku Abigail Shrier, yang berjudul Irreversible Damage: The Transgender Craze Seducing Our Daughters. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh umat Allah mengenai hal-hal ini secara politik dan judisial, tetapi bukan berarti kita sama sekali tidak punya kekuatan. Doa dapat menghambat rahasia kedurhakaan, yang adalah roh dibalik ketidakberhukuman dan anarki ini, karena Allah sedang bekerja untuk menghambatnya, dan Dia menjawab doa. “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan” (2 Tes. 2:7). Beberapa ayat setelah itu, Paulus meminta jemaat-jemaat unguk berdoa “supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat” (2 Tes. 3:2), dan dia tidak akan mengajarkan doa demikian jika Allah tidak tertarik untuk menjawabnya. Kami meminta orang-orang tebusan Allah untuk berdoa setiap hari untuk melawan agenda antikristusnya Iblis. Pada akhirnya, Allah akan membiarkan rahasia kedurhakaan itu untuk menang selama waktu yang singkat, tetapi itu tidak akan terjadi sebelum Rapture. Mengenai apa yang Allah pikirkan tentang peperangan perusahaan-perusahaan raksasa ini melawan hukum-hukumNya, kita tidak perlu bertanya-tanya. “Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya” (Maz. 2:4-5). Ini mengacu kepada haru Tuhan yang selalu “sudah dekat.”

This entry was posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Doa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *