Berbagai Kesesatan Desmond Tutu

Sumber: www.wayoflife.org

Desmond Tutu, mantan uskup agung Anglikan di Cape Town, Afrika Selatan, yang sudah pensiun, secara luas dipuji pada saat kematiannya pada tanggal 26 Desember, tetapi dia adalah seorang guru palsu yang mengkhotbahkan kristus palsu dan Injil palsu. Alkitab memberitahu kita untuk “untuk menandai mereka yang, bertentangan dengan pengajaran yang telah kalian pelajari, menimbulkan perpecahan dan sandungan” (Roma 16:17, ITR). Ini bukan tindakan yang populer hari ini, dan mungkin dari dulu juga bukan, tetapi waktunya semakin dekat ketika akan menjadi sangat jelas bahwa lebih baik menyenangkan hati Tuhan daripada manusia. Desmond Tutu mempertanyakan kelahiran Yesus Kristus dari perawan. “Beberapa orang berpikir ada yang aneh dengan kelahiran Yesus … Mungkin Yesus adalah anak haram” (Tutu, Cape Times, 24 Oktober 1980 ). Tutu adalah seorang universalis yang percaya bahwa semua manusia memiliki Tuhan. “Roh Kudus tidak terbatas pada Gereja Kristen. Misalnya, Mahatma Gandhi, yang adalah seorang Hindu … Roh Kudus bersinar melalui dia” (Tutu, Katedral St. Alban, Pretoria, Afrika Selatan, 23 November 1978). “Semua orang adalah pembawa-Tuhan, semua adalah saudara dan saudari; semua adalah satu keluarga yang dapat hidup dalam damai. Maka kejahatan akan diatasi dan Tuhan akan berkata: ‘Kalian adalah anak-anakKu. Bantu Aku untuk mewujudkan impianKu’” (Expo 2000, Hanover, Jerman, Ecumenical News International, 15 Juni 2000). “Keluarga Allah tidak memiliki orang luar. … Yesus berkata, ‘Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu’… Saddam Hussein, Osama bin Laden … Gay, lesbian, yang disebut ‘lurus.’ Semua, semua harus dipeluk dalam pelukan cinta yang luar biasa yang tidak akan membiarkan kita pergi” (Tutu, khotbah di All Saints Church, Pasadena, California, 4 November 2005). Seperti semua guru palsu, Tutu memutarbalikkan Kitab Suci keluar dari konteksnya. Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa semua orang dikasihi oleh Allah dan dapat diselamatkan, tetapi juga dengan tegas memperingatkan bahwa tidak ada orang yang dapat diselamatkan tanpa pertobatan dan iman pribadi pada Yesus Kristus dalam Kitab Suci dan pada darah penebusan-Nya. Rasul Paulus memperingatkan, “Tetapi seandainya pun kami atau seorang malaikat dari surga memberitakan kepada kalian injil yang berbeda dari Injil yang telah kami sampaikan kepada kalian, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, dan yang sekarang aku katakan lagi: jika seseorang memberitakan kepada kalian injil yang berbeda dari yang telah kalian terima, terkutuklah dia” (Gal. 1:8-9, ITR). Seperti banyak pemimpin kulit hitam terkemuka yang ditinggikan oleh media arus utama, Tutu adalah seorang rasis. Dia berkata, “Puji Tuhan saya hitam. Orang kulit putih akan harus banyak memberi pertanggungan jawab pada penghakiman terakhir” (Argus, 19 Maret, 1984). Dia mengabaikan sejarah buruk umat manusia, ribuan tahun perang suku yang kejam di Afrika dan di setiap bagian bumi yang dapat dihuni — hitam melawan hitam, putih melawan putih, kuning melawan kuning, coklat melawan coklat, merah melawan merah. Kisah Para Rasul berkata bahwa Allah telah menjadikan semua manusia dari SATU DARAH (Kisah Para Rasul 17:26), dan, “Karena SEMUA orang telah berbuat dosa dan telah gagal mencapai kemuliaan Allah” (Roma 3:23, ITR). Masalah manusia bukanlah masalah kulit, melainkan masalah hati. Hati SEMUA manusia digelapkan oleh dosa, dan keselamatan yang melahirbarukan melalui Injil Yesus Kristus adalah satu-satunya jawaban.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *