Penutupan Online terhadap Kristen di China

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari Morning Star News, 14 Februari 2022 : “Gereja-gereja rumah yang tidak terdaftar yang mengandalkan pertemuan dan pengajaran online untuk bisa bertahan selama pandemi COVID-19 dan penganiayaan, kini menemukan bahwa opsi itu akan dihapus di bawah aturan-aturan yang begitu mencekam yang mulai berlaku pada 1 Maret, kata sumber-sumber. Gereja-gereja, seminari-seminari dan berbagai pelayanan lainnya telah terguncang oleh pengumuman pemerintah pada 20 Desember lalu bahwa semua informasi keagamaan di internet akan dilarang kecuali jika organisasi itu memperoleh izin pemerintah – sebuah pilihan yang tidak terbuka untuk gereja rumah yang tidak terdaftar. Hanya lima organisasi keagamaan yang disetujui pemerintah yang dapat mengajukan izin tersebut: Gerakan Tiga Patriotik Mandiri (TSPM, atau Three-Self-Patriotic Movement, mewakili gereja-gereja Protestan yang diakui secara resmi), Asosiasi Katolik Patriotik Tiongkok dan organisasi-organisasi yang diakui secara resmi dari Buddhisme, Islam dan Taoisme. … Mulai 1 Maret, semua informasi yang berkaitan dengan agama di semua platform media sosial dan media independen harus memiliki izin dari pemerintah, kata China Aid. Jika ada konten keagamaan di internet – semua kata, gambar, dan video – yang tidak disetujui oleh pihak berwenang, penyedia layanan internet bersama dengan departemen agama dan departemen keamanan publik harus menghentikan layanan internet mereka, menurut kelompok tersebut. “Jika seseorang atau organisasi memposting acara keagamaan tanpa izin atau izin resmi, mereka akan dikategorikan sebagai orang tanpa nilai kredit sosial,” catat China Aid. Huang menulis bahwa aturan tersebut dikeluarkan oleh departemen Dewan Negara dan bertentangan dengan undang-undang badan yang lebih tinggi seperti Kongres Rakyat Nasional. … Langkah-langkah tersebut memerlukan ‘Lisensi Layanan Informasi Keagamaan Internet,’ yang hanya dapat diperoleh oleh organisasi-organisasi yang tergabung dalam lima agama resmi, menurut Bitter Winter. Organisasi-organisasi yang diakui secara resmi tunduk pada pengawasan dan pembatasan, demikian dia nyatakan.

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.