Penembakan Massal di Sekolah-Sekolah Amerika

Oleh: David Cloud

Penembakan massal di sekolah Amerika yang paling baru terjadi terjadi pada 24 Mei 2022, ketika Salvador Ramos, seorang remaja berusia 18 tahun, membunuh 19 siswa sekolah dasar dan dua guru di Uvalde, Texas. Meskipun ada insiden kekerasan senjata yang terisolasi di sekolah-sekolah umum Amerika sebelum tahun 1960-an, tidak ada pembunuhan massal. Yang pertama terjadi adalah pada Agustus 1966, ketika Charles Whitman yang berusia 25 tahun membunuh 16 orang dan melukai 31 lainnya di Universitas Texas-Austin. Sejak itu, telah terjadi 13 kali atau lebih penembakan massal di sekolah-sekolah, tergantung cara penghitungannya (β€œ13 Penembakan Sekolah Massal,” 26 Mei 2022, Reason.com). Misalnya, pada April 1999, Eric Harris dan Dylan Klebold yang berusia 18 tahun membunuh 12 siswa dan seorang guru di Columbine High School dekat Denver, lalu bunuh diri. Pada Maret 2005, Jeffrey Weise yang berusia 16 tahun membunuh tujuh siswa dan staf di Red Lake High School di Minnesota. Pada April 2007, Seung-Hui Cho yang berusia 23 tahun membunuh 32 mahasiswa dan fakultas di Virginia Tech. Setelah setiap peristiwa yang sangat dipublikasikan ini, undang-undang baru telah diusulkan, tetapi sebagian besar itu adalah hal-hal spontan yang tidak membahas masalah mendasar. (Menempatkan lebih banyak senjata ke tangan orang yang tepat akan memberikan perlindungan yang lebih baik.) Amerika sejak dulu sudah memiliki budaya senjata, tetapi Amerika tidak selalu rawan kekerasan seperti saat ini. Persentase yang lebih besar dari penduduk Amerika memiliki senjata pada paruh pertama abad ke-20 dan persentase yang lebih besar memiliki pengalaman militer dan bela diri lainnya, tetapi tidak ada penembakan massal di sekolah. Hal yang berubah adalah karakter moral Amerika dan budaya yang berlaku.

Kami akan mendaftarkan tiga hal fondasi yang mendasari perubahan ini. Yang pertama adalah kemurtadan gereja-gereja Amerika. Abad ke-20 menyaksikan penurunan besar dalam karakter gereja-gereja Injili Protestan dan Baptis. Ada penghilangan besar-besaran dari hal-hal dasar seperti keanggotaan jemaat yang lahir baru, khotbah yang terus terang, disiplin gereja, separasi dan gaya hidup musafir, ayah sebagai kepala rohani rumah tangga dan pengawas pendidikan anak-anak, dan ibu sebagai penjaga rumah. Suasana pesta yang ringan menggantikan suasana suci. Gereja-gereja berjalan seirama dengan dunia. Hal fondasi kedua adalah bangkitnya budaya pop dan industri hiburan yang keji dan melawan Kristus. Budaya anak-anak muda yang digerakkan oleh musik mmeluncur masuk pada tahun 1950-an (didahului oleh budaya jazz yang lebih kecil) dan meledak dalam pengaruh pada tahun 1960-an. Dengan tema yang berpusat pada diri sendiri: β€œIni hidupmu; lakukan apa yang kamu inginkan,” budaya ini adalah pemberontakan terbuka kepada Tuhan dan hukum-hukum suci-Nya dan merupakan resep untuk bencana moral. Budaya pop dan industri hiburan telah tumbuh semakin korup dan rawan kekerasan setiap dekade, dan internet, handphone, dan media sosial telah memperkuat pengaruhnya. Hal fondasi ketiga adalah korupsi filosofis dari sistem sekolah umum. Ini dimulai pada pergantian abad ke-20 dan menyebar perlahan, dan semakin bertumbuh secara dramatis seiring dengan berjalannya waktu menuju pertengahan abad. Titik balik utama adalah penggantian kepercayaan akan penciptaan dunia dengan evolusi dan penolakan pandangan alkitabiah tentang Tuhan dan manusia dan moral absolut. Hasilnya telah terbukti untuk dilihat semua orang. Perbedaan moral antara Amerika tempat saya dilahirkan pada tahun 1949 dan Amerika yang ada saat ini sangat menakjubkan. Penembakan massal di sekolah hanyalah salah satu elemen kecil. Dua hal teratas yang akan membawa perubahan moral yang nyata ke Amerika adalah ini: Hal pertama adalah kebangunan rohani di gereja-gereja yang percaya Alkitab. Gereja-gereja memegang kunci untuk ini jika mereka bersedia membayar harganya. Para gembala harus berhenti mengikuti dan mulai memimpin. Hal kedua yang dapat membawa perubahan moral yang nyata di Amerika adalah pembongkaran sistem pendidikan publik, termasuk perguruan tinggi dan universitas yang didukung pemerintah. Paling tidak, semua umat tebusan Tuhan harus berhenti mendukung sekolah umum yang menentang Tuhan.

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.