Caltech Menemukan Peran Luar Biasa untuk “DNA Sampah”

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari “Caltech Finds,” Evolution News, 3 Desember 2021: “Para ilmuwan di Caltech mungkin telah membunyikan lonceng kematian terakhir untuk mitos ‘DNA sampah’. … ENCODE, pembaca kiranya mengingat, menemukan bahwa 80 persen genom manusia ditranskripsikan, meskipun hanya sebagian kecil yang berfungsi untuk mengkode protein. Fungsi dari wilayah yang tidak mengkodekan protein (wilayah non-coding) itu selama ini hanya diduga-duga saja. Sekarang, jendela mulai terbuka pada organisasi yang mencakup semua transkripsi RNA pada wilayah non-coding itu, yang benar-benar mencengangkan pikiran tentang apa yang terjadi di dalam inti sel. Menggunakan alat survei baru yang mereka sebut RD-SPRITE, para peneliti Caltech, bekerja sama dengan pihak lain di USC dan UCLA, memetakan organisasi spasial semua DNA dan RNA di dalam nukleus. … ‘Peta-peta ini mengungkapkan struktur RNA-kromatin tingkat tinggi yang terkait dengan tiga kelas utama fungsi nukleus: pemrosesan RNA, perakitan heterokromatin, dan regulasi gen. Data-data ini menunjukkan bahwa ratusan ncRNA membentuk wilayah konsentrasi tinggi di seluruh nukleus, bahwa RNA-RNA spesifik diperlukan untuk merekrut berbagai regulator ke wilayah ini, dan bahwa RNA-RNA ini dapat mempengaruhi kontak DNA jarak jauh, perakitan heterokromatin, dan ekspresi gen…’ Sebuah gambaran baru mulai muncul tentang organisasi hierarkis dalam inti seel. Tidak lagi terlihat seperti spageti dalam bola basket. Sebaliknya, ada wilayah-wilayah dan kompartemen di seluruh interior. … Di wilahay-wilayah yang baru diidentifikasi, ditemukan ncRNA (RNA noncoding, tidak ditujukan untuk protein) — ribuan dari mereka — yang melakukan pekerjaan penting: membimbing regulator ke wilayah yang tepat di mana ‘fungsi nukleus penting’ perlu dilakukan. … Peran transkripsi-transkripsi ini, yang sebelumnya dianggap tidak berguna, telah meningkat menjadi pemain penting. Betapa perubahan haluan yang menakjubkan! Kesimpulan dari makalah Caltech ini, yang tidak pernah menyebutkan evolusi, tampaknya mematok mati konsep adanya DNA sampah, sambil juga menambahkan kekaguman baru pada cara kerja di dalam nukleus. … Ini adalah penelitian yang patut untuk diingat. Ini menunjukkan secara kilas balik, keberhasilan perspektif ID [Intelligent Design] melebihi perspektif evolusioner. Pemikiran evolusioner telah mengesampingkan RNA-RNA non-coding ini sebagai sampah. Pemikiran ID akan mendekati topik yang tidak diketahui dengan premis, ‘Jika sesuatu berjalan lancar, pastilah tidak terjadi secara kebetulan.’”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *