Hakim Membuat Keputusan yang Memihak pada Pasangan Kristen yang Dipenjarakan di Iran

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini kutipan dari “Keputusan yang Tidak Biasa Membebaskan Pasangan Orang Kristen,” Morning Star News, 17 Mei 2023: “Otoritas Iran membebaskan dua pemimpin Kristen dari penjara minggu lalu setelah seorang hakim bertindak bertentangan dengan praktik peradilan umum di negara itu dan memutuskan bahwa berpartisipasi dalam gereja di rumah tidak ilegal, kata sumber. Membuang vonis tahun 2020, seorang hakim di Cabang 34 Pengadilan Banding di Teheran pada 9 Mei menemukan tidak ada bukti bahwa pasangan tersebut telah melanggar undang-undang keamanan nasional Iran dengan berpartisipasi dalam pertemuan rumah, menurut kelompok advokasi Pasal 18. Homayoun Zhaveh, 64, dan istri Sara Ahmadi, 45, keduanya mualaf, dibebaskan hari itu juga. Dalam putusannya, hakim menemukan bahwa menjadi bagian dari atau berpartisipasi dalam ‘kelompok rumah’ dengan orang-orang yang seiman tidak ilegal tetapi ‘wajar’.

Keputusan yang membebaskan itu membatalkan keputusan pengadilan pada November 2020, yang menentukan bahwa Ahmadi yang dituduh sebagai pemimpin gereja rumah, dijatuhi hukuman total 11 tahun penjara karena ‘mendirikan atau memimpin sebuah organisasi yang bertujuan untuk mengganggu keamanan nasional’ dan ‘keanggotaan dalam organisasi yang bertujuan untuk mengganggu keamanan nasional.’

Iran berada pada peringkat kedelapan dalam daftar watchlist dunia 2023 (WWL – World Watchlist) yang dibuat oleh organisasi pendukung Kristen Open Doors dari 50 negara di mana paling sulit untuk menjadi seorang Kristen. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Iran telah menindak keras gereja-gereja rumah, tetapi laporan WWL menyatakan, ‘meskipun mengalami penindasan hebat, Republik Islam Iran telah melihat pertumbuhan yang fenomenal dalam gerakan gereja bawah tanahnya.’”

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *