<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for graphe-ministry.org</title>
	<atom:link href="http://graphe-ministry.org/articles/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://graphe-ministry.org/articles</link>
	<description>A treasure of Christian fundamental articles for Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 May 2012 02:37:08 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Comment on Kedaulatan Allah &#8211; Pandangan Alkitabiah by Dr. Steven</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=45&#038;cpage=1#comment-8327</link>
		<dc:creator>Dr. Steven</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 May 2012 02:37:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=45#comment-8327</guid>
		<description>Tolong dibaca lagi artikelnya. Allah memang berdaulat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tolong dibaca lagi artikelnya. Allah memang berdaulat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dua Puluh Dua Pemikiran yang Berguna dalam Membesarkan Anak-anak bagi Allah by Yus</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=296&#038;cpage=1#comment-8305</link>
		<dc:creator>Yus</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 15:35:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=296#comment-8305</guid>
		<description>--- Perlunya Teladan dalam Kehidupan Keluarga ---
Mata Kecil Memandangmu


Ada mata kecil
dengan tajam
memandangmu
memandang kelakuanmu
siang dan malam.

Ada telinga kecil
dengan cepat
mendengarmu
mendengar kata-katamu
siang dan malam.

Ada tangan kecil
dengan antusias
menirukanmu
meniru gerakmu
siang dan malam.

Dan si kecil itu
sedang bermimpi
mimpi menjadi sepertimu.


--- Pentingnya Teladan dalam Kehidupan Keluarga ---

Tutur kata dan perilaku kita di hadapan anak-anak, semuanya adalah seperti menabur benih.
Benih macam apa yang kita tabur, tuaian macam apa pula yang akan kita tuai.

Teladan yang baik adalah modal untuk mendidik anak.
Jika Anda menginginkan suasana keluarga Anda menjadi segar, sehat, normal, bahagia, bahkan dapat memberikan pengaruh bagi orang lain, maka teladan jauh lebih diperlukan daripada segala macam ajaran.

Bangun pagi, rajin, dan jujur adalah teladan yang sangat baik bagi anak-anak, karena ketiganya adalah pintu untuk menghasilkan kehidupan yang berkualitas.

Berjerih lelah untuk mempertahankan kerapian dan kebersihan sangat diperlukan.
Lingkungan yang bersih akan membuat seisi rumah kita bersemangat dan dihormati orang.

Kesopanan pun perlu diperhatikan.
Kita semua harus berlatih mengatakan, “silahkan”, “terima kasih”, dan “maafkan”,
bukan hanya terhadap sesama kita tetapi juga terhadap anak-anak kita.

Meluangkan waktu bersama anak-anak setiap malam dengan berdoa bersama akan sangat membantu mereka bertumbuh di depan Tuhan.

( Disadur dan diterjemahkan bebas dari The Moral Compass, halaman 523.)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8212; Perlunya Teladan dalam Kehidupan Keluarga &#8212;<br />
Mata Kecil Memandangmu</p>
<p>Ada mata kecil<br />
dengan tajam<br />
memandangmu<br />
memandang kelakuanmu<br />
siang dan malam.</p>
<p>Ada telinga kecil<br />
dengan cepat<br />
mendengarmu<br />
mendengar kata-katamu<br />
siang dan malam.</p>
<p>Ada tangan kecil<br />
dengan antusias<br />
menirukanmu<br />
meniru gerakmu<br />
siang dan malam.</p>
<p>Dan si kecil itu<br />
sedang bermimpi<br />
mimpi menjadi sepertimu.</p>
<p>&#8212; Pentingnya Teladan dalam Kehidupan Keluarga &#8212;</p>
<p>Tutur kata dan perilaku kita di hadapan anak-anak, semuanya adalah seperti menabur benih.<br />
Benih macam apa yang kita tabur, tuaian macam apa pula yang akan kita tuai.</p>
<p>Teladan yang baik adalah modal untuk mendidik anak.<br />
Jika Anda menginginkan suasana keluarga Anda menjadi segar, sehat, normal, bahagia, bahkan dapat memberikan pengaruh bagi orang lain, maka teladan jauh lebih diperlukan daripada segala macam ajaran.</p>
<p>Bangun pagi, rajin, dan jujur adalah teladan yang sangat baik bagi anak-anak, karena ketiganya adalah pintu untuk menghasilkan kehidupan yang berkualitas.</p>
<p>Berjerih lelah untuk mempertahankan kerapian dan kebersihan sangat diperlukan.<br />
Lingkungan yang bersih akan membuat seisi rumah kita bersemangat dan dihormati orang.</p>
<p>Kesopanan pun perlu diperhatikan.<br />
Kita semua harus berlatih mengatakan, “silahkan”, “terima kasih”, dan “maafkan”,<br />
bukan hanya terhadap sesama kita tetapi juga terhadap anak-anak kita.</p>
<p>Meluangkan waktu bersama anak-anak setiap malam dengan berdoa bersama akan sangat membantu mereka bertumbuh di depan Tuhan.</p>
<p>( Disadur dan diterjemahkan bebas dari The Moral Compass, halaman 523.)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dua Puluh Dua Pemikiran yang Berguna dalam Membesarkan Anak-anak bagi Allah by Yus</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=296&#038;cpage=1#comment-8304</link>
		<dc:creator>Yus</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 15:32:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=296#comment-8304</guid>
		<description>--- Anak-anak Belajar dari yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini ---

Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk.

Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru.

Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin.

Kalau anak-anak banyak dikasihani dalam kehidupan-nya, mereka akan belajar mengasihani diri sendiri.

Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu.

Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajar iri hati.

Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah.

Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri.

Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar.

Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai.

Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi.

Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.

Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik.

Kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati.

Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.

Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil.

Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati.

Kalau anak-anak merasa tentram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.

Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.

(Dorothy Law Nolte)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8212; Anak-anak Belajar dari yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini &#8212;</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dikasihani dalam kehidupan-nya, mereka akan belajar mengasihani diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajar iri hati.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa tentram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.</p>
<p>(Dorothy Law Nolte)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kedaulatan Allah &#8211; Pandangan Alkitabiah by Benyamin</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=45&#038;cpage=1#comment-8302</link>
		<dc:creator>Benyamin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 11:22:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=45#comment-8302</guid>
		<description>Kalau Allah tidak berdaulat lalu siapakah yang berdaulat? Manusiakah? Ibliskah? Malaikatkah?.....alam semesta ini berdaulat dan bergerak berdasarkan kuasanya...?
Apa arti kedaulatan Allah bagi anda?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Allah tidak berdaulat lalu siapakah yang berdaulat? Manusiakah? Ibliskah? Malaikatkah?&#8230;..alam semesta ini berdaulat dan bergerak berdasarkan kuasanya&#8230;?<br />
Apa arti kedaulatan Allah bagi anda?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Anjuran Prinsip Tentang Musik Gereja by Yus</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=1166&#038;cpage=1#comment-8283</link>
		<dc:creator>Yus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 15:35:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=1166#comment-8283</guid>
		<description>3 persyaratan dasar untuk kidung:
Pertama, kata-kata dari suatu kidung haruslah bersandarkan kebenaran. Banyak kidung memenuhi dua persyaratan lainnya tetapi mengandung kesalahan dalam kebenaran. Jika kita meminta anak-anak Allah untuk menyanyikan kidung-kidung ini, mereka akan dituntun ke  dalam kesalahan. Kita menaruh kesalahan manusia kepada mereka ketika mereka pergi kepada Tuhan; kita mengarahkan mereka ke dalam perasaan yang tidak tepat. Ketika anak-anak Allah menyanyikan kidung, perasaan mereka diarahkan terhadap Allah. Jika kidungnya memiliki doktrin yang salah, mereka akan tertipu dalam perasaan mereka dan tidak menjamah realitas. Allah tidak bertemu dengan kita menurut perasaan puitis dari kidung; Dia bertemu dengan kita menurut kebenaran yang dinyatakan dalam kidung. Kita hanya dapat datang di hadapan Allah dalam kebenaran. Jika kita tidak datang kepada Allah dalam kebenaran, kita ada dalam kesalahan dan tidak menjamah realitas.

Kedua, doktrin yang akurat sendiri tidak akan menyusun suatu kidung. Suatu kidung perlu puitis dalam bentuk dan strukturnya. Kebenaran sendiri tidak cukup. Setelah ada kebenaran, masih ada keperluan untuk puisi dalam bentuk dan strukturnya. Hanya ketika ada puisi kidung itu seperti kidung. Menyanyi bukanlah pemberitaan. Kita tidak dapat menyanyikan suatu berita. Ada satu kidung yang dimulai dengan kata: &quot;Allah yang sejati menciptakan langit, bumi dan manusia.&quot; Ini mungkin sesuatu yang bagus untuk pemberitaan, tetapi tidak untuk dinyanyikan. Ini adalah doktrin, bukan suatu kidung. Semua nyanyian dalam kitab mazmur adalah puisi. Setiap mazmur itu lembut dan halus dalam bentuk dan ekspresi dan mengutarakan pikiran Allah dalam cara puisi. Jika setiap baris hanya mengikuti irama tertentu, itu tidak akan menyusun suatu kidung. Strukturnya haruslah puitis dan bentuknya haruslah puitis.

Ketiga, di samping mempunyai kebenaran dan struktur dan bentuk puisi, suatu kidung perlu memiliki kontak rohani. Ia harus menjamah realitas rohani. Misalnya, Mazmur 51 adalah mazmur pertobatan Daud. Dalam membacanya, kita menemukan pertobatan Daud secara doktrinal yang benar, kata-katanya dipilih dengan cermat, dan struktur mazmur ini rumit. Namun lebih daripada itu, kita merasakan sesuatu di dalam kata-kata itu; ada realitas rohani, perasaan rohani di dalam mazmur. Kita dapat menyebut ini &#039;beban&#039; dari kidung. Daud bertobat, dan perasaan pertobatannya meresapi seluruh Mazmur. Seringkali dalam membaca kitab Mazmur, ada sesuatu yang menyambar  - setiap sentimen yang diekspresikan di dalam mazmur ini sejati. Ketika pemazmur bergirang, dia melompat dan berteriak karena sukacita. Ketika dia sedih, dia menangis. Mazmur-mazmur ini bukanlah kata-kata yang kosong dari realitas. Ada realitas rohani di balik kata-kata itu.
(Messages for Building Up New Believers, hal. 228-231)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>3 persyaratan dasar untuk kidung:<br />
Pertama, kata-kata dari suatu kidung haruslah bersandarkan kebenaran. Banyak kidung memenuhi dua persyaratan lainnya tetapi mengandung kesalahan dalam kebenaran. Jika kita meminta anak-anak Allah untuk menyanyikan kidung-kidung ini, mereka akan dituntun ke  dalam kesalahan. Kita menaruh kesalahan manusia kepada mereka ketika mereka pergi kepada Tuhan; kita mengarahkan mereka ke dalam perasaan yang tidak tepat. Ketika anak-anak Allah menyanyikan kidung, perasaan mereka diarahkan terhadap Allah. Jika kidungnya memiliki doktrin yang salah, mereka akan tertipu dalam perasaan mereka dan tidak menjamah realitas. Allah tidak bertemu dengan kita menurut perasaan puitis dari kidung; Dia bertemu dengan kita menurut kebenaran yang dinyatakan dalam kidung. Kita hanya dapat datang di hadapan Allah dalam kebenaran. Jika kita tidak datang kepada Allah dalam kebenaran, kita ada dalam kesalahan dan tidak menjamah realitas.</p>
<p>Kedua, doktrin yang akurat sendiri tidak akan menyusun suatu kidung. Suatu kidung perlu puitis dalam bentuk dan strukturnya. Kebenaran sendiri tidak cukup. Setelah ada kebenaran, masih ada keperluan untuk puisi dalam bentuk dan strukturnya. Hanya ketika ada puisi kidung itu seperti kidung. Menyanyi bukanlah pemberitaan. Kita tidak dapat menyanyikan suatu berita. Ada satu kidung yang dimulai dengan kata: &#8220;Allah yang sejati menciptakan langit, bumi dan manusia.&#8221; Ini mungkin sesuatu yang bagus untuk pemberitaan, tetapi tidak untuk dinyanyikan. Ini adalah doktrin, bukan suatu kidung. Semua nyanyian dalam kitab mazmur adalah puisi. Setiap mazmur itu lembut dan halus dalam bentuk dan ekspresi dan mengutarakan pikiran Allah dalam cara puisi. Jika setiap baris hanya mengikuti irama tertentu, itu tidak akan menyusun suatu kidung. Strukturnya haruslah puitis dan bentuknya haruslah puitis.</p>
<p>Ketiga, di samping mempunyai kebenaran dan struktur dan bentuk puisi, suatu kidung perlu memiliki kontak rohani. Ia harus menjamah realitas rohani. Misalnya, Mazmur 51 adalah mazmur pertobatan Daud. Dalam membacanya, kita menemukan pertobatan Daud secara doktrinal yang benar, kata-katanya dipilih dengan cermat, dan struktur mazmur ini rumit. Namun lebih daripada itu, kita merasakan sesuatu di dalam kata-kata itu; ada realitas rohani, perasaan rohani di dalam mazmur. Kita dapat menyebut ini &#8216;beban&#8217; dari kidung. Daud bertobat, dan perasaan pertobatannya meresapi seluruh Mazmur. Seringkali dalam membaca kitab Mazmur, ada sesuatu yang menyambar  &#8211; setiap sentimen yang diekspresikan di dalam mazmur ini sejati. Ketika pemazmur bergirang, dia melompat dan berteriak karena sukacita. Ketika dia sedih, dia menangis. Mazmur-mazmur ini bukanlah kata-kata yang kosong dari realitas. Ada realitas rohani di balik kata-kata itu.<br />
(Messages for Building Up New Believers, hal. 228-231)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hawking Mengatakan Bahwa Alam Semesta Menciptakan Diri Sendiri dari Kehampaan by Yus</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=517&#038;cpage=1#comment-8279</link>
		<dc:creator>Yus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 14:45:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=517#comment-8279</guid>
		<description>Kasihan sekali, orang2 yang &quot;kelewat pintar&quot; itu malah menyangkali Allah sang penciptanya sendiri...  :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kasihan sekali, orang2 yang &#8220;kelewat pintar&#8221; itu malah menyangkali Allah sang penciptanya sendiri&#8230;  <img src='http://graphe-ministry.org/articles/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Jerry Lee Lewis Masih Memainkan Musik Setan, Walaupun Gereja-Gereja Mengklaim Itu Adalah Musik Tuhan by Dr. Steven</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=434&#038;cpage=1#comment-8112</link>
		<dc:creator>Dr. Steven</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 03:04:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=434#comment-8112</guid>
		<description>Tidak semua musik berasal dari Tuhan. Sama seperti tidak semua buku/tulisan berasal dari Tuhan.
Musik adalah suatu medium komunikasi.
Tuhan yang menciptakan dasar-dasar musik, memang benar, seperti not-not, melodi, harmoni, dan ritme. Tetapi dasar-dasar musik ini dapat dipakai untuk menciptakan musik yang menentang Tuhan.
Sama seperti Tuhan yang menciptakan dasar-dasar bahasa, misalnya huruf, logika bahasa, dll. Tetapi bagaimana setiap huruf itu dipakai dapat untuk memuji Tuhan atau menentang Tuhan.
Kalau ingin tahu lebih banyak dasar-dasarnya, kami akan melakukan seminar musik di Graphe, tanggal 19 Mei 2012.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak semua musik berasal dari Tuhan. Sama seperti tidak semua buku/tulisan berasal dari Tuhan.<br />
Musik adalah suatu medium komunikasi.<br />
Tuhan yang menciptakan dasar-dasar musik, memang benar, seperti not-not, melodi, harmoni, dan ritme. Tetapi dasar-dasar musik ini dapat dipakai untuk menciptakan musik yang menentang Tuhan.<br />
Sama seperti Tuhan yang menciptakan dasar-dasar bahasa, misalnya huruf, logika bahasa, dll. Tetapi bagaimana setiap huruf itu dipakai dapat untuk memuji Tuhan atau menentang Tuhan.<br />
Kalau ingin tahu lebih banyak dasar-dasarnya, kami akan melakukan seminar musik di Graphe, tanggal 19 Mei 2012.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Jerry Lee Lewis Masih Memainkan Musik Setan, Walaupun Gereja-Gereja Mengklaim Itu Adalah Musik Tuhan by pillon</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=434&#038;cpage=1#comment-8074</link>
		<dc:creator>pillon</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 13:58:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=434#comment-8074</guid>
		<description>Bukankah semua jenis musik asalnya adalah dr Tuhan, dan sy pikir terlalu sombong kalo kita menghakimi jenis musik tertentu sbg musik yg berisi pesan negatif. Kl begitu menurut anda jenis musik apkah yg layak dipakai utk memuji Tuhan , bukankah semuanya jg telah disalahgunakan oleh dunia ? Kalau bisa juga disertai dg dasar ayat firman Tuhan sehingga kita tidak menilai berdasarkan pengertian sendiri. Trimakasih, Tuhan Yesus memberkati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bukankah semua jenis musik asalnya adalah dr Tuhan, dan sy pikir terlalu sombong kalo kita menghakimi jenis musik tertentu sbg musik yg berisi pesan negatif. Kl begitu menurut anda jenis musik apkah yg layak dipakai utk memuji Tuhan , bukankah semuanya jg telah disalahgunakan oleh dunia ? Kalau bisa juga disertai dg dasar ayat firman Tuhan sehingga kita tidak menilai berdasarkan pengertian sendiri. Trimakasih, Tuhan Yesus memberkati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Seorang Nabiah Kharismatik Mengetik Dalam &#8220;Bahasa Roh&#8221; by Dr. Steven</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=970&#038;cpage=1#comment-7983</link>
		<dc:creator>Dr. Steven</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 04:25:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=970#comment-7983</guid>
		<description>Banyak sekali cerita-cerita yang tidak dapat dikonfirmasi. Sangat tidak bijak untuk mendasarkan theologi kepada pengalaman-pengalaman dan cerita-cerita subjektif.
Permasalahannya adalah: jika yang diucapkan itu alkitabiah, untuk apa ada wahyu tambahan, toh semua sudah ada dalam Alkitab. Lebih baik membaca Alkitab daripada mendengarkan yang beginian.
Kalau yang diucapkan lain dari yang dalam Alkitab, maka itu tidak alkitabiah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali cerita-cerita yang tidak dapat dikonfirmasi. Sangat tidak bijak untuk mendasarkan theologi kepada pengalaman-pengalaman dan cerita-cerita subjektif.<br />
Permasalahannya adalah: jika yang diucapkan itu alkitabiah, untuk apa ada wahyu tambahan, toh semua sudah ada dalam Alkitab. Lebih baik membaca Alkitab daripada mendengarkan yang beginian.<br />
Kalau yang diucapkan lain dari yang dalam Alkitab, maka itu tidak alkitabiah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pemimpin Injili Menandatangani Pernyataan Bahwa Allah Islam dan Allah Alkitab Adalah Satu “Allah” by edy sunarto</title>
		<link>http://graphe-ministry.org/articles/?p=880&#038;cpage=1#comment-7974</link>
		<dc:creator>edy sunarto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 09:15:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://graphe-ministry.org/articles/?p=880#comment-7974</guid>
		<description>Tetaplah pegang Injil Kristus. Siap jadi martir. Pertahankan Iman kita jangan ikut tersesat . Kita minta Roh Kudus berikan hikmat dan makrifatnya agar kita dicerahkan oleh Tuhan sendiri. MARILAH kita bersandar HANYA kepada TUHAN. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tetaplah pegang Injil Kristus. Siap jadi martir. Pertahankan Iman kita jangan ikut tersesat . Kita minta Roh Kudus berikan hikmat dan makrifatnya agar kita dicerahkan oleh Tuhan sendiri. MARILAH kita bersandar HANYA kepada TUHAN. Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

