(Berita Mingguan GITS 06 Maret 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari The Washington Post, 1 Maret 2010: “Sebuah penelitian dalam Psychological Bulletin, edisi Maret, yaitu sebuah jurnal dari Asosiasi Psikologi Amerika, menunjukkan bahwa bermain game video yang penuh kekerasan meningkatkan pikiran, sikap, dan tindakan kekerasan di antara para pemain tersebut. Dan game itu sama sekali tidak ada gunanya dalam meningkatkan tindakan-tindakan sosial. Psikologis Craig Anderson dari Universitas Iowa dan timnya menganalisa penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan terhadap 130000 orang di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Penemuannya berlaku untuk para pemain dari kebudayaan Barat dan Timur, untuk pemain lelaki maupun perempuan, dan juga untuk pemain dari kelompok umur yang bervariasi….penelitian baru tersebut menemukan bahwa pemaparan terhadap game-game video yang penuh kekerasan juga tindakan, kognisi, dan afek yang agresif. Game-game tersebut me-desensitisasi para pemain dan berhubungan dengan kurangnya empati dan kurangnya perilaku-perilaku yang pro-sosial.
Kategori
- Akhir Zaman / Nubuatan (11)
- Alkitab (1)
- Arkeologi (5)
- Berita Mingguan (37)
- Ekumenisme (12)
- Emerging Church (1)
- Fundamentalisme (9)
- General (Umum) (28)
- Gereja (1)
- Gereja Lokal (2)
- Islam (1)
- Istilah "Allah" (2)
- Kalvinisme (3)
- Katolik (8)
- Keluarga (2)
- Kesesatan Umum dan New Age (38)
- Kharismatik/Pantekosta (5)
- Misi / Pekabaran Injil (3)
- musik (7)
- New Evangelical (Injili) (7)
- Penganiayaan / Persecution (12)
- Renungan (7)
- Science and Bible (31)
- Separasi dari Dunia / Keduniawian (16)
- Wanita (2)
Archives
- September 2010 (3)
- August 2010 (17)
- July 2010 (17)
- June 2010 (15)
- May 2010 (18)
- April 2010 (17)
- March 2010 (17)
- February 2010 (13)
- January 2010 (20)
- December 2009 (20)
- November 2009 (8)
- October 2009 (5)
- September 2009 (4)
- August 2009 (5)
- July 2009 (4)
- June 2009 (3)
- May 2009 (4)
- April 2009 (6)
- March 2009 (5)
- February 2009 (3)