Jim Bakker Dituntut Karena Obat Coronavirus Palsu

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Jim Bakker, mantan pembawa acara The PTL Club yang sudah jatuh karena skandal tersebut, sekarang sedang dituntut di pengadilan oleh negara bagian Missouri, karena menjual obat coronavirus yang palsu, yang dia sebut Silver Solution. Setelah mendekam lima tahun di penjara karena menipu para pengikutnya sejumlah $158 juta untuk menopang gaya hidupnya yang berfoya-foya dan immoral (termasuk membuat rumah anjing yang diberi AC), sekarang Bakker meluncurkan suatu karir baru, yaitu The Jim Bakker Show. Dia menjual makanan dan peralatan untuk orang-orang yang bersiap-siap, kami mengira-ngira, untuk bersembunyi dari Antikristus. Bakker juga selama ini menjual Silver Solution, walaupun sekarang ini tiba-tiba sudah hilang dari websitenya. Silver Solution adalah salah satu dari banyak brand koloida perak (partikel-partikel perak yang kecil yang tersuspensi dalam cairan), yang dipasarkan sebagai suatu produk kesehatan. Dalam siarannya tanggal 12 Februari, tamu Bakker, Sherrill Sellman, seorang “ahli kesehatan natural,” mengatakan “Ini sudah dites ke berbagai jenis coronavirus dan mampu membunuhnya dalam 12 jam. Membunuhnya sama sekali. Memusnahkannya. Mematikannya. [Silver Solution] telah dibuktikan oleh pemerintah bahwa ia dapat membunuh semua patogen yang diujikan padanya, termasuk SARS dan HIV” (“Missouri Sues Televangelist,” NPR.org, 11 Mar. 2020). Empat botol yang memiliki berat bersih 4 ons, dijual dengan harga “hanya” $80.

Sekilas pandang saja, Silver Solution memiliki semua ciri-ciri sebagai obat palsu, karena ia mengklaim dapat menyembuhkan hampir segala sesuatu. Bukan hanya ia membunuh bakteri dan virus, ia juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan juga adalah pengobatan yang efektif untuk kanker, arthritis, diabetes, dan hal-hal lain lagi. Mengacu kembali kepada realita dan memecahkan fantasi Silver Solution, Mayo Clinic mengatakan, ‘Koloida perak tidaklah dianggap aman ataupun efektif untuk semua klaim kesehatan yang dibuat oleh para produsennya. Perak tidak memiliki fungsi yang kita ketahui dalam tubuh manusia. Ia juga bukan suatu mineral esensial, sebagaimana diklaim oleh sebagian penjual produk perak. Tidak begitu jelas seberapa berbahaya koloida perak, tetapi ia bisa menjadi timbunan dalam jaringan tubuh selama berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun. Yang paling sering, adalah timbulnya argyria, yaitu munculnya warna biru keabu-abuan pada kulit, mata, organ dalam, kuku, dan gusi anda. Meskipun argyria biasanya tidak menimbulkkan masalah kesehatan yang serius, ia bisa menjadi menimbulkan masalah kosmetik, karena tidak akan hilang sekalipun anda berhenti mengkonsumsi produk perak. Walaupun jarang, dosis berlebihan dari koloida perak dapat menimbulkan masalah kesehatan serius yang permanen, termasuk kerusakan ginjal dan masalah neurologis seperti kejang-kejang. Produk koloida perak juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan” (mayoclinic.org).

Jadi, perak tidak bisa menyembuhkan coronavirus, tetapi bisa membuat kulit anda jadi biru jika kamu mau kelihatan seperti orang dari Mars! Karena rupanya Bakker tidak lagi menjual Silver Solution, masih ada banyak lagi yang dijual, misalnya Keto Hydrolyzed Collagen Powder, atau Fermented Green Supremefood, yang dibuat dari sayur-sayuran dan rumput yang difermentasi dan enzim-enzim. Istri Bakker dan juga mantan co-host dari PTL Club, Tammy Faye, menceraikan Jim sewaktu dia berada dalam penjara, dan menikah dengan Roe Messnes, seorang teman lama keluarga mereka, yang perusahaannya membantu membangun kompleks resort Heritage, milik PTL. Dia juga mendapat angin kedua pelayanan “injil,” sebelum akhirnya meninggal tahun 2008.

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Kamera Tercepat di Dunia Bisa Menangkap 70 Trilyun Frame per Detik, Membuktikan Alkitab Benar

(Berita Mingguan GITS 16 Mei 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Sebuah tim riset di Caltech telah mengembangkan (sekali lagi) sebuah kamera yang dapat menangkap lebih dari satu trilyun gambar setiap detiknya. Rekor ‘kamera tercepat di dunia’ sebelumnya dapat menangkap 10 trilyun fps; kamera baru ini dapat menangkap sampai 70 trilyun, menembus rekor yang lama. Terobosan yang paling baru ini adalah evolusi dari kamera-kamera ‘trilyun+ fps’ sebelumnya dari Caltech, dan semuanya menggunakan ‘Compressed Ultrafast Photography’ atau (CUP). Bentuk yang paling baru ini disebut CUSP, singkatan dari Compressed Ultrafast Spectral Photography, dan dikembangkan oleh otak-otak yang sama di Caltech yang baru-baru ini bisa menangkap 1 trilyun fps gambar dari fenomena transparan seperti denyut neuron dan shockwave. …Bagi orang-orang yang senang hitung matematika, kecepatan cahaya sedikit di bawah 300 milyar millimeter per detik. Nah, ambil 70 trilyun frame, dan bagi itu dengan 300 mm/detik, dan anda mendapat kira-kira 233 frame per milimeter pergerakan cahaya. Dengan kata lain: camera ini bisa menangkap sekitar 230 frame dalam waktu yang diperlukan cahaya untuk bergerak satu milimeter” (“New World’s Fastest Camera,” PetaPixel, 7 Mei 2020). CATATAN AKHIR: Kamera yang luar biasa ini menunjukkan persis apa yang Alkitab katakan tentang manusia: ia bukanlah binatang, ia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jarak antara manusia dan kera hampir bisa dikatakan tak terhingga. David Berlinski, Ph.D. dalam filosofi dari Princeton University, bukanlah seorang yang percaya penciptaan. Dia adalah seorang “Yahudi sekuler dan agnostik,” tetapi dia cukup punya akal sehat untuk mengetahui bahwa manusia bukanlah kera yang canggih, dan dia cukup berani untuk mengatakan hal tersebut dengan cara dia yang khas. Berkomentar tentang upaya mengajarkan kera-kera bahasa isyarat, Berlinski mengobservasi, “Setelah bertahun-tahun melakukan percobaan-percobaan yang sulit, beberapa dari mereka sudah diajar dasar-dasar dari berbagai sistem simbol yang primitif. Setelah diberikan hadiah bahasa, mereka tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan. Ketika dua kera ‘jenius’ bertemu, mereka saling melemparkan isyarat satu kepada yang lain. … Struktur kera sering sangat erat. Simpanse, bonobo, dan gorila, bisa berpikir; mereka membuat rencana, mereka punya kesukaan masing-masing; mereka licik; mereka punya keinginan dan hawa nafsu; dan mereka bisa menderita. Hal yang sama kita lihat pada kucing. Dalam semua ini, kita melihat kemiripan dengan diri kita. Tetapi selain dari semua ini, kita tidak memiliki apa-apa yang sama dengan mereka. Dan walaupun kemiripan-kemiripan ini menarik, perbedaan kita sangatlah mendalam” (The Devil’s Delusion, hal. 156). “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (Kejadian. 1:27-28).

Posted in Teknologi | Leave a comment

Perjanjian Baru Terjemahan Denmark Menghilangkan Kata “Israel”

(Berita Mingguan GITS 25 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah Perjanjian Baru yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Denmark (Danish Bible Society), menghilangkan nama Israel, kecuali di satu tempat. Disebut Bible 2020, Alkitab ini menggantikan kata “Israel” dengan “Yahudi,” “tanah orang Yahudi,” atau istilah generik lainnya. Jan Frost, seorang reviewer, mengatakan bahwa “para penerbit membela perubahan ini dengan mengklaim bahwa ‘Israel’ yang disebut di dalam Alkitab tidaklah sama dengan Israel hari ini.” “Elaine Duncan, yang menjabat sebagai Global Council Chairperson dari Lembaga Alkitab tersebut, menggarisbawahi bahwa edisi baru ini sudah diunduh ke lebih dari 90 negara, yang dia anggap sebagai sukses besar dalam pergerakan menuju apa yang dia sebut ‘gereja global’” (“Lutherans Publish New Version,” BreakingIsraelNews, 20 Apr. 2020).

Ini mengingatkan kita bahwa United Bible Societies, lembaga global yang menaungi Lembaga Alkitab Denmark (sebagai anggotanya), adalah lembaga yang radikal ekumenis dan berada di garis depan pembangunan “gereja” esa-sedunia yang sesat. (Untuk dokumentasi akan hal ini, lihat Unholy Hands on God’s Holy Book, tersedia sebagai eBook gratis di www.wayoflife.org.) Nama “Israel” disebut 70 kali di Perjanjian Baru yang berbahasa Yunani, dan Israel pada waktu itu sudah tersesat, sehingga mereka sampai menyalibkan Mesias mereka sendiri. Pada permulaan sejarah Israel sebagai suatu bangsa, setelah dia meninggalkan Mesir tetapi sebelum masuk ke tanah mereka, Musa menubuatkan bahwa Israel akan membangkang terhadap hukum-hukum Allah, akan diusir dari tanah mereka, diserakkan ke berbagai bangsa dalam kondisi yang sulit dan buta rohani, dan kemudian akan kembali ke tanah tersebut. Lihat Ulangan 28:15-67 dan 30:1-9. Ini persis telah terjadi, membuktikan bahwa nubuat Alkitab harus ditafsirkan secara literal. Jadi ADALAH ISRAEL YANG SAMA yang keluar dari Mesir dan masuk ke tanah perjanjian dan yang diusir dari tanah itu oleh Romawi pada abad kedua Masehi dan yang telah tinggal di berbagai bangsa selama 2000 tahun, yang telah kembali ke tanah mereka di zaman modern ini. Nubuat Perjanjian Lama menjelaskan bahwa Israel akan kembali ke tanah itu dalam kondisi yang masih tersesat, sehingga memungkinkan munculnya Antikristus dan Bait Suci Ketiga (Danial 9:27). Nubuat tentang “Lembah Tulang Kering” di Yehezkiel 37 mengajarkan bahwa Israel akan kembali dalam dua tahap, pertama dalam kondisi rohani yang mati, dan kemudia dalam kondisi bertobat rohani. Fase pertama sudah digenapi; fase kedua sedang menantikan penggenapannya. “Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: ‘Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.’ Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar” (Yeh. 37:8-10).

Posted in Alkitab | 2 Comments

Ikan yang Berjalan

(Berita Mingguan GITS 25 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 9 April 2020: “Kapankah ikan bukanlah ikan? Ketika ia ikan yang berjalan! Ikan yang berjalan adalah julukan yang populer untuk axolotl. Binatang axolotl ini terlihat seperti ikan, dan memiliki insang eksternal seperti ikan, tetapi ia juga memiliki kaki. Sebenarnya, binatang ini sama sekali bukan ikan. Ia adalah amfibi yang biasanya menjalani seluruh hidupnya di bawah air. Ia pastinya adalah salah satu binatang yang paling aneh di planet ini. Sebenarnya ia adalah larva dari sejenis salamander. Namun, binatang yang satu ini memiliki sifat yang disebut neoteny, artinya bahwa ia mencapai bentuk kedewasaannya pada saat ia masih larva. Ada beberapa jenis salamander lainnya yang juga memiliki sifat neoteny. Namun, dalam kebanyakan kasus, sifat ini adalah penyimpangan yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan secara temporer. Dalam kasus axolotl, ini adalah normalnya. Axolotl yang hidup di alam hampir tidak pernah bermetamorfosis menjadi salamander dewasa. Sebagai gantinya, mereka mencapai kematangan seksual pada fase larva dan beranak pinak sebagai makhluk-makhluk yang mirip cebong. Namun, axolotl yang ditangkap manusia, bisa diberikan suntikan yodium, dan ini memungkinkan mereka untuk mengalami metamorfosis penuh, berubah menjadi bentuk salamander mereka. Perilaku yang aneh dan jarang ini sangat sulit dijelaskan oleh evolusi. Para evolusionis mengemukakan teori-teori, tidak peduli betapa tidak masuk akalnya, untuk menjelaskan mengapa amfibi mengalami metamorfosis, tetapi sekarang mereka harus mencari teori lagi untuk menjelaskan mengapa yang satu ini tidak! Sebaliknya, bagi orang Kristen, binatang ini terlihat didesain sangat cocok dengan habitatnya. Ref: Hennigan, T. (2013), ‘An Initial Estimate Toward Identifying and Numbering Amphibian Kinds within the Orders Caudata and Gymnophionam,’ Answers Research Journal 6 (2013): 17–34.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Cina Merobohkan Salib dari Gereja-Gereja Karena ‘Lebih Tinggi dari Bendera Negara’

(Berita Mingguan GITS 25 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Bitter Winter, sebuah majalah hak asasi manusia, melaporkan berikut ini: “Bahkan adanya coronavirus yang mematikan tidak mengurangi kecepatan kampanye perobohan salib yang sedang melanda Cina. Pada pertengahan bulan Maret, berbagai salib dihilangkan dari banyak gereja di propinsi timur Jiangsu dan Anhui. Di Shandong yang berdekatan, Linyi, sbuah kota level prefecture, tidak menjadi pengecualian: Selain minimal 70 salib yang dihilangkan dari gereja-gereja sejak musim semi yang lalu, lebih banyak lagi yang diturunkan selama epidemi ini. …Desember yang lalu, banyak salib diturunkan dari gereja-gereja Tiga-Mandiri di Hegang, sebuah kota level prefecture di propinsi Heilongjiang. Seorang anggota dari sebuah gereja di distrik Dongshan di kota itu memberitahu Bitter Winter bahwa seorang pejabat lokal mengancam akan menutup gereja tersebut jika salibnya tidak dihilangkan, karena salib itu ‘lebih tinggi dari bendera negara’” (“Crosses Removed from Numerous State-run Protestant Churches,” Bitter Winter, 11 Apr. 2020). Ini mengingatkan kita tentang dua nubuat dalam Alkitab. Pertama ada di Mazmur: “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: ‘Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!’” (Mazmur 2:1-6). Yang kedua ada di Yesaya: “Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak kemegahan-Nya! Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan” (Yesaya 2:10-12).

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Paus Membuka Kemungkinan Yudas Bisa Jadi Ada di Surga

(Berita Mingguan GITS 18 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara dalam sebuah misa kepausan pada tanggal 8 April, Paus Fransiskus mengatakan, “Sesuatu yang menarik perhatian saya adalah bahwa Yesus tidak pernah menyebut dia ‘pengkhianat’: [Yesus] berkata bahwa Dia akan dikhianati, tetapi Dia tidak pernah berkata kepada [Yudas], ‘pengkhianat.’ Dia tidak pernah berkata, ‘Enyahlah, pengkhianat.’ Tidak pernah. Bahkan, Dia menyebutnya ‘teman,’ dan dia menciumNya. … Bagaimanakah nasib akhir Yudas? Saya tidak tahu. Yesus memberikan ancaman yang kuat di sini; dia mengancam dengan kuat: ‘celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.’ Tetapi apakah ini berarti bahwa Yudas ada dalam neraka? Saya tidak tahu.” Paus juga mengatakan bahwa ada ‘sedikit Yudas dalam diri masing-masing kita” (“Satan pays badly, warns pope,” Aleteia, 8 Apr. 2020).

Paus menganggap enteng kata-kata Yesus bahwa adalah lebih baik bagi Yudas jika ia tidak pernah dilahirkan (Mat. 26:24). Ketika para Rasul memilih pengganti bagi Yudas, setelah kenaikan Kristus, mereka berdoa, “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya” (Kis. 1:24-25). Apakah ‘tempat yang wajar bagi’ Yudas itu? Yesus menjawabnya dalam doaNya sebagai imam besar, ketika Ia berkata kepada sang Bapa, “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (Yoh. 17:12). “Binasa” berasal dari kata Yunani apoleia, yang juga diterjemahkan “kebinasaan” (Mat. 7:13 dan 2 Pet. 2:3). Kata ini dipakai untuk penghakiman kekal dalam Rom. 9:22; Fil. 3:19; Ibr. 10:39; 2 Pet. 2:1, 3; 3:7, 16; dan Wah. 17:8, 11. Antikristus juga disebut ‘harus binasa” (2 Tes. 2:3).

Posted in Katolik | 1 Comment

Streaming Kebaktian Gereja Dilarang di Cina

(Berita Mingguan GITS 18 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Kami mendapat informasi dari sumber-sumber lain bahwa sebagian orang percaya dapat mencari cara-cara lain untuk mengatasi larangan yang digambarkan dalam laporan berikut ini, tetapi larangan ini benar-benar nyata, dan kondisi di Cina terhadap kekristenan memang opresif. Cina bukanlah negara kebebasan, dan kita perlu berdoa bagi umat Allah dan pekerjaan Injil di sana. Berikut ini disadur dari ChristianHeadlines.com, 7 Apr. 2020: “Gereja-gereja di seluruh dunia saling berhubungan dengan menggunakan dunia online selama pandemi Covid-19, tetapi tindakan demikian tetap dinyatakan ilegal di Cina. Website pengamat penganiayaan, Bitter Winter, melaporkan pada tanggal 5 April, bahwa sangat sedikit organisasi, dan ‘hanya mereka yang memegang lisensi yang dikeluarkan negara,’ yang boleh menayangkan siaran langsung kebaktian online di Cina. ‘Kita tidak bisa berkumpul karena pandemi,’ kata seorang gembala sidang gereja bawah tanah di propinsi Jiangxi kepada Bitter Winter. Gembala sidang tersebut mencoba untuk menyiarkan sebuah khotbah lewat internet, pada tanggal 9 Februari, melalui sebuah app, tetapi ia dihentikan. ‘Perkumpulan online kami yang pertama dan yang satu-satunya, diblokir oleh pemerintah, segera setelah kami mulai,’ kata pengkhotbah tersebut. Pada hari yang sama, seorang gembala sidang gereja rumah lainnya, di propinsi Shandong, juga mencoba untuk menyiarkan kebaktian online. ‘Pertemuan itu dihentikan kurang dari 20 menit setelah mulai,’ lapor Bitter Winter. Ada sebuah hukum di Cina yang berlaku sejak 2018 yang melarang penyiaran online kebaktian. ‘Tidak ada organisasi atau individu yang diizinkan untuk melakukan live-stream atau penyiaran aktivitas agama, termasuk berdoa, membakar kemenyan, penahbisan, pembacaan Kitab Suci, pelaksaan misa, penyembahan atau baptisan, secara online dalam bentuk teks, foto, audio, ataupun video,’ bunyi undang-undang tersebut. Pada tanggal 23 Februari, Two Chinese Christian Councils dari Propinsi Shandong, yang disetujui oleh negara, mengeluarkan sebuah pengumuman yang ‘menuntut semua gereja di propinsi itu untuk menghentikan live-streaming kebaktian mereka segera,’ demikian lapor Bitter Winter. Pada 28 Februari, Departemen United Front Work di distrik Nanhu, Jiaxing, sebuah organisasi pemerintah di propinsi Zhejiang, mengatakan bahwa mereka akan menginvestigasi semua aktivitas online yang dilakukan oleh gereja-gereja yang disetujui oleh pemerintah. Gereja-gereja di Cina harus mendaftarkan diri kepada pemerintah dan bergabung dengan Gerakan Patriotik Tiga Mandiri atau Asosiasi Katolik Patriotik Cina. Tetapi karena gereja-gereja yang disetujui oleh pemerintah ini amat dikekang, jutaan orang Kristen melakukan kebaktian di gereja-gereja bawah tanah yang ilegal.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Bob Jones University Mengundang Pembicara Katolik

(Berita Mingguan GITS 18 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Machen White, “BJU Then and Now…Abby Johnson,” 7 April 2020, Musings of a Fundamentalist: “Pada bulan Februari 2018, Dr. Steve Pettit, presiden dari Bob Jones University, memuji pelayanan Dr. Billy Graham dan warisannya. Dalam sebuah khotbah chapel pada tanggal 7 November 2019, Dr. Pettit memuji pelayanan dari Dr. Billy Kim. Dr. Kim selama ini adalah seorang yang sangat mencintai pelayanan Graham. Sudah didokumentasikan dengan baik bahwa Graham dan Kim memiliki kebijakan untuk berpartner dengan kelompok Roma Katolik (dan lainnya) DALAM PELAYANAN, sebagai sesuatu yang normal. Pada tanggal 23 Januari 2020, BJU (Bob Jones University) mengundang khalayak umum ke kampus untuk menonton bersama film Unplanned, yang dibuat oleh pendukung gerakan Pro-Life, Abby Johnson. Lalu, pada tanggal 5 Maret 2020, BJU menjadi tuan rumah bagi Piedmont Women’s Center (PWC) untuk acara penggalangan dana mereka. Pembicara untuk malam itu adalah Abby Johnson. Selama acara tersebut, Johnson ‘memberitakan Injil.’ Di atas panggung, tertera pada sebuah banner adalah katakata dari Yesaya 43:19. Johnson berkata, ‘Kita harus memberikan Inijl kepada para wanita ini, bukan Yesus yang sudah dilunakkan, tetapi Yesus yang berkuasa… semua orang di sini adalah orang berdosa dan memerlukan juruselamat.’ Dia menggunakan kata-kata ‘salib, Injil, orang berdosa, Yesus.’ Banyak orang yang pulang dari acara itu dengan mengira bahwa Johnson adalah seorang Kristen yang lahir baru. Ini yang tidak mereka ketahui: Johnson dibesarkan sebagai seorang Baptis Selatan. Malalui serangkaian peristiwa, dia menjadi seorang Roma Katolik … Johnson menjelaskan perjalanannya menjauh dari sebuah gereja yang mengkhotbahkan Injil dan kepada Romanisme. Dia dengan bangga mengakui bahwa dia memakai platform pro-life untuk menobatkan orang kepada Romanisme.”

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Dunia Sedang Lenyap

(Berita Mingguan GITS 11 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh. 2:15-17). Kata kerja “sedang lenyap” adalah dalam bentuk present indikatif middle. Tense ‘present’ menyatakan aksi yang terus menerus. Jadi dunia sedang lenyap. Mood ‘indikatif’ menyatakan sesuatu yang dinyatakan benar terjadi dari perspektif pembicara. Jadi, sistem dunia ini sedang lenyap pada saat ini. Voice ‘middle’ memberitahu kita bahwa dunia sedang lenyap ‘oleh suatu aksi yang berlaku pada dirinya sendiri atau berkenaan dengan dirinya sendiri.’ Kita tahu bahwa dunia bukan sedang melenyapkan dirinya sendiri, dan kita tahu bahwa ilah dunia ini juga tidak sedang melenyapkannya. Sebaliknya, Allah yang sedang melenyapkan dunia ini. Dia memegang tali kendali. Dia sedang menggunakan sistem dunia sekarang ini untuk tujuan dan kemuliaanNya yang kekal, dan dunia ini akan selesai pada saat yang persis yang Allah putuskan, dan akan digantikan oleh kerajaan Kristus. Nabi Daniel menggambarkan akhir dari sistem dunia sekarang ini. Dalam mimpi yang diberikan kepada Nebukadnezar, dunia digambarkan sebagai patung besar seorang manusia, yang mewakili kerajaan-kerajaan yang mendunia, Babilonia, Persia, Yunani, dan Romawi (Dan. 2:31-35). Penafsiran Daniel menjelaskan bahwa Romawi berlanjut dalam berbagai bentuk sampai kedatangan Kristus; dan pada waktu itu sistem dunia akan dilumatkan dan digantikan dengan kerajaan Kristus yang benar. “Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi” (Dan. 2:34-35). Komentator Alkitab, Robert Lenski, mengatakan, “Dunia sekarang ini sedang lenyap. Sudah merupakan sifatnya untuk tidak bertahan. Kehancurannya sedang mendekatinya. Kemuliaannya memudar, bunga-bunganya menjadi layu, janji-janjinya gagal, harapan-harapannya runtuh. Yesaya 14:11. …. Apakah suara rayuan dunia menggelitik telinga anda? Dengarkan perkataan kebenaran: Dunia ini sedang lenyap! Tepiannya sedang hancur, memang tidak pernah kuat, apakah anda akan menaruh deposit di dalamnya? Fondasinya sedang bergoyang, tidak pernah solid, hanyalah penipuan, apakah anda akan membangun di atasnya? Gunungnya sedang bergoncang, ia dari dulu meletus-letus, siap menghancurkan diri setiap saat, akankah anda membangun kota anda di sini?”

Posted in Renungan, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Tuhan Menyediakan Dua Keping 5 Sen

(Berita Mingguan GITS 11 April 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari otobiografi Monroe Parker, berjudul Through Sunshine and Shadows (Sword of the Lord, 1987). Parker adalah seorang penginjil, pengkhotbah radio, gembala sidang Baptis, tangan kanan bagi Bob Jones Sr. dan Jr. selama dekade-dekade awal Bob Jones University, presiden dari Pillsbury Baptist College, dan direktur dari Baptist World Mission.

“Pada satu hari yang sangat dingin, saya belum makan apa-apa hari itu, saya duduk di depan microphone pada jam 3 petang dan berkhotbah dari ayat “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Maz. 23:1). Saya pergi ke kantor pos, dan menemukan bahwa kotak untuk saya kosong, seperti biasanya. Jadi saya mulai berjalan kembali ke Y.M.C.A., melewati Jembatan Federal Bridge, yang melintasi Sungai Allegheny, persis di tempat sungai itu bergabung dengan Monongahela, dan membentuk sungai Ohio. Saya berhenti dan meletakkan tangan saya pada pegangan besi pada tangga dan memandang kepada sungai yang beku tersebut. Saya tidak melihat ada padang rumput hijau. Yang dapat saya lihat hanyalah putih dan hitam. Salju masih akan turun cukup lama, dan setelah itu akan ada abu. Ketika saya mulai menarik tangan saya dari pegangan tersebut, kulit di atas batas sarung tangan saya telah nempel ke besi. Saya mencabutnya dan berkata, ‘Tuhan, bukankah Engkau gembalaku? Kalau memang Engkau gembalaku, saya ini domba yang lapar. Jika saya punya seekor domba yang lapar, dan saya bisa memberinya makan, saya akan memberinya makan.’”

“Saya mulai berjalan lagi, dan di sana, di salju itu, ada sebuah dompet rombeng milik seorang perempuan. Saya mengambilnya, dan di dalamnya terkandung dua koin bernilai 5 sen. Saya berjalan kembali melintasi jembatan ke sebuah tempat jualan hamburger White Castle, dan membeli dua hamburger. Waktu itu, tahun 1932, satu hamburger dijual 5 sen.”

“Ketika saya tiba ke Y.M.C.A., petugas meja berkata, ‘Hei bung, anda dapat jackpot.’ Dia menuangkan satu karung besar berisi surat-surat dan dokumen. Rupanya pendahulu saya menyuruh semua surat ke alamat saya ini diteruskan kepada dia di Washington D.C. Dia mau memastikan bahwa semua surat yang ditujukan kepada dia, sampai kepadanya. Dengan suatu cara, dia mendapatkan informasi saya tinggal di mana, dan akhirnya mengirimkan semua surat yang mestinya untuk saya yang selama ini terkirim ke dia, kembali kepada saya. Ada uang cek dua minggu dari Dr. Jones, dan juga pemberian untuk siaran yang saya lakukan di Western Pennsylvania, West Virginia, Ohio, dan New York barat.”

“Seolah-olah Tuhan menjenguk dari tingkap-tingkap surga pada hari itu, dan berseru, ‘Baiklah anakku, jika kamu tidak kuat untuk menunggu sampai pulang ke Y.M.C.A., ini ada sepuluh sen; beli hamburger sana.”

“Saya lebih memilih mempunyai dua keping uang 5 sen tersebut dalam ingatan saya, daripada uang cek 1000 dolar. Ini selamanya ada dalam ingatan saya” (Through Sunshine and Shadows, hal. 108, 109).

Posted in Renungan | Leave a comment