C. T. dan Scilla Studd

Sumber: www.wayoflife.org

(Disadur dan dicuplik dari The History and Heritage of Fundamentalism and Fundamental Baptists)

The Cambridge Seven adalah julukan untuk tujuh orang mahasiswa Cambridge (salah satunya dari Royal Military Academy) yang diselamatkan selama tahun-tahun kuliah mereka dan secara sukarela pergi ke China bersama dengan China Inland Mission yang dipelopori J. Hudson Taylor. Mereka membuat komitmen ini pada waktu gerakan KKR Moody-Sankey 1883 di Cambridge.

Yang paling terkenal dari ketujuhnya adalah CHARLES THOMAS (C.T.) STUDD (1860-1931), seorang pemain kriket terkenal dan lulusan Eton dan Cambridge. Saudara-saudara laki-laki C.T. juga adalah bintang-bintang kriket. C.T. adalah kapten tim Cambridge Eleven yang terkenal pada tahun 1882. Ayah mereka, Edward, telah menghasilkan banyak uang di India dengan menanam nila dan berencana menghabiskan sisa hidupnya dengan bermain. Dia tinggal di sebuah rumah besar di sebuah perkebunan besar dan memiliki lapangan kriket sendiri. Dia berjudi dan memelihara kuda pacuan. Kudanya, Salamander, memenangkan Grand National pada tahun 1866, yang adalah balapan empat mil yang melelahkan dengan 30 lompatan. Perlombaan itu semacam rute halang rintang bagi kuda. Pada tahun 1877, pada usia 56, Edward menghadiri sebuah kebaktian D.L. Moody dan diselamatkan. Dia berhenti berjudi dan menjual kuda pacuannya dan mulai mengadakan pertemuan-pertemuan Injil di rumahnya yang besar. Kusirnya berkata, “Yang bisa saya katakan adalah bahwa meskipun kulitnya sama, ada seorang pria baru di dalamnya.” Salah satu putranya kemudian menulis, “Ayah tadinya penuh dengan hal yang lebih menguasai hati dan kepala seorang pria daripada apa pun, yaitu hasrat untuk pacuan kuda, tetapi pada malam hari itu dia menjadi pria yang berubah.” Itu adalah keselamatan melalui kelahiran baru yang sesungguhnya, dan tidak ada jenis keselamatan lain lagi. Edward hidup hanya dua tahun setelah dia diselamatkan, tetapi dikatakan bahwa dia melakukan lebih banyak untuk Kristus selama waktu itu daripada yang dilakukan kebanyakan orang seumur hidup mereka. C.T. dan saudara-saudaranya tidak menyukai perubahan ayah mereka pada awalnya, tetapi mereka bertobat pada tahun 1878 melalui seorang penginjil yang terkait dengan Moody. C.T. berkata, “Saya berlutut dan saya mengucapkan ‘terima kasih’ kepada Tuhan. Dan saat itu juga, sukacita dan kedamaian masuk ke dalam jiwaku. Saat itu saya tahu apa artinya ‘dilahirkan kembali,’ dan Alkitab yang sebelumnya kering kerontang bagi saya, menjadi segala-galanya.” Selama enam tahun berikutnya, melalui pengaruh perguruan tinggi dan olahraga sekuler, ia mengalami “kemunduran rohani yang tidak bahagia,” tetapi selama saudaranya sakit pada tahun 1884, C.T. menyerahkan hidupnya tanpa syarat kepada Kristus. Dia mmemalingkan diri dari kehidupan yang kaya, kesenangan, dan kesantaian dan melayani sebagai misionaris di Cina, India, dan Afrika sampai kematiannya. Dia menyadari bahwa kehidupan di luar kehendak Tuhan yang sempurna tidak ada artinya. Dia berkata, “Saya tahu bahwa kriket tidak akan bertahan lama, dan kehormatan tidak akan bertahan lama, dan tidak ada apa pun di dunia ini yang akan bertahan lama, tetapi adalah berharga untuk hidup bagi dunia yang akan datang.” Dia menulis puisi: “Hanya satu kehidupan, dan akan segera berlalu, hanya yang diperbuat bagi Kristus yang berlanjut terus.”

Studd menggambarkan perubahan tersebut seperti ini:

Continue reading

Posted in Misi / Pekabaran Injil | Tagged | Leave a comment

Sekolah-Sekolah Tinggi Yang Katanya “Injili” Menghancurkan Iman Mahasiswa

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari “Christian Colleges Destroyed Children’s Faith,” Lighthouse Trails Research, 27 Juni 2022: “Saya lulusan Westmont College dari angkatan awal 70-an, dan, suami saya juga merupakan alumni Multnomah University. Saya dibesarkan di sebuah gereja yang terkait erat dengan Multnomah ketika waktu itu slogannya adalah: ‘Jika Anda menginginkan Alkitab, Anda menginginkan Multnomah.’ Tapi sekarang tidak lagi demikian. Kami tinggal di dekat sekolah tinggi ini dan telah melihat kemurtadan yang terjadi secara langsung. Hal itu menghancurkan hati kami. Westmont sudah mulai retak bahkan saat saya masih sekolah di sana. Sebagian besar fakultas yang lebih tua masih baik-baik saja tetapi bagian administrasi telah menyerah pada para mahasiswa vokal yang sangat memberontak, terutama terhadap pendirian Kristiani sekolah tersebut. Kami mengirim seorang putri ke Trinity Western University di Langley British Columbia, pada tahun 2000, ketika saya masih mempercayai pernyataan doktrinal yang dicetak oleh universitas tersebut. Dia berubah dari seorang yang menghormati Firman Tuhan dan mencintai orang tuanya menjadi seorang aktivis sosialis radikal yang mendepak dari hidupnya siapa pun yang tidak mendukung cara pandangnya saat ini, termasuk kami orang tuanya. Tidak ada teman-temannya dari sana yang kami tahu yang tidak mengikuti jalan yang sama, entah menjadi acuh tak acuh, atau bahkan menentang kekristenan yang alkitabiah. Dia sekarang pergi ke sebuah gereja episkopal yang memperjuangkan “keadilan sosial.” Keponakan saya, putri seorang gembala sidang, pergi ke Texas Christian University, lulus sekitar tahun 2006. Dia menjadi Unitarian beberapa tahun yang lalu. Putri bos suami saya adalah lulusan Biola yang antusias. Dia juga seorang gothic yang menggunduli kepalanya dan berbicara saat pemakaman kakeknya, memanggil arwahnya dan melakukan percakapan yang menyenangkan dengan arwah tersebut sambil minum segelas wine! Kami berdoa untuk keselamatan mereka. Saya percaya alasan anak-anak kami yang lain masih berjalan bersama Tuhan adalah karena mereka menghindari kuliah (dan berhutang) untuk mendapatkan jenis pelatihan karir lainnya. Tuhan memberkati mereka.” [Catatan Penutup: Biola, awalnya adalah singkatan dari Bible Institute of Los Angeles, dimulai pada tahun 1908 sebagai sekolah fundamentalis. Dekan pertama, W.E. Blackstone, adalah penulis buku Jesus Is Coming. Dekan selanjutnya adalah R.A. Torrey (1912-1924). Hari ini, Biola memiliki klub ketertarikan sesama jenis di kampus.] TAMBAHAN Dr. Steven Liauw: Jika sekolah-sekolah tinggi yang katanya Kristen saja sudah separah ini, apalagi sekolah-sekolah tinggi sekuler. Kebanyakan sekolah tinggi di negara-negara barat sekarang adalah sarang perusakan moral, dengan kultur seks bebas, indoktrinasi komunisme dan LGBT, dan kebencian terhadap Alkitab dan Tuhan Yesus. Kecuali iman anda sangat kuat, dan anda terus berjemaat di jemaat yang alkitabiah selama kuliah, terkikisnya iman anda adalah masalah waktu. Orang tua yang bijak akan mempertimbangkan banyak kali mengenai hal-hal ini. Kesuksesan rohani jauh lebih penting daripada kesuksesan akademis dan finansial. Mengenai sekolah-sekolah tinggi di Indonesia, setiap anak muda juga perlu menjaga diri, karena godaan dan tantangan terhadap iman marak sekali.

Posted in Education / Pendidikan, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Baptist Union di Inggris Raya Mempertimbangkan Dukungan untuk “Perkawinan” Sesama Jenis

Sumber: www.wayoflife.org

Denominasi Baptist Union yang berlokasi di Inggris Raya sedang mempertimbangkan untuk mengubah aturan mereka untuk mengizinkan para “pendeta” mereka melangsungkan pernikahan antara orang-orang dari jenis kelamin yang sama. “Dalam komunikasi dengan gereja-gereja anggotanya, denominasi itu mengkonfirmasi bahwa suatu petisi dibuat pada tahun 2020 oleh 70 anggota – yang sebagian besar adalah “pendeta.” Petisi tersebut meminta agar Aturan Pengakuan Pelayan diubah untuk menghapus poin yang mengatakan bahwa pernikahan didefinisikan sebagai ‘secara eksklusif antara seorang pria dan seorang wanita.’ … Dalam sebuah surat panjang yang membahas masalah tersebut, sekretaris jenderal Baptist Union, Lynn Green, mengatakan: ‘Sejumlah percakapan dan konsultasi akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang tetapi tidak ada tenggat waktu yang diberikan. Baptist Union, bagaimanapun, telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada keputusan yang akan dibuat pada pertemuan Dewan pada bulan Oktober’” (“Baptist Union to Consider,” Premier Christian News, 22 Juni 2022).

Petisi ini mungkin tidak akan disetujui secara resmi, tetapi permintaan seperti ini seharusnya bahkan tidak akan dipertimbangkan jika para pelayan di Baptist Union adalah orang-orang yang percaya Alkitab sejati. Ini adalah denominasi Baptist Union yang sama dari mana Charles Haddon Spurgeon, gembala sidang Metropolitan Tabernacle, London, Inggris, mengundurkan diri pada Oktober 1887. Beberapa bulan sebelumnya dia menulis, “Orang-orang yang percaya pada penebusan Kristus sekarang dinyatakan bersatu dengan mereka yang meremehkannya; orang-orang yang mengimani Kitab Suci bersekutu dengan mereka yang menyangkal inspirasi penuh; mereka yang memegang doktrin alkitabiah berada dalam aliansi terbuka dengan mereka yang menyebut kejatuhan itu sebagai dongeng, yang menyangkal kepribadian Roh Kudus, yang menyebut pembenaran oleh iman tidak bermoral, dan percaya bahwa ada masa percobaan lagi setelah kematian. … Adalah keyakinan serius kami bahwa kami tidak boleh bahkan pura-pura bersekutu dengan yang demikian. Persekutuan dengan kesalahan yang vital dan sudah diketahui jelas adalah partisipasi dalam dosa” (The Sword and the Trowel, Agustus 1887).” Baptist Union terus mengejar jalan kemurtadan. Pada tahun 1920-an, 30-an, dan 40-an, H. Wheeler Robinson, gembala dari beberapa gereja Baptist Union dan kepala Regents Park College, menyangkal ketiadasalahan Kitab Suci, menganggap Perjanjian Lama sebagai produk evolusi agama, dan menyangkal historisitas Adam dan dosa awal. Dia secara menghujat mengklaim bahwa Yesus tidaklah benar dalam segala hal yang Dia katakan. “[B]ahasa dan pemikiran dari generasi tertentu mempengaruhi dan menempel pada perkataan-perkataan-Nya” (Robinson, Ancient and English Versions of the Bible, hlm. 287). Pada tahun 1971, Michael Taylor, kepala sekolah Northern Baptist College dari Baptist Union, berbicara kepada Majelis Baptis London dengan tema, “Seberapa besar kemanusiaan Yesus itu?” Dia menyangkal bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Meskipun banyak yang memprotes ajaran sesat pria itu, Baptist Union menolak untuk mendisiplinkannya atau memecatnya dari jabatannya. Pada 2013, Lynn Green menjadi presiden wanita pertama dari Baptist Union. Dia menerima tepuk tangan meriah untuk khotbah pengukuhannya. Dia menyatakan, “Saya percaya bahwa persatuan denominasi kita siap untuk perubahan generasi … Sudah waktunya untuk … merangkul cara hidup baru untuk abad ke-21.” Inilah filosofi emerging church.

Posted in Gereja, LGBT | Leave a comment

Para Evolusionis Mengakui Kegagalan Bidang Studi Mereka

Berikut ini dikutip dari “Evolutionists Admit”, Evolution News and Science Today , 1 Juli 2022: “Sebuah artikel di The Guardian oleh jurnalis sains Stephen Buranyi mewakili sesuatu yang luar biasa dalam cara masyarakat publik memproses kegagalan teori evolusi. Di masa lalu, kegagalan-kegagalan tersebut telah diakui oleh beberapa ahli biologi … tetapi selalu dalam berbagai setting (misal dalam jurnal teknis atatu konferensi) ketika mereka berpikir tidak ada orang di luar lingkaran profesional mereka yang sedang mendengarkan. … Nah, bidang biologi evolusioner baru saja melakukan hal yang setara dengan penumpahan informasi besar-besaran di Facebook … Dalam sebuah artikel yang sangat panjang, nama-nama teratas di bidang tersebut memberitahu Buranyi tentang apa yang sudah diketahui oleh para pendukung intelligent design, tetapi hanya sedikit pembaca Guardian yang dapat menebaknya. Judul utama dari harian Inggris yang berhaluan kiri itu bertanya, ‘Apakah kita memerlukan teori evolusi yang baru?’ Jawaban singkatnya: ya. Artikel ini penuh dengan pengakuan yang memalukan: ‘Kedengarannya aneh, para ilmuwan masih belum mengetahui jawaban atas beberapa pertanyaan paling mendasar tentang bagaimana kehidupan di Bumi berevolusi. Ambil organ mata, misalnya. Dari mana mereka berasal, tepatnya? Penjelasan biasa tentang bagaimana kita mendapatkan organ yang luar biasa rumit ini bersandar pada teori seleksi alam. … Ini adalah kisah dasar evolusi, seperti yang diceritakan dalam banyak buku teks dan buku terlaris sains populer. Masalahnya, menurut semakin banyak ilmuwan, adalah hal itu sangat kasar dan menyesatkan. Salah satu contohnya adalah bahwa kisah ini bermula di bagian tengah, menerima begitu saja keberadaan sel yang peka cahaya, lensa, dan iris, tanpa menjelaskan dari mana semua itu berasal. Kisah evolusi juga tidak mampu menjelaskan bagaimana komponen-komponen yang halus dan mudah terganggu seperti itu menyatu bersama untuk membentuk satu organ. Dan bukan hanya mata yang sulit dijelaskan oleh teori tradisional ini. ‘Mata pertama, sayap pertama, plasenta pertama. Bagaimana mereka muncul. Menjelaskan ini adalah motivasi dasar biologi evolusioner,’ kata Armin Moczek, ahli biologi di Universitas Indiana. ‘Namun, kita masih belum memiliki jawaban yang bagus. Gagasan klasik tentang perubahan bertahap, satu kecelakaan demi satu kecelakaan yang membawa keuntungan, sejauh ini gagal total.’ Ada prinsip-prinsip inti evolusi tertentu yang tidak dipertanyakan secara serius oleh ilmuwan. Semua orang setuju bahwa seleksi alam berperan, seperti halnya juga mutasi dan kebetulan acak. Namun bagaimana tepatnya proses-proses ini berinteraksi–dan apakah kekuatan lain mungkin juga bekerja–telah menjadi bahan perdebatan sengit. ‘Jika kita tidak dapat menjelaskan berbagai hal dengan alat-alat yang kita miliki saat ini,’ ahli biologi Universitas Yale Günter Wagner memberi tahu saya, ‘kita harus menemukan cara-cara baru untuk menjelaskannya’ [Buranyi, ‘Apakah kita memerlukan teori evolusi yang baru?’ The Guardian, 28 Juni 2022] … Di balik semua ini, ada pertanyaan lain yang lebih dalam: apakah ide kisah besar biologi adalah dongeng yang akhirnya harus kita tinggalkan.’ … ‘Sangat kasar dan menyesatkan’? Sebuah ‘gagasan klasik’ yang ‘sejauh ini gagal total’? ‘Dongeng yang akhirnya kita tinggalkan’? … Beginilah cara para penulis Evolution News menggambarkan masalahmasalah dengan teori Darwin. Tapi saya tidak menyangka akan melihatnya dalam tulisan The Guardian.” [CATATAN PENUTUP: Seleksi alam, mutasi, dan peluang acak bukanlah kekuatan kreatif dan sama sekali tidak menjelaskan apa pun tentang keberadaan kehidupan seperti yang kita ketahui.]

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kubus Berkat Super-Duper Milik Joel Osteen

Joel Osteen, gembala sidang dari megachurch terbesar di Amerika, menawarkan “The Inspiration Cube” bagi orang yang mendonasikan $50 atau lebih. Dengan menekan sebuah tombol, kubus elektronik tersebut akan memberkati hidup Anda dengan kata-kata inspirasi, khotbah, dan afirmasi harian. Kubus ini diiklankan sebagai “awal dari kehidupan baru,” “kemenangan atas pikiran negatif,” “mengatasi rintangan apa pun,” “kemampuan untuk menjalani takdir anda,” dan “tingkat-tingkat baru kehidupan dan pengaruh yang diberkati.” Dengan perangkat ini, “Berkat-berkat Tuhan ditarik kepada Anda seperti magnet.” Ini didasarkan pada konsep “ucapkan dan klaim” dalam keseseatan Word-Faith Pantekosta. Gereja Lakewood didirikan oleh ayah Joel, John, penulis buku How to Flow in the Supernatural. Dia mengajarkan bahwa orang percaya dapat menggunakan kata-kata mereka untuk menciptakan realitas mereka sendiri. Joel memegang teologi Word-Faith ayahnya, tetapi dia lebih berfokus pada pesan “pengangkatan positif” dan mengabaikan ajaran Alkitab yang tidak populer seperti penghakiman, neraka, penyerahan diri, pengorbanan, kemurtadan, dan pemisahan dari dunia. Ketika Osteen membuat acara yang memadati koleseum di Charlotte, Carolina Utara, pada Maret 2005, pesannya adalah, “Buat keputusan sebelum Anda meninggalkan tempat ini, bahwa Anda akan bahagia di mana Anda berada sekarang.” Pesan itu sungguh bergema dengan Amerika yang murtad. Dalam sebuah wawancara di program televisi kabel internasional, Larry King Live, 20 Juni 2005, Osteen ditanya ke mana ateis, Yahudi, atau Muslim akan pergi jika mereka tidak menerima Yesus Kristus. Dia menjawab, “Anda tahu, saya sangat berhati-hati dalam mengatakan siapa yang akan dan tidak akan pergi ke surga; saya tidak tahu.” Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post pada Oktober 2011, Osteen mengatakan bahwa orang Mormon adalah orang Kristen sejati. Pada bulan Agustus 2014, istri Joel, Victoria, rekan gembala di Lakewood, mengatakan kepada jemaat, “Saya ingin kalian tahu pagi ini: Lakukan saja yang baik untuk dirimu sendiri. Berbuat baiklah karena Tuhan ingin kamu bahagia” (“Osteen Says Obedience, Worship ‘Not for God,’” Christian News Network, 28 Agustus 2014). Joel, yang berdiri di samping Victoria, mengangguk setuju.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Gereja Mennonite USA Menyetujui Resolusi yang Mendukung Pernikahan Sesama Jenis dan Berkomitmen untuk Inklusivitas LGBTQ

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari “ Mennonite Church USA,” Religion News Service, 2 Juni 2022: “Badan pemerintahan dari denominasi Mennonite terbesar di Amerika Serikat mengeluarkan resolusi pada hari Minggu (29 Mei 2022) yang mengakui bahwa selama ini mereka ‘melakukan kekerasan terhadap orang-orang LGBTQ [Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer atau Questioning] dan berkomitmen untuk menerima LGBTQ. Dalam pemungutan suara yang terpisah, Gereja Mennonite USA juga mencabut instruksi kepada para gembala untuk tidak memimpin pernikahan antara orang-orang dari jenis kelamin yang sama. Pengakuan iman resmi denominasi tersebut, yang mendefinisikan pernikahan sebagai antara seorang pria dan seorang wanita, tetap tidak berubah. Hampir 83% dari delegasi yang bertemu di majelis khusus di Kansas City, Missouri, memberikan suara mendukung pencabutan pedoman yang melarang pernikahan untuk pasangan sesama jenis, sementara resolusi untuk inklusi LGBTQ disahkan dengan selisih yang lebih tipis, dengan 55,7% mendukung. “Mengeluarkan orang-orang LGBTQIA dari gereja adalah penolakan terhadap sukacita Tuhan dalam keragaman ciptaan dan penolakan terhadap gambar dan nafas Ilahi yang menjiwai seluruh umat manusia,” demikian bunyi Resolusi untuk Pertobatan dan Transformasi. Resolusi tersebut mengikat denominasi ini untuk membentuk kelompok konstituen LGBTQ, menciptakan sumber daya denominasi untuk membahas pertobatan dan rekonsiliasi untuk jemaat-jemaat lokal dan menghormati orang-orang LGBTQ dalam pernyataan teologis di masa depan.”

Posted in Gereja, LGBT | Leave a comment

Rick Warren Mengumumkan Penerusnya

Sumber: www.wayoflife.org

Rick Warren, gembala sidang senior dari Saddleback Church di Orange County, California, telah mengumumkan bahwa dia akan digantikan oleh Andy dan Stacie Wood, tim gembala suami-istri. Pasangan Wood saat ini menjabat sebagai gembala dan “gembala pengajar” dari Gereja Echo di San Jose. Saddleback, gereja terbesar kedua di Southern Baptist Convention (SBC, dalam bahasa Indonesia: Denominasi Baptis Selatan), menentang pengakuan iman SBC (belum lagi ajaran Alkitab yang jelas) yang melarang wanita menjadi gembala. “Juga aku tidak mengizinkan perempuan untuk mengajar, ataupun untuk memerintah laki-laki, sebaliknya hendaklah ia berdiam diri. Sebab Adam yang pertama dijadikan, setelah itu barulah Hawa. Dan Adam tidaklah tertipu, melainkan perempuan itu yang karena tertipu jatuh ke dalam pelanggaran.” (1 Timotius 2:12-14, ITR). Setahun yang lalu, Saddleback menahbiskan tiga gembala wanita pertama mereka, yaitu Liz Puffer, Cynthia Petty, dan Katie Edwards. Sekarang mereka akan dipimpin oleh seorang gembala sidang senior wanita. Disebut oleh Christianity Today sebagai “gembala paling berpengaruh di Amerika,” pengaruh Warren sangatlah luas. Filosofi “Purpose Driven”-nya, berdasarkan buku terlarisnya The Purpose Driven Life, menjangkau ke dalam setiap sudut kekristenan, dari Katolik hingga Mormonisme hingga Protestan liberal hingga kelompok Injili hingga gereja-gereja alkitabiah dan Baptis fundamentalis. Satu dekade yang lalu, lebih dari 12.000 gereja dari 50 negara bagian di Amerika dan 19 negara telah berpartisipasi dalam acara 40 Days of Purpose yang diselenggarakan Warren. Lebih dari 60.000 gembala sidang berlangganan Ministry Toolbox-nya Rick Warren. Banyak gereja Baptis independen telah dipengaruhi oleh ajaran Warren. Dia mengadakan Konferensi Super Purpose Driven pada Oktober 2003 di Universitas Liberty milik Jerry Falwell (Falwell berafiliasi ganda dengan Southern Baptist Convention dan Baptist Bible Fellowship). Secara bersamaan, kampanye 40 Days of Purpose-nya Warren ditayangkan melalui siaran di lebih dari 4.000 gereja, termasuk gereja-gereja Baptis independen. Rick Warren telah dijuluki “gembalanya Amerika,” dan julukan itu cukup cocok. Dia begitu dangkal dalam pengajarannya, begitu positif dalam pendekatannya, begitu meremehkan pertobatan, begitu mengabaikan doktrin-doktrin yang tidak populer seperti penghakiman dan neraka, begitu toleran terhadap kesesatan, begitu ekumenis, begitu antusias dengan musik rock, begitu lembut berbicara tentang masalah keduniawian yang kotor, sehingga Amerika yang murtad tidak bisa tidak mencintainya. Semua karakteristik ini tercermin dalam buku terlarisnya. Injilnya begitu kosong sehingga tidak diragukan lagi itu adalah Injil yang palsu. Inilah cara untuk diselamatkan, menurut Rick Warren: “Di mana pun Anda sedang membaca ini, saya mengundang Anda untuk menundukkan kepala dan membisikkan doa yang akan mengubah keabadian Anda. ‘Yesus, saya percaya kepadaMu dan saya menerimaMu.’ Silakan. Jika Anda sungguh-sungguh memaksudkan doa itu, selamat! Selamat datang dalam keluarga Tuhan!” (The Purpose Driven Life, hlm. 58, 59). Ini bukan Injil yang diberitakan dalam kitab Kisah Para Rasul atau surat Roma atau dalam 1 Korintus. Tidak ada penanganan yang jelas tentang masalah dosa, tidak ada apa pun tentang kekudusan dan keadilan Allah, tidak ada pengajaran yang jelas tentang apa yang Yesus lakukan di kayu salib, tidak ada apa pun tentang darahNya atau kebangkitanNya. Percaya saja pada Yesus. Yesus apa? Percaya apa? Percaya bagaimana? Rasul Paulus memperingatkan dengan keras dan terus-menerus tentang Injil palsu dan dengan jelas dan ekstensif menggambarkan Injil yang benar, tetapi Rick Warren mempunyai cara yang berbeda. Dia adalah seorang penyesat yang ceria, riang, menyenangkan, dan fakta bahwa dia adalah anggota terkemuka di Southern Baptist Convention justru memperlihatkan kemerosotan denominasi itu. (Untuk dokumentasi lebih lanjut yang ekstensif tentang tuduhan ini, lihat Purpose Driven or Scripture Driven, e-book gratis yang tersedia dari www.wayoflife.org.)

Posted in Emerging Church, Gereja, Wanita | Leave a comment

Penembakan Massal di Sekolah-Sekolah Amerika

Oleh: David Cloud

Penembakan massal di sekolah Amerika yang paling baru terjadi terjadi pada 24 Mei 2022, ketika Salvador Ramos, seorang remaja berusia 18 tahun, membunuh 19 siswa sekolah dasar dan dua guru di Uvalde, Texas. Meskipun ada insiden kekerasan senjata yang terisolasi di sekolah-sekolah umum Amerika sebelum tahun 1960-an, tidak ada pembunuhan massal. Yang pertama terjadi adalah pada Agustus 1966, ketika Charles Whitman yang berusia 25 tahun membunuh 16 orang dan melukai 31 lainnya di Universitas Texas-Austin. Sejak itu, telah terjadi 13 kali atau lebih penembakan massal di sekolah-sekolah, tergantung cara penghitungannya (“13 Penembakan Sekolah Massal,” 26 Mei 2022, Reason.com). Misalnya, pada April 1999, Eric Harris dan Dylan Klebold yang berusia 18 tahun membunuh 12 siswa dan seorang guru di Columbine High School dekat Denver, lalu bunuh diri. Pada Maret 2005, Jeffrey Weise yang berusia 16 tahun membunuh tujuh siswa dan staf di Red Lake High School di Minnesota. Pada April 2007, Seung-Hui Cho yang berusia 23 tahun membunuh 32 mahasiswa dan fakultas di Virginia Tech. Setelah setiap peristiwa yang sangat dipublikasikan ini, undang-undang baru telah diusulkan, tetapi sebagian besar itu adalah hal-hal spontan yang tidak membahas masalah mendasar. (Menempatkan lebih banyak senjata ke tangan orang yang tepat akan memberikan perlindungan yang lebih baik.) Amerika sejak dulu sudah memiliki budaya senjata, tetapi Amerika tidak selalu rawan kekerasan seperti saat ini. Persentase yang lebih besar dari penduduk Amerika memiliki senjata pada paruh pertama abad ke-20 dan persentase yang lebih besar memiliki pengalaman militer dan bela diri lainnya, tetapi tidak ada penembakan massal di sekolah. Hal yang berubah adalah karakter moral Amerika dan budaya yang berlaku.

Kami akan mendaftarkan tiga hal fondasi yang mendasari perubahan ini. Yang pertama adalah kemurtadan gereja-gereja Amerika. Abad ke-20 menyaksikan penurunan besar dalam karakter gereja-gereja Injili Protestan dan Baptis. Ada penghilangan besar-besaran dari hal-hal dasar seperti keanggotaan jemaat yang lahir baru, khotbah yang terus terang, disiplin gereja, separasi dan gaya hidup musafir, ayah sebagai kepala rohani rumah tangga dan pengawas pendidikan anak-anak, dan ibu sebagai penjaga rumah. Suasana pesta yang ringan menggantikan suasana suci. Gereja-gereja berjalan seirama dengan dunia. Hal fondasi kedua adalah bangkitnya budaya pop dan industri hiburan yang keji dan melawan Kristus. Budaya anak-anak muda yang digerakkan oleh musik mmeluncur masuk pada tahun 1950-an (didahului oleh budaya jazz yang lebih kecil) dan meledak dalam pengaruh pada tahun 1960-an. Dengan tema yang berpusat pada diri sendiri: “Ini hidupmu; lakukan apa yang kamu inginkan,” budaya ini adalah pemberontakan terbuka kepada Tuhan dan hukum-hukum suci-Nya dan merupakan resep untuk bencana moral. Budaya pop dan industri hiburan telah tumbuh semakin korup dan rawan kekerasan setiap dekade, dan internet, handphone, dan media sosial telah memperkuat pengaruhnya. Hal fondasi ketiga adalah korupsi filosofis dari sistem sekolah umum. Ini dimulai pada pergantian abad ke-20 dan menyebar perlahan, dan semakin bertumbuh secara dramatis seiring dengan berjalannya waktu menuju pertengahan abad. Titik balik utama adalah penggantian kepercayaan akan penciptaan dunia dengan evolusi dan penolakan pandangan alkitabiah tentang Tuhan dan manusia dan moral absolut. Hasilnya telah terbukti untuk dilihat semua orang. Perbedaan moral antara Amerika tempat saya dilahirkan pada tahun 1949 dan Amerika yang ada saat ini sangat menakjubkan. Penembakan massal di sekolah hanyalah salah satu elemen kecil. Dua hal teratas yang akan membawa perubahan moral yang nyata ke Amerika adalah ini: Hal pertama adalah kebangunan rohani di gereja-gereja yang percaya Alkitab. Gereja-gereja memegang kunci untuk ini jika mereka bersedia membayar harganya. Para gembala harus berhenti mengikuti dan mulai memimpin. Hal kedua yang dapat membawa perubahan moral yang nyata di Amerika adalah pembongkaran sistem pendidikan publik, termasuk perguruan tinggi dan universitas yang didukung pemerintah. Paling tidak, semua umat tebusan Tuhan harus berhenti mendukung sekolah umum yang menentang Tuhan.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Semangat Tempur Fundamentalisme

Oleh David Cloud

Disadur dari buku The History and Heritage of Fundamentalism and Fundamental Baptists, www.wayoflife.org

Fundamentalisme sebagai sebuah gerakan memiliki kelemahan-kelemahan yang serius, seperti yang telah kami dokumentasikan dalam buku ini, tetapi kekuatan Fundamentalisme adalah pendiriannya yang kokoh membela inspirasi yang sempurna dari Kitab Suci, pola pikirnya yang menguji segala sesuatu, semangatnya untuk kebenaran, kesediaannya untuk memperjuangkan kebenaran, untuk membela kebenaran, untuk berkhotbah melawan kesalahan sekaligus mendukung kebenaran, dan untuk memisahkan diri (separasi) dari kesalahan.

Hal-hal ini alkitabiah dan benar. Faktanya, tidak ada bentuk kekristenan yang bisa tidak memiliki hal-hal ini dan bisa bertahan alkitabiah dan benar.

“Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.” (Maz. 119: 128).

“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Rom. 16:17).

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Kor. 6:14).

“Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.” (Ef. 5:11).

“Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain.” (1 Tim. 1:3).

“Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka, di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.” (1 Tim. 1:19-20).

“Percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.” (1 Tim. 6:5).

“Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan” (1 Tim. 6:20).

“Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.” (2 Tim. 2:16-18).

Continue reading

Posted in Fundamentalisme | Leave a comment

Hashem, Yehovah, Yahweh, Yesus

Sumber: www.wayoflife.org
Oleh Dr. David Cloud

Tradisi Talmud Yahudi melarang penyebutan nama Tuhan baik Yehovah atau Yahweh, yang terdiri dari empat huruf Ibrani. Dalam tiga abad sebelum Kristus, tradisi para rabi menetapkan bahwa nama Allah terlalu suci untuk diucapkan. Diklaim bahwa nama Tuhan diucapkan di masa lalu hanya oleh imam besar pada Hari Pendamaian, tetapi ini bertentangan dengan ajaran Alkitab yang jelas. Nama Allah yang mulia telah diganti dalam tradisi Yahudi dengan sebutan hashem yang datar, yang berarti “nama itu”, dan karena itu tidak berarti apa-apa.

Tetapi Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah dengan penuh belas kasih dan ajaib telah menyatakan nama-Nya yang kudus untuk dikenal dan diucapkan oleh manusia, bukan untuk dikaburkan oleh tradisi yang sia-sia.

“Supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama YEHOVAH, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” (Mazmur 83:19).

“Percayalah kepada YEHOVAH selama-lamanya, sebab TUHAN YEHOVAH adalah gunung batu yang kekal.” (Yesaya 26:4).

Nama Jehovah atau Yehovah muncul 6.519 kali dalam Alkitab Ibrani, dimulai dari Kejadian 2 dalam kaitannya dengan penciptaan pribadi Allah atas Adam dan Hawa.

Nama “Yehovah” mencakup segala sesuatu tentang Allah, tetapi secara khusus menekankan Allah sebagai Penebus, Juruselamat, Gembala. “Dari TUHAN [Yehovah] datang pertolongan” (Mzm. 3:9); ”TUHAN [Yehovah] adalah gembalaku” (Mzm 23:1); ”Aku, Akulah TUHAN [Yehovah] dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku” (Yes. 43:11); “Aku, TUHAN [Yehovah], adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.” (Yes. 49:26; 60:16). Yehovah juga adalah Hakim. Dia adalah Penebus yang menepati perjanjian bagi orang percaya dan juga Allah kudus yang menghakimi penghakiman orang yang tidak percaya (Ul. 7:9-10).

Yehovah adalah Allah yang setia memelihara perjanjian. Yehovah-lah yang membuat perjanjian dengan Abraham (Kej 12:1-4; 15:8), Ishak (Kej 26:1-4), Yakub (Kej 28:11-15) dan Daud (2 Sam. 7:8-16). Yehovah adalah Penulis Perjanjian Baru dengan Israel (Yer. 31:31-34). Salomo menekankan bahwa Yehovah adalah Allah yang “menepati perjanjian dan menunjukkan belas kasihan” (2 Taw 6:14-15).

Kita melihat definisi Yehovah dalam penyebutan pertama nama itu di Kejadian 2-3. Tuhan disebut Yehovah 19 kali dalam pasal-pasal ini. Di sini kita melihat Yehovah sebagai Pencipta yang pengasih dan mahakuasa, menciptakan manusia dan menyediakan semua kebutuhannya, menjadikan alam semesta untuk tempat tinggalnya dan firdaus yang mulia untuk rumahnya. Kita melihat Yehovah sebagai Hakim yang adil, yang memberikan hukum pertama kepada manusia dan peringatan penghakiman atas ketidaktaatan (Kej. 2:16-17). Kita melihat Yehovah sebagai Hakim, menghukum manusia setelah kejatuhan. Tetapi kita juga melihat Dia sebagai Penebus, mencari orang berdosa, membawa mereka kepada pertobatan, bernubuat tentang Juruselamat yang akan datang, dan mengenakan jubah yang menandakan keselamatan yang akan disediakan oleh pengorbanan Anak Allah (Kej. 3:8, 15, 21 ).

Continue reading

Posted in Alkitab, Theologi | Leave a comment