Pemain Bola Yunani yang Sudah Pensiun Dihukum Penjara Karena Komentar Anti-LGBT

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini kutipan dari “God Created Adam and Eve,” Premier Christian News, 14 Nov. 2022: “Seorang legenda sepak bola Yunani telah dijatuhi hukuman penjara setelah dia mengkritik undang-undang identitas gender di media sosial. Gelandang pensiunan Vasilis Tsiartas telah dijatuhi hukuman sepuluh bulan penjara dan denda 5.000 oleh pengadilan Athena setelah dia didakwa dengan ujaran kebencian menyusul komentar yang dia buat pada tahun 2017. Tsiartas menulis di halaman Facebook-nya bahwa dia berharap ‘perubahan jenis kelamin pertama dilakukan pada anak-anak dari mereka yang meratifikasi kekejian ini,’ menurut outlet berita The Greek Times. ‘Legitimasikan juga pedofila untuk menuntaskan kejahatannya,’ lanjutnya. Tsiartas kemudian menambahkan, ‘Tuhan menciptakan Adam dan Hawa.’ Undang-undang yang dikritik oleh Tsiartas menghapus persyaratan medis dari proses perubahan jenis kelamin yang sah, dan menurunkan usia minimum menjadi 15 tahun. Setelah komentar Tsiartas itu, aktivis trans terkemuka di Yunani, Marina Galanos, mengajukan gugatan terhadapnya. Pria berusia 49 tahun itu menjadi orang pertama yang dihukum setelah Yunani memperkenalkan undang-undang anti-rasis untuk hasutan publik atas kekerasan atau kebencian atas dasar identitas gender. Asosiasi Dukungan Transgender (SYD) menggambarkan hukuman Tsiartas sebagai ‘sangat penting bagi komunitas transgender.’ Menanggapi berita di Twitter, Tsiartas mengatakan dia akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Tidak Ada Suku Terhilang

Sumber: www.wayoflife.org

Dimulai dengan penawanan Asyur dan Babilonia pada abad ke-8 dan ke-6 SM, suku-suku Israel terserak-serak, tetapi mereka tidak pernah hilang. Yakobus berbicara tentang mereka pada zamannya. “Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan” (Yak. 1:1). Pada masa Tribulasi, 144.000 penginjil akan dimeteraikan dari 12 suku Israel (Wahyu 7:4-8). “Penyebutan dua belas suku Israel juga merupakan sanggahan terhadap gagasan bahwa suku-suku Israel hilang, serta teori bahwa suku-suku yang hilang ini berlanjut terus dalam masyarakat berbahasa Inggris di dunia [British Israelism]. Meskipun silsilah-silsilah bisa telah hilang, seorang Yahudi modern dapat yakin bahwa dia adalah keturunan Abraham; dan Tuhan tahu ke suku mana dia harus diklasifikasikan” (John Walvoord).

Posted in Israel | Leave a comment

Riset Baru Menunjukkan Bahwa Pelarangan Bernyanyi dan Pengharusan Masker di Gereja Selama Covid Tidaklah Diperlukan

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini disadur dari “New Study,” Premier Christian News, Nov. 17 Agustus 2022: “Sebuah studi baru menunjukkan bahwa larangan bernyanyi di dalam ruangan di gereja-gereja dan di paduan suara selama pandemi Covid 19 didasarkan pada bukti yang menyesatkan. Alasan pelarangan yang diterapkan di sebagian besar negara, didasarkan pada latihan paduan suara yang berlangsung pada Maret 2020 pada kelompok Skagit Valley Chorale di Mount Vernon, di Gereja Presbiterian Washington, di mana 52 dari 61 peserta terinfeksi virus corona. Namun penyelidikan selanjutnya oleh pejabat Kesehatan Masyarakat Kabupaten Skagit memberikan informasi baru bahwa seorang anggota paduan suara, yang datang ke latihan tahun 2020 dengan gejala dan kemudian dinyatakan positif terkena virus, lebih mungkin berasal dari komunitas yang terinfeksi dan merupakan satu-satunya sumber infeksi virus. Tinjauan atas informasi baru ini oleh Universitas Brunel, Universitas Nottingham Trent, dan Fakultas Kedokteran Brighton dan Sussex menyimpulkan bahwa banyak gejala pada para anggota paduan suara itu mulai terlalu dini untuk bisa disebabkan oleh latihan tersebut. Dr. Colin Axon dari Brunel University London berbicara kepada Premier dan mengatakan dia yakin larangan global tidak diperlukan. ‘Saya dapat melihat mengapa ada kehati-hatian, tetapi saya pikir itu hati-hati yang terlalu berlebihan, dan menurut saya itu tidak perlu. Nilai dan fungsi dari orang berkumpul dan bernyanyi benar-benar dilupakan. Masker juga tidak efektif di lingkungan gereja, tidak ada lagi bukti ilmiah bahwa masker itu berfungsi, hal-hal ini bersama-sama menciptakan ketakutan pada orang-orang, yang tidak berdasar, tidak dapat dibenarkan. Masyarakat tidak perlu takut karena pengaruh sosialisasi dengan orang lain terhadap kesehatan masyarakat, baik itu di lingkungan gereja atau paduan suara atau yang lainnya, yang penting adalah interaksi sosial yang dibutuhkan masyarakat, dan itu berpengaruh signifikan terhadap kesehatan seseorang.’”

Posted in General (Umum), Gereja, Kesehatan / Medical | Leave a comment

Inskripsi Hizkia

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini kutipan dari “Bible’s Reliability Further Affirmed,” Israel Today, 8 Nov. 2022: “Sebuah patahan dari sebuah ukiran pada tablet batu kapur seukuran telapak tangan kini menambah konfirmasi lebih lanjut pada kisah alkitabiah dan memberikan sentuhan baru tentang bagaimana raja-raja Israel melihat diri mereka sendiri. Prasasti yang tidak lengkap dan terukir dalam huruf Ibrani kuno ini awalnya dilaporkan pada tahun 2008, tetapi belum terpecahkan tulisannya hingga saat ini. Huruf-huruf pada prasasti itu hanyalah penggalan-penggalan kata, selebihnya huruf-huruf itu telah dipatahkan. Saat ditemukan, artefak tersebut berada di dekat kolam buatan manusia kuno bersama dengan pecahan tembikar yang berasal dari abad ke-8 SM. Namun, awalnya Otoritas Kepurbakalaan Israel tidak membuat hubungan konklusif antara prasasti, Raja Hizkia dan kolam. Sekarang dua ahli arkeologi utama Israel, Gerson Galil dan Eli Shukron, telah menyimpulkan bahwa tulisan lengkapnya adalah: ‘Hizkia membuat kolam di Yerusalem.’ Perikop paralel ditemukan dalam 2 Raja-raja 20:20, yang berbunyi: ‘Selebihnya dari riwayat Hizkia, segala kepahlawanannya dan bagaimana ia membuat kolam dan saluran air dan mengalirkan air ke dalam kota, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda?’ Beberapa tahun yang lalu, kaum minimalis arkeologi yang skeptis mengklaim bahwa hanya sedikit bukti yang ditemukan untuk keandalan Alkitab. Namun, dari tahun ke tahun klaim tersebut semakin terbukti terlalu dini dan keliru.”

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Cop27 dan Program Kontrol Global PBB

Sumber: www.wayoflife.org

Konferensi COP27 PBB di Mesir, 6-18 November, adalah peristiwa besar terbaru dalam dorongan global untuk langkah ekstrim untuk menghentikan “perubahan iklim akibat ulah manusia.” COP adalah singkatan dari Conference for Party, mengacu pada negara-negara yang telah menandatangani Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim. Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin akan berbicara kepada 40.000 peserta. Mungkin Putin akan menegaskan bahwa penghancuran besar-besaran di Ukraina adalah baik untuk iklim. Perubahan iklim akibat ulah manusia adalah mitos modern yang telah diungkapkan oleh banyak ilmuwan, tetapi merupakan kendaraan yang sempurna untuk meningkatkan agenda PBB menuju satu pemerintahan dunia. PBB menginginkan kekuatan untuk memaksa negara-negara memenuhi tuntutannya: mengganti energi bahan bakar fosil yang dapat diandalkan dengan angin dan matahari yang tidak dapat diandalkan dan tidak mencukupi, mengganti mesin pembakaran internal dengan listrik, secara dramatis mengurangi penggunaan pupuk dan jumlah ternak, dll. (sehingga meningkatkan resiko kekurangan pangan dan kelaparan), menyediakan dana “kehilangan dan kerusakan” kepada negara-negara berkembang untuk kerugian yang diduga disebabkan oleh perubahan iklim (yaitu, topan, banjir), dan membayar miliaran dolar setiap tahun untuk Dana Iklim Hijau. (Selalu ikuti jejak uang.) Kefanatikan terhadap iklim ini adalah “penyembahan bumi.” Ini adalah histeria orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan Pencipta yang Mahakuasa dan wahyu-Nya kepada umat manusia. Firman Tuhan memberi tahu kita bagaimana bumi dimulai dan bagaimana bumi akan berakhir, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan perubahan iklim. Manusia tidak menciptakan bumi, dan manusia tidak dapat menyelamatkan bumi, meskipun sedang sekarat. Manusia bergantung pada Tuhan, satu-satunya yang memiliki kekuatan untuk menopang alam semesta.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Seorang Laki-Laki Memenangkan Kompetisi Regional Miss Amerika

Sumber: www.wayoflife.org

Seorang bocah lelaki yang mengaku transgender memenangkan kompetisi Miss America regional tahun 2022 di Derry, New Hampshire. Pemenang kontes Miss Greater Derry memenuhi syarat untuk mengikuti kontes Miss New Hampshire, yang merupakan kompetisi tingkat negara bagian untuk kontes Miss America nasional. Brian (yang dia ucapkan Bree-Ann) Nguyen, yang tidak hanya bukan seorang “nona” (atau miss dalam bahasa Inggris) tetapi juga menderita obesitas, mengumumkan di Instagram, “Inisiatif Dampak Sosial Saya adalah #QueensAre Everywhere. Ini adalah gerakan media yang membantu generasi berikutnya mengembangkan rasa percaya diri, menyadari potensi mereka, dan menjadi pengendali takdir mereka sendiri. … Saya sangat senang menjadi wanita transgender PERTAMA yang menjadi pemegang gelar lokal Miss America, dan saya berharap dapat membuat semua orang bangga dan menjadi yang pertama berjalan di panggung Miss America.” Kontes kecantikan Miss America tidak sopan menurut standar alkitabiah dan kami tidak membelanya, tetapi bukan itu intinya. Intinya adalah bahwa Miss America adalah untuk “nona-nona” dan bukan “tuan-tuan.” Gerakan trans adalah pemberontakan terang-terangan kepada Sang Pencipta yang menjadikan umat manusia “laki-laki dan perempuan,” dan mereka perlu diberi tahu bahwa itu akhirnya tidak akan baik bagi mereka jika mereka tidak bertobat dan berpaling kepada Yesus Kristus untuk keselamatan yang ajaib, transformatif, dan tidak layak didapatkan. Pada tingkat praktis, siapa yang waras akan memilih seorang laki-laki gemuk daripada sekelompok gadis cantik dalam kontes kecantikan? Apa yang dipikirkan gadis-gadis malang itu ketika mereka dengan bodohnya kehilangan kesempatan memenangkan beasiswa dan maju ke kontes Miss New Hampshire? Mereka harus bersuara. Pada tahun 2021, seorang pria “transgender” bernama Kataluna Enriquez memenangkan kontes kecantikan Miss Nevada USA. Sebagai catatan yang lebih baik, pada bulan Februari tahun ini, seorang hakim federal memutuskan bahwa kontes Miss Amerika Serikat dapat mempertahankan aturan mereka bahwa kontestan “adalah orang yang lahir sebagai wanita alami.” Para operator kontes ini memiliki akal sehat untuk menolak laki-laki yang mencoba mengikuti kontes, dan dia kalah dalam tuntutan hukumnya. Setiap orang perlu bersuara menentang kegilaan ini.

Posted in LGBT | Leave a comment

Kekudusan Keswick

Berikut ini disadur dari The History and Heritage of Fundamentalism and Fundamental Baptists, David Cloud, hak cipta 2020, www.wayoflife.org –

Ajaran kesucian Keswick memiliki pengaruh besar dalam Fundamentalisme. Keswick Holiness mendapatkan namanya dari konferensi-konferensi Alkitab yang diadakan di Keswick di barat laut Inggris. Pertemuan-pertemuan itu didahului oleh gerakan kekudusan yang menyebar dengan cepat di Amerika dan Inggris.

Doktrin Keswick dipengaruhi oleh doktrin “pengudusan penuh” Metodis. John Wesley mengajarkan bahwa orang percaya dapat mengalami “kematian total terhadap dosa, dan pembaharuan yang menyeluruh dalam kasih, dan gambar Allah” sehingga “mereka sekarang dalam pengertian demikian adalah sempurna, tidak melakukan dosa, dan dibebaskan dari pikiran dan emosi jahat” (A Plain Account of Christian Perfection). Doktrin Wesleyan ini disebut pengudusan penuh atau menyeluruh, cinta sempurna, keselamatan penuh, istirahat kedua. Hal ini diajarkan oleh Gereja Metodis, sebagai berikut: “Pengudusan penuh adalah keadaan cinta sempurna, kebajikan dan kekudusan sejati yang dapat diperoleh setiap orang percaya yang lahir baru dengan dibebaskan dari kuasa dosa … karunia yang indah ini dapat diterima dalam hidup ini secara bertahap maupun seketika, dan harus diupayakan dengan sungguh-sungguh oleh setiap anak Tuhan.”

Kami segera menambahkan bahwa inti dari theologi kekudusan John Wesley adalah keyakinan total, penyerahan total, dan kepercayaan total pada Kristus, dan ini alkitabiah. Ini terlihat dalam himne Wesley yang indah “Jesus, Lover of My Soul.”

Jesus, lover of my soul,

let me to thy bosom fly,

while the nearer waters roll,

while the tempest still is high;

hide me, O my Savior, hide,

till the storm of life is past;

safe into the haven guide,

O receive my soul at last!

Other refuge have I none;

hangs my helpless soul on thee;

leave, ah! leave me not alone,

still support and comfort me.

All my trust on thee is stayed,

all my help from thee I bring;

cover my defenseless head

with the shadow of thy wing.

Plenteous grace with thee is found,

grace to cover all my sin;

let the healing streams abound;

make and keep me pure within.

Thou of life the fountain art;

freely let me take of thee;

spring thou up within my heart,

rise to all eternity.

Charles Finney juga memiliki pengaruh yang luas pada gerakan kekudusan. Dalam bukunya Systematic Theology (1846), dia berkata bahwa mereka yang diselamatkan “biasanya hidup tanpa dosa dan jatuh ke dalam dosa hanya pada interval yang sangat sedikit dan jarang, sehingga dengan bahasa yang kuat, dapat dikatakan sebenarnya mereka tidak berbuat dosa.” Dia mempromosikan pengajaran ini melalui pelayanan kebangunan rohaninya, buku-bukunya, dan para siswa yang dididik di Oberlin College. Pengajaran itu disebut “theologi Oberlin.” Presiden Oberlin, Asa Mahan, mengajarkan hal ini dalam bukunya tahun 1844, Scripture Doctrine of Christian Perfection. Baik Finney maupun Mahan mengaku telah mengalami “pertobatan kedua” pada tahun 1836. “Mahan percaya bahwa sebagai hasil dari pengalaman ini, keinginan dan ketertarikannya telah dimurnikan, sehingga bukan saja dia bebas dari melakukan dosa tetapi juga tidak lagi mempunyai kecenderungan yang biasa terhadap dosa” (“The Cleansing Wave,” majalah Christian History, Edisi 82).

Penginjil Methodist Phoebe Palmer (1807-1874) memiliki pengaruh besar pada pengajaran kekudusan di Amerika dan Inggris. Phoebe mengaku telah mengalami “pengudusan penuh” pada tahun 1837. Dia berkhotbah di gereja-gereja, berbagai konferensi, dan pertemuan kamp. Suaminya, Walter, juga berkhotbah, tetapi Phoebe-lah yang paling populer. Mereka berkhotbah di Inggris selama beberapa tahun mulai tahun 1859. Pada tahun 1864, mereka mulai menerbitkan majalah bulanan The Guide to Holiness. Buku Phoebe Palmer The Way of Holiness dibaca secara luas. Dia membela pengkhotbah wanita dalam bukunya The Promise of the Father. Putrinya, Phoebe Knapp, menulis beberapa nada lagu himne, termasuk satu untuk lagu “Blessed Assurance” karya Fanny Crosby.

(Keswick biasanya tidak berpegang pada perfeksionisme tanpa dosa atau “pengudusan penuh.” meskipun beberapa guru awal berpegang pada ini.)

Continue reading

Posted in Theologi | Leave a comment

Remaja Amerika Rata-Rata 70 Jam Seminggu Terpaku pada Layar

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari “Outside of School,” The Federalist, Oct. 31 Oktober 2022: “Orang Amerika berusia 11 hingga 18 tahun bermain online rata-rata 10 jam per hari, menurut sebuah penelitian hari ini oleh tim peneliti yang mencakup psikolog Jean Twenge, penulis ‘iGen’ dan ‘Generation Me.’ Para peneliti mensurvei 1.600 orang Amerika berusia 11 hingga 18 tahun pada Mei 2022. Rata-rata, peserta penelitian melaporkan menggunakan media digital rata-rata 10 jam dan empat menit per hari, pada kegiatan hiburan seperti media sosial, video chat, SMS, belanja, dan gaming. … total 70 jam per minggu yang dihabiskan di layar juga belum termasuk waktu yang dihabiskan untuk menonton TV. … Studi lain tentang penggunaan layar anak-anak memperkuat temuan ini–bahwa kaum muda Amerika menyia-nyiakan hampir semua waktu luang mereka untuk hiburan daripada pertumbuhan pribadi atau pelayanan kepada orang lain. … Studi ini merekomendasikan agar orang tua menjauhkan perangkat elektronik dari kamar tidur anak-anak di malam hari, membatasi waktu layar hingga beberapa jam per hari, menunda akses ponsel cerdas hingga usia 16 atau 18 tahun, menjauhkan anak-anak dari media sosial selama mungkin, dan mengatur bagi anak-anak mereka untuk berteman dengan anak-anak dalam keluarga lain dengan batasan yang sama tentang penggunaan teknologi untuk membantu anak-anak mereka bersosialisasi dengan orang, bukan dengan robot. … Ini adalah bentuk lain dari bunuh diri masyarakat. Kemalasan tidak dapat mempertahankan, apalagi terus memajukan, tingkat kemajuan ilmiah dan budaya kelas dunia Amerika Serikat. Tidak ada yang berharga yang datang tanpa usaha yang keras dan berkelanjutan. Kecanduan internet tidak hanya menghapus kemauan tetapi juga disiplin diri, keunggulan, dan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan untuk bekerja dengan orang lain dan mempertahankan hubungan kunci seperti pernikahan, seperti yang ditunjukkan oleh Twenge dan karya akademis lainnya. … Orang tua perlu bertanggung jawab dan melakukan kerja keras untuk membatasi secara ketat sisi kecanduan internet dari anak-anak mereka, tidak hanya untuk kebaikan mereka sendiri tetapi juga untuk negara kita. … jangan menunggu orang lain melakukan pekerjaan Anda untuk Anda. Letakkan ponsel Anda, ambil anak-anak Anda, dan jadikan moto keluarga Anda salah satu judul buku masa kecil saya: ‘Lakukan Sesuatu Selain Menonton TV.’ Jika anak-anak Anda memasuki usia dewasa tanpa melakukan apa pun dengan 25.000 jam hidup mereka, yang tidak akan pernah mereka dapatkan kembali, dan dengan otak mereka dihancurkan oleh mesin slot internet, itu kesalahan Anda. Andalah yang membayar telepon mereka dan membiarkan mereka merusak diri sendiri. Katakan pada mereka untuk melakukan pekerjaan atau membaca beberapa buku atau melakukan apapun selain menyabot diri mereka sendiri dan masyarakat kita.”

Posted in General (Umum), Keluarga, Teknologi | Leave a comment

Gereja Katolik Meninggalkan Oposisi terhadap Aborsi pada Tingkat Tertinggi

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut ini dikutip dari “Mother Earth, Pregnant Mothers,” FrontPageMag.com, 29 Sep. 2022: “Seorang pejabat tinggi Vatikan mengejutkan umat Katolik selama wawancara televisi baru-baru ini dengan secara tidak sengaja mengkonfirmasi mundurnya Gereja Katolik dari salah satu posisi moral fundamentalnya … Pejabat yang bersangkutan mengatakan di jaringan nasional Italia tanggal 26 Agustus bahwa gereja tidak tertarik untuk menentang hukum negara yang mengizinkan aborsi. Ditetapkan pada tahun 1978, Undang-undang 194 melegalkan aborsi pada trimester pertama dan mengizinkannya setelah itu hanya jika kehidupan ibu dalam bahaya atau jika janin menunjukkan ‘kelainan atau malformasi yang serius,’ demikian bunyi hukum tersebut. Pejabat itu bahkan memiliki keberanian untuk mengatakan bahwa Hukum 194 mewakili ‘pilar kehidupan sosial kita.’ … Yang mengherankan, pejabat Vatikan yang membuat pernyataan itu adalah Kardinal Vincenzo Paglia, presiden Akademi Kepausan untuk Kehidupan, yang didirikan oleh Paus Yohanes Paulus II khusus untuk menentang aborsi. Tommaso Scandroglio, wartawan untuk surat kabar Katolik La Nuova Bussola Quotidiana, dengan sempurna menggambarkan dampaknya: ‘Ini seperti kalau tiba-tiba presiden Liga Anti-Pencemaran Nama Baik Yahudi menyatakan dirinya mendukung Holocaust.’ … Pada Mei 2021, otoritas teologi terkemuka Vatikan (otoritas kedua di bawah Paus) melarang para uskup Amerika untuk menahan Komuni dari politisi Katolik yang mendukung aborsi. Dalam mengeluarkan surat itu, Kardinal Luis Ladaria, prefek Kongregasi untuk Ajaran Iman, bertentangan dengan katekismus dan hukum kanonik gerejanya sendiri. … Katekismus Katolik menggambarkan aborsi sebagai ‘kejahatan moral.’”

Posted in Katolik, Kesehatan / Medical | Leave a comment

Dekan Katedral Canterbury yang Homoseksual

Sumber: www.wayoflife.org

Dekan baru Katedral Canterbury, David Monteith, adalah seorang homoseksual yang berada dalam “kemitraan sipil sesama jenis.” Sebelumnya, Monteith adalah Dekan Leicester. Pencalonan Monteith disetujui oleh mendiang Ratu Elizabeth (“Dekan Baru Canterbury,” 11 Oktober 2022, Englishcathedrals.co.uk). Justin Welby, Uskup Agung Canterbury, berkata, “Saya senang dengan penunjukan David. … Kami akan mendapat banyak manfaat dari pengalaman dan perspektif David, paling tidak dari karyanya dalam membantu beragam agama dan komunitas budaya untuk hidup bersama dengan baik.” Katedral Canterbury adalah lokasi takhta Uskup Agung Canterbury, kepala Gereja Inggris. Dekan mengepalai tim yang bertanggung jawab atas pengelolaan harian katedral di bawah arahan sang uskup agung. Editor: Ini memperlihatkan bahwa Gereja Anglikan sama sekali tidak lagi mempunyai kebenaran. Di dunia ini ada banyak gereja, tetapi kebanyakan sama sekali tidak mempunyai kebenaran. Kebenaran menjadi komoditas yang berharga di akhir zaman ini, namun sedikit orang yang mencarinya.

Posted in Gereja, LGBT | Leave a comment