Bahasa Skinny Jeans (Jeans Ketat)

oleh: Dr. David Cloud (www.wayoflife.org)

Pakaian adalah salah satu bentuk bahasa. Ia adalah suatu “pesan sosial”, sebuah “pernyataan” mode.

Wikipedia mendefinisikan fashion sebagai “cara berekspresi yang sedang tenar.” Laporan tersebut mengakui bahwa “setiap jenis pakaian membawa makna budaya dan sosial” dan mengamati bahwa “manusia harus mengetahui kodenya untuk mengenali pesan yang dikirimkan.”

Perancang busana Amerika, Rachel Zoe, berkata, “Style adalah cara untuk mengatakan siapa Anda tanpa harus berbicara” (goodreads.com).

Penulis feminis Virginia Woolf berkata, “Pakaian mengubah pandangan kita tentang dunia, dan pandangan dunia tentang kita” (Orlando, bab 4).

Desainer Prancis Jean Cocteau berkata, “Style adalah cara sederhana untuk mengatakan hal-hal rumit” (goodreads.com).

Perancang busana Italia, Miuccia Prada, berkata, “Fashion adalah bahasa instan” (“Wawancara: ‘Fashion Is How You Present Yourself,’” Wall Street Journal, 18 Januari 2007).

Pengetahuan tentang hal ini adalah mesin yang menggerakkan industri fashion, dan anak-anak Tuhan juga perlu memahaminya.

Saya perlu bertanya pada diri sendiri, pesan apa yang sedang disampaikan oleh pakaian saya? Apakah itu sesuai dengan prinsip moral Firman Tuhan? Apakah itu memuliakan Tuhan?

SKINNY JEANS SEBAGAI BAHASA

Ada banyak nama dan model celana slim. Mereka disebut skinny, super skinny, skinnies, drainpipe, dan celana cigarette.

Pesan apa yang mereka sampaikan? Untuk ini kita hanya perlu membiarkan dunia berbicara.

Skinny jeans menyampaikan pemberontakan

Skinny jeans diciptakan oleh rock & rollers pada 1950-an dan selalu dikaitkan dengan pemberontakan.

Continue reading

Posted in Fashion, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Penemu MRI Mengatakan Evolusi Adalah Fiksi Ilmiah

Sumber: www.wayoflife.org

Berikut kutipan wawancara dengan dr. Raymond Damadian yang dilakukan pada Januari 2012 oleh Shem Dharampaul dari Alberta, Kanada. dr. Dharampaul adalah Anggota dari College of Physicians di Kanada dan terlatih dalam kedokteran nuklir.

dr. Damadian, seorang ahli biofisika, adalah penerima Penghargaan Prestasi Lemelson-MIT sebagai “orang yang menemukan alat pemindai MRI.” Pada tahun 1988 ia dianugerahi National Medal of Technology, penghargaan tertinggi Amerika untuk ilmu terapan, dan setahun kemudian, ia dilantik ke dalam Inventors Hall of Fame, suatu kehormatan yang juga dimiliki oleh nama-nama besar seperti Thomas Edison, Samuel Morse, dan Wright Brothers. Alat MRI pertama yang dr. Damadian dan rekan-rekannya bangun pada tahun 1977, yang dijuluki “The Indomitable,” berada di Smithsonian Institution di Washington, D.C.

PERTANYAAN: Mengapa Anda percaya bahwa Alkitab itu benar?

DAMADIAN: Jika Anda memakai waktu untuk memeriksa bukti-bukti yang mendukung Alkitab dan teori-teori alternatif yang bertentangan, dari persepsi saya, bukti-bukti tersebut sangat mendukung catatan Alkitab dan menihilkan pemikiran alternatif seperti evolusi. Bukti untuk evolusi tidak ada. Menurut saya, evolusi adalah fiksi ilmiah.

PERTANYAAN: Apakah catatan Alkitab tentang penciptaan bertentangan dengan fakta sains yang diketahui?

DAMADIAN: Tidak. Sama sekali tidak. Menurut pendapat saya, evolusi bertentangan dengan fakta sains.

PERTANYAAN: Menurut Anda, dalam hal-hal apa evolusi bertentangan dengan fakta-fakta sains yang diketahui?

DAMADIAN: Sebagai contoh, evolusi berkontradiksi dengan hukum pertama termodinamika. Evolusi juga bertentangan dengan hukum kedua termodinamika. Dan evolusi bertentangan dengan hukum fisika yang utama dan mendasar, yaitu hukum sebab dan akibat. Efek tidak pernah bisa lebih besar dari penyebab (kausa), tetapi evolusi harus dimulai dengan jamur lendir dan berakhir dengan manusia. Jadi itu adalah kontradiksi langsung terhadap hukum sebab dan akibat. Hukum kedua termodinamika mengatakan bahwa segala sesuatu sedang berjalan menurun. Semua proses alam merosot ke titik di mana hasil akhir akan menjadi keseimbangan di mana tidak ada tindakan apa pun yang terjadi karena sudah mencapai keseimbangan universal. Evolusi mengatakan sebaliknya. Evolusi mengatakan bahwa melalui proses kebetulan saja, hal-hal tidak berjalan menurun, melainkan semakin disempurnakan secara progresif. Itu adalah kontradiksi langsung dari hukum kedua termodinamika. Evolusi menghindari pertanyaan dari mana materi berasal. Satu-satunya cara bisa ada permulaan adalah dengan membuat sesuatu dari ketiadaan. Anda harus mulai dengan kehampaan dan berakhir dengan materi. Ketika anda membuat dari tidak ada apa-apa menjadi ada, anda melanggar setiap hukum fisika yang kita ketahui. Hukum pertama termodinamika, hukum kedua termodinamika, dan hukum sebab akibat.

PERTANYAAN: Mengapa anda tidak menerima evolusi, mengingat evolusi dipegang secara luas di kalangan ilmuwan saat ini?

DAMADIAN: Jawabannya saya adalah karena tidak ada bukti untuk itu. Bukti ilmiah yang diketahui bertentangan dengan itu.

PERTANYAAN: Apakah Anda tahu ada ilmuwan lain yang menolak evolusi?

DAMADIAN: Oh, banyak. Bahkan, kesan umum saya adalah bahwa di antara para ilmuwan di Amerika, penolakan terhadap evolusi berkembang sangat pesat. Saat ini ada sejumlah besar materi yang telah ditulis oleh para ilmuwan untuk menentang evolusi. Ada banyak buku teks yang ditulis oleh para ilmuwan yang menantang evolusi karena kurangnya bukti ilmiah. Salah satu kutipan favorit saya dalam konteks ini adalah dari Sir Fred Hoyle, astronom Inggris, yang mengatakan bahwa jika Anda dapat percaya bahwa tubuh manusia berasal dari bentuk kehidupan antik seperti jamur lendir seluruhnya secara kebetulan, anda seharusnya memiliki tidak ada masalah untuk percaya bahwa badai yang bertiup melalui tempat barang rongsokan akan menghasilkan jet penumpang 747.

PERTANYAAN: Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada orang-orang muda yang tumbuh di gereja hari ini?

DAMADIAN: Saya ingin mereka memahami bahwa tidak ada bukti ilmiah untuk evolusi, bahwa evolusi adalah fiksi ilmiah, dan bahwa sains yang sebenarnya adalah apa yang digambarkan oleh Kitab Kejadian. Kitab Kejadian adalah satu-satunya penjelasan tentang asal-usul yang konsisten dengan semua bukti ilmiah yang kita miliki.

PERTANYAAN: Apa yang anda anggap sebagai hal terpenting dalam hidup anda?

DAMADIAN: Keyakinan dan pemahaman bahwa Yesus adalah persis seperti yang Dia katakan, bahwa Yesus adalah Putra Allah, dan bahwa Dia mati dan disalibkan, dan bahwa Dia memang telah dibangkitkan. Dan dengan pemahaman itu tidak ada lagi yang bisa dikatakan, karena Yesus mengatakan diri-Nya sebagai Putra Allah. Dia ada di sana pada mulanya dan ada di sana pada asal-usul Penciptaan.

PERTANYAAN: Apa yang anda anggap sebagai buku terpenting dalam hidup Anda?

DAMADIAN: Buku yang paling penting bahkan tidak bisa diperdebatkan; itu adalah Alkitab. Sumber hikmat dan pengertian dari semua yang kita alami dan semua yang kita ketahui berasal dari Alkitab. Dan semakin anda mempelajarinya dan semakin banyak anda membacanya, semakin anda memajukan kebijaksanaan dan pemahaman anda yang mendasar bagi segala sesuatu yang anda lakukan, dan masa depan anda.

PERTANYAAN: Bagaimana anda bisa yakin masuk surga?

DAMADIAN: Dalam Yohanes 3:3, Yesus menegaskan hal ini. Yesus berkata bahwa kecuali seseorang dilahirkan kembali, dia tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga. Dan Yohanes 3:16, sebegitu besar Allah mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan PutraNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kematian David Yonggi Cho

Oleh: Dr. David Cloud (www.wayoflife.org)

David Yonggi Cho, gembala sidang emeritus dari Yoido Full Gospel Church di Seoul, meninggal pada tanggal 14 September pada usia 85. Cho, yang berafiliasi dengan Sidang Jemaat Allah, memiliki pengaruh yang luas sebagai gembala dari gereja yang sebelumnya disebut sebagai yang terbesar di dunia. Dia mengklaim bahwa dia menerima panggilan untuk berkhotbah langsung dari Yesus, yang konon menampakkan diri kepadanya berpakaian seperti seorang pemadam kebakaran (“Paul Yonggi Cho,” Dictionary of Pentecostal and Charismatic Movements). Dia mengkhotbahkan kemakmuran sebagai bagian dari “injil lima rangkap”— injil kelahiran kembali, injil kepenuhan Roh Kudus, injil kesembuhan ilahi, injil berkat, dan injil kedatangan. Cho menciptakan “Hukum Inkubasi” yang sesat. Dalam bukunya The Fourth Dimension dia menggambarkan langkah-langkah dari “hukum” ini – pertama, buat tujuan yang jelas; kedua, ciptakan gambaran mental yang persis mengenai tujuan tersebut; ketiga, menginkubasinya menjadi kenyataan dengan merenungkannya; terakhir, ucapkan itu menjadi ada. Cho mengakui bahwa dia mendapatkan sebagian pengajarannya dari sekte-sekte Buddhis. Pada tahun 2011, Cho dituduh oleh 29 penatua gereja menggelapkan US$20 juta. Pada Februari 2014, Cho dijatuhi hukuman tiga tahun penjara (ditangguhkan karena usianya) karena pelanggaran kepercayaan dan korupsi dan diperintahkan untuk membayar denda sebesar US$4,7 juta (The Gospel Herald, 21 Februari 2014). Dr. Peter Masters, gembala senior dari Metropolitan Tabernacle di London, Inggris, memperingatkan: “Apa yang telah membangun gereja terbesar di dunia? Jawabannya adalah, campuran penuh berhala antara pengajaran alkitabiah dengan teknik-teknik pikiran kafir. Tuhan kehilangan kedaulatan-Nya dalam urusan orang percaya, dan otoritas Kitab Suci digantikan oleh otoritas pesan langsung dari Tuhan dan produk imajinasi. Ini adalah jenis gereja yang telah menggerakkan gerombolan guru-guru Kristen yang mudah dipengaruhi di seluruh dunia untuk ikut-ikutan dalam nubuat penyembuhan. Kita perlu sangat berhati-hati di hari-hari ini” (The Healing Epidemic, “Occult Healing Builds World’s Largest Church,” edisi pertama, 1988).

Berikut adalah laporan kunjungan Dr. David Cloud ke gereja Cho Yonggi

Pada hari Minggu pagi, 19 Oktober 2003, saya menghadiri dua kebaktian di Yoido Full Gospel Church di Seoul, Korea. Ini adalah gereja terbesar di dunia, mengklaim lebih dari 850.000 anggota, dan digembalakan oleh David Yonggi Cho. (Pada awal 1990-an, Cho mengubah namanya dari Paul menjadi David. Dia mengklaim bahwa Tuhan memerintahkannya untuk melakukan ini.)

Continue reading

Posted in Gereja, Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Apakah Covid-19 Sedang Berevolusi?

Tidak, tetapi ia sedang berubah dengan cepat

oleh Robert Carter (Sumber: creation.com/is-covid-19-evolving)

Banyak orang bertanya kepada kami apakah mutasi-mutasi yang kita saksikan pada virus SARS-CoV-2 adalah bukti bahwa virus ini sedang berevolusi. Ini adalah pertanyaan yang fair, dan menjawabnya akan memungkinkan kami untuk menjelaskan perbedaan antara mutasi dan evolusi, sambil menjelaskan keseluruhan pandemi Covid-19 dalam konteks penciptaan. Kita sudah menjelaskan hal-hal yang serupa sebelumnya, tetapi penyakit yang baru ini membuat orang-orang baru menanyakan pertanyaan yang sama. Jadi, evolusi tidaklah benar untuk flu babi, tidaklah benar untuk kupu-kupu gelap, tidaklah benar untuk burung finch yang ditemukan Darwin, dan tidaklah benar untuk SARS-CoV-2. Jadi mengapakah para evolusionis masih saja berkoar menggunakan pandangan yang sudah kuno dan ketinggalan ini?

Berapa banyak perubahan yang bisa kita harapkan akan terjadi?

Untuk hal-hal seperti virus, yang mempunyai jumlah populasi sangat tinggi dan laju mutasi sangat tinggi, jika suatu perubahan spesifik mungkin terjadi, maka harus diperkirakan akan terjadi.

Dalam buku Michael Behe, The Edge of Evolution, dia menjelaskan berapa banyak ‘evolusi’ yang bisa kita harapkan akan kita temu dalam spesies manapun. Jika diberikan data ukuran genome yang spesifik, laju mutasi yang diketahui, dan jumlah populasi tertentu, maka kita bisa memperkirakan probabilitas terjadinya mutasi apapun selama kurun waktu tertentu. Satu contoh yang dia pakai adalah parasit malaria Plasmodium falciparum, dan berapa lama waktu diperlukan parasit ini mengembangkan resistensi terhadap obat anti-malaria. Banyak obat tidak bertahan lama sebelum menjadi tidak berguna lagi. Dalam setiap kasusnya, hanya satu mutasi yang dibutuhkan untuk mengalahkan obat tersebut. Tetapi dalam kasus Klorokuin, minimal dua mutasi dibutuhkan. Dapat diperkirakan bahwa hanya satu dalam 1020 (100 quintillion) P. Falciparum akan mempunyai mutasi yang dibutuhkan, dan akan ada sekitar 1021 dari parasit ini dalam 1 milyar orang yang terinfeksi. Jadi resistensi terhadap klorokuin telah muncul, tetapi jarang. Ini memang sudah dalam perkiraan kita. Perhitungan matematikanya memberitahu kita bahwa perubahan yang satu ini memang mungkin terjadi.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cina Lebih Memahami Video Game Dari Banyak Orang Tua Kristen

(Berita Mingguan GITS 4 September 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Negara Cina adalah negara totalitarian dan saat ini sangat memusuhi Allah, tetapi para komunis ini sepertinya lebih memahami bahaya video game dari banyak orang tua Kristen. Berikut ini disadur dari “China limiting kids’ online gaming,” The Washington Times 30 Agus. 2021: “Cina sekarang melarang anak-anak bermain game-game online dari hari Senin hingga Kamis dan hanya memperbolehkan mereka bermain tiga jam selama satu minggu karena kekhawatiran akan kecanduan, demikian menurut National Press and Publication Administration di Cina. Pembatasan baru tentang anak-anak yang bermain video game ini akan mulai berlaku hari Rabu dan akan memaksa perusahaan-perusahaan untuk membatasi akses anak-anak menjadi satu jam setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari-hari libur tertentu lainnya. Perusahaan-perusahaan ini akan diharuskan untuk menerapkan suatu sistem pendaftaran berdasarkan nama yang sebenarnya, yang menghubungkan satu akun ke seorang pengguna individu yang dapat dicek oleh para regulator Cina. Pemberitahuan dari National Press and Publication Administration Cina ini pada hari Senin mengatakan bahwa ‘masalah penggunaan berlebihan atau kecanduan game-game online oleh anak-anak di bawah umur’ telah melejit, menurut seubah laporan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Apple.”

Posted in Gaming, Keluarga, Pemuda/Remaja | Leave a comment

Orang-Orang Muslim di Uganda Membakar Gembala Sidang hingga Mati

(Berita Mingguan GITS 4 September 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Islamic Extremists Burn Pastor,” Morning Star News, 6 Juli 2021: “Para ekstrimis Islam di Uganda timur membakar rumah seorang gembala sidang pada hari Rabu (30 Juni), dan membakar dia sampai mati, demikian kata sumber-sumber. Tubuh dari Gembala Isima Kimbugwe terbakar hingga tidak dikenali setelah para penyerang menaruh api ke rumahnya di desa Buseta, Distrik Kibuku, sekitar pukul 10:30 p.m., kata orang-orang Kristen lokal. …Setelah meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen pada tahun 2017, Gembala Kimbugwe melarikan diri dari desa setelah orang-orang Muslim yang marah padanya karena ia memimpin lima orang Muslim kepada iman dalam Kristus, mengancam untuk membunuh dia, kata sumber. Dia bekerja untuk sebuah organisasi Kristen di Kampala sampai pandemi Covid-19 berakibat hilangnya dukungan sponsor yang menyebabkan organisasi itu ditutup, sehingga ia pulang lagi ke desanya. ‘Segera setelah tiba di rumahnya, orang-orang sekitar mengirim seorang anak lelaki berusia 14 tahun, yang adalah murid sebuah sekolah Islam di Kibuku,’ kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. ‘Dia menyapa gembala itu dengan Asalamu-alaikum. Gembala itu tidak menjawab seperti biasanya, tetapi mengatakan bahwa Yesus mengasihimu. Anak itu meludah ke tanah dan mengucapkan Allahu Akbar dan berlari.’ …. Saudaranya berkata, ‘Pada pukul 10:30 kami melihat kobaran api dan asap dari rumahnya. Ketika tiba di lokasi, rumah itu sudah sepenuhnya terbakar, dan di dekatnya ada jirigen minyak, dan nota catatan. Nota itu berbunyi, Permusuhanmu dengan Islam adalah sesuatu yang engkau tuai, sebuah idiom yang berarti bahwa ia telah memberikan mereka alasan yang sah untuk membakar dia dan rumahnya dalam pemahaman mereka.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Zaman yang Terseksualisasi

Oleh David Cloud, cuplikan dari buku Spiritual Safety in the Age of Facebook

Belum pernah ada zaman yang diseksualisasikan sedemikian rupa. Kerajaan-kerajaan kuno mempunyai patung-patung dewi yang telanjang dan pelacur-pelacur di kuil Aphrodite dan pesta seks Bacchus, tetapi mereka belum mempunyai percetakan berwarna, film, televisi, MTV, dan internet.

Sifat manusia yang sudah jatuh dalam dosa mempunyai selera yang tak terpuaskan untuk seks yang tidak benar. Empat karakter pertama dari kedagingan adalah “perzinahan, percabulan, kecemaran, hawa nafsu” (Gal. 5:19, lihat KJV), yang semuanya berhubungan dengan seksualitas yang tidak benar. Untuk sifat kedagingan yang sudah jatuh, “air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya” (Ams. 9:17). Selera dosa tidak bisa dipuaskan. “Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas” (Ams. 27:20). Inilah mengapa kebejatan bertambah ketika daging dipuaskan. Ini menjelaskan munculnya biseksualitas, homoseksualitas, sadomasokisme, pedofilia dan bestiality. Ini mengapa legalisasi prostitusi adalah ide yang buruk. Alkitab mengatakan bahwa “perempuan jalan . . . memperbanyak pengkhianat di antara manusia” (Ams. 23:27-28).

Amsal menggambarkan perempuan yang immoral (asing) pada abad 11 SM. Dia mengenakan pakaian sundal dan mempunyai mulut yang sangat licin (Ams. 7:10-21). Matanya dipermak (Ams. 6:25). Dia keluar “pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap,” menemukan seorang pemuda dan berkata “Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara” (Ams. 7:18).

Pada zaman Salomo, perempuan asing perlu beroperasi di dalam kegelapan untuk menemukan seorang laki-laki, dan seorang laki-laki harus berusaha mencari dia.

Hari ini, “perempuan asing” ini muncul di milyaran foto, film, video YouTube, dan siapapun bisa berkomunikasi dengan dia hanya dengan meng-klik mouse atau menyentuh layar. Dewi ini ada di mana-mana; perempuan asing ini ada di segala tempat!

 

Continue reading

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Arkeolog Menemukan Bukti Gempa Bumi dalam Alkitab

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Archaeologists Unearth,” The Times of Israel, 5 Agus. 2021: “Dalam ayat pertama dari kitab Amos, nabi dalam Alkitab dari abad ke-8 SM itu menyebut ‘dua tahun sebelum gempa bumi’ sebagai acuan waktu peristiwa-peristiwa yang akan ia ceritakan. Dua abad kemudian, nabi Zakharia sekali lagi mengacu kepada gempa bumi yang merusak ini, sedemikian dalamnya hal itu tertanam dalam psikis kolektif. Sekarang, untuk pertama kalinya, sebuah tim arkeolog dari Israel Antiquities Authority di Yerusalem, Kota Daud, melaporkan bahwa mereka telah menemukan bukti konkrit yang belum pernah ada sebelumnya mengenai gempa bumi pada abad 8 SM ini di ibukota kuno tersebut. Dalam sebuah paper riset yang akan diterbitkan, para arkeolog ini membeberkan, sebagai contoh, bahwa dalam salah satu struktur dari abad 8 SM, lapisan kehancuran tidak memperlihatkan tanda-tanda api, namun faktor-faktor lain memberi petunjuk bahwa bangunan itu mengalami kerusakan dalam suatu peristiwa yang tramatis, nampaknya suatu gempa bumi. ‘Ini paling jelas terlihat di lantai paling awal dari ruangan paling selatan,’ demikian tulis mereka. ‘Dalam ruangan ini, satu baris bejana-bejana yang remuk ditemukan pada tembok utara-nya, yang di atasnya telah ditemukan batu-batu yang berjatuhan. Nampaknya batu-batu ini adalah bagian atas dari tembok ruangan tersebut, yang runtuh, yang lalu menimpa bejana-bejana yang terletak menempel pada dinding tersebut.’ … Dr. Joe Uziel [co-director dari penggalian] memberitahu The Times of Israel bahwa walaupun timnya adalah yang pertama mengidentifikasi lapisan kehancuran ini, ketika me-review laporan penggalian-penggalian sebelumnya, mereka menyimpulkan bahwa area-area lain lereng timur dekat Mata Air Gihon tempat tim itu sedang menggali, juga menunjukkan kehancuran yang serupa.”

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Suatu Epidemi Misinformasi

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Istilah “epidemi misinformasi” dipakai oleh Peter Salk, putra dari Jonas Salk sang penemu vaksin polio, untuk menggambarkan gerakan anti-vaksin dalam sebuah wawancara tahun 2014 dengan The Atlantic. Wawancara tersebut mulai dengan fakta-fakta berikut: “Pada puncak [polio] tahun 1952, ada kurang lebih 60.000 kasus di seluruh Amerika; 3.000 menimbulkan kematian, dan 21.000 menyebabkan korban lumpuh. Lalu, pada tahun 1955, anak-anak Amerika mulai mendapatkan vaksin polio baru yang dikembangkan Jonas Salk. Sampai dengan awal 1960an, epidemi yang berulang-ulang itu sudah 97 persen hilang.” Ketika ditanya, “Apakah kamu ingat kapan kamu pertama mulai mendengar tentang penentangan besar-besaran terhadap vaksin?” Salk menjawab, “Saya tidak ingat persis kapan, tetapi pertama kali menjadi perhatian saya melalui beberapa orang teman. Saya membaca beberapa material yang mereka kirim kepada saya, dan sangatlah sulit bagi saya untuk mengikuti sebagian logika yang dipakai – terutama berkaitan dengan vaksin polio, yang saya ketahui dengan mendalam. Orang-orang mengklaim bahwa itu semua adalah mitos, bahwa hilangnya polio tidak ada hubungan dengan vaksin. Realitanya adalah bahwa pada tahun 1954 dulu, ada sebuah penelitian double-blind yang sangat besar, yang melibatkan 1,8 juta anak sekolah. Hasilnya sangat jelas: Kalau kamu mendapatkan vaksin polio, kamu terlindungi; jika kamu tidak mendapatkan vaksinnya, kamu tidak terlindungi. Ketika sudah ada data seperti itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa hilangnya polio itu adalah karena hal-hal lain. Yang sangat mengejutkan bagi saya – saya tidak tahu cara menyampaikan ini, tetapi sepertinya ada suatu epidemi misinformasi, dan kita harus memvaksinasi publik melawan misinformasi ini” (“The Anti-Vaccine Movement Is Forgetting the Polio Epidemic,” The Atlantic, 28 Okt. 2014).

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Mungkinkah Ini Hari Penobatan? Tergantung Theologi-mu

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2021, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Gembala Steve Rogers: “Seorang Pengkhotbah Pre-Trib yang kuat menggunakan lagu ‘Apakah Ini Hari Penobatan?’ untuk membuat poin mengenai nubuat. Lagu itu berbunyi ‘Yesus bisa datang hari ini, Hari bahagia! Hari bahagia! Dan aku akan melihat Sahabatku; Bahaya dan susah akan sirna jika Yesus datang hari ini. Hari bahagia! Hari bahagia! Apakah ini hari penobatan? Aku akan hidup untuk hari ini, dan tidak khawatir, Yesus, Tuhanku, segera akan kujumpai; Hari bahagia! Hari bahagia! Apakah ini hari penobatan?’ Untuk menekankan pion bahwa hanya pandangan pre-tribulasi yang konsisten dengan imminensi (bahwa bisa terjadi kapan saja), dia sangat senang untuk jika seorang berpandangan post-trib atau mid-trib/pre-wrath menyanyikan lagu ini, maka mereka hanya mengatakan, ‘Yesus tidak bisa datang hari ini, Hari yang sedih! Hari yang sedih! Dan aku tidak akan melihat Sahabatku; Bahaya dan susah tidak akan sirna karena Yesus tidak bisa datang hari ini. Hari yang sedih! Hari yang sedih! Hari ini bukan hari penobatan? Saya tidak akan hidup untuk hari ini, dan aku akan khawatir, sang Binatang dan Nabi Palsu akan segera kujumpai, hari yang sedih! Hari yang sedih! Hari ini bukan hari penobatan.’ Pandangan pre-tribulasi adalah satu-satunya pandangan yang dengan jujur dapat berkata bahwa Yesus dapat datang hari inii. Ini adalah pandangan pengangkatan/rapture yang alkitabiah!”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Pengharapan/Surga, Theologi | Leave a comment