Injili Konservatif

(Berita Mingguan GITS 25 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Mulai terjadi asosiasi yang semakin bertumbuh antara sebagian “fundamentalis” dengan “injili konservatif.” Central Baptist Seminary di Minnesota, Calvary Baptist Seminary di Lansdale, Pennsylvania, dan Northland International University (dulu Northland Baptist Bible College) semua baru-baru ini memuji “para injili konservatif” untuk “pembelaan mereka yang gigih terhadap Injil.” Northland mengundang Bruce Ware, seorang profesor Southern Baptist Seminary, untuk mengadakan sebuah seminar untuk gembala-gembala sidang. Calvary Baptist Seminary mengundang gembala sidang Southern Baptist Mark Dever sebagai pembicara dalam Konferensi Kepemimpinan Nasional mereka. Dan Kevin Bauder dari Central Baptist menggunakan blog dia tahun ini untuk memuji “injili konservatif” seperti pemimpin Southern Baptist Seminary Al Mohler. Yang tidak disebut-sebut sama sekali dalam semua ini adalah masalah separasi. Bauder mengklaim bahwa “para injili konservatif” bukanlah Injili Baru (New Evangelical) dan dia menggunakan definisnya sendiri akan Injili Baru untuk membuat pernyataannya benar (pendahulunya di Central, yaitu Richard Clearwaters dan Ernest Pickering, memperlihatkan hikmat yang lebih besar dalam memahami Injili Baru). Meskipun ada banyak aspek mengenai New Evangalical, prinsip intinya sejak lahirnya gerakan ini adalah “penolakan akan separasi.” Begitulah kata harold Ockenga. Itulah prinsip dasar dari Billy dan Franklin Graham. Dan berdasarkan definisi itu, setiap anggota Southern Baptist yang konservatif adalah seorang Injili Baru (New Evangelical). Ini nyata karena mereka toh masih tetap berada dalam denominasi Southern Baptist, yang adalah suatu organisasi tidak kudus dan mencakup Liberalisme, Kharismatikisme, Masonisme, penginjilan ekumene gaya Billy Graham, kritik tekstual modern, amillenialisme, filosofi rock ‘n roll, pengkhotbah-pengkhotbah wanita, kesesatan psikologi, mistikisme Katolik, dan banyak lagi kesalahan dan kesesatan lainnya. Denominasi Southern Baptist penuh dengan orang-orang yang memiliki filosofi tidak alkitabiah seperti Ed Young, Jr., dengan filosofi “jangan menghakimi”-nya yang mengecilkan doktrin dan hubungan eratnya dengan penyesat-penyesat seperti pengkhotbah-penyembuh Pantekosta, Brian Houston dari Sydney. Istri Brian adalah “co-pastor”; dia memberitakan Injil kemakmuran; ia berpikir bahwa bicara komat-kamit adalah “bahasa lidah”; dan pemimpin nyanyinya menjadi peserta dalam konferensi-konferensi Roma Katolik. Ed yang adalah seorang Southern Baptist konservatif, tidak bermasalah dengan semua yang di atas. Jika anda berpikir saya salah dalam hal ini, kirimkan saya satu buku atau khotbah dari seorang “injili konservatif” mengenai masalah separasi. Biasanya, satu-satunya hal yang mereka katakan tentang separasi adalah cercaan terhadap mereka yang mempraktekkan separasi. Mereka tidak mau dikekang oleh separasi. Mereka tidak punya hati untuk itu. Mereka mau kemah yang besar, tetapi Firman Allah tidak mengizinkannya. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Roma 16:17).

This entry was posted in New Evangelical (Injili), Separasi dari Dunia / Keduniawian and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *