Media Sosial Mangkok Pencampuran Iblis dan Cara Melawannya

Sumber: www.wayoflife.org

Media sosial adalah wadah percampuran setan untuk melemahkan umat Kristiani dalam prinsip-prinsip rohaninya. Facebook dan media sosial lainnya cenderung mencampuradukkan segalanya, yang suci dan yang tidak suci, yang kudus dan yang najis, yang rohani dan yang duniawi, yang benar dan yang tidak benar, yang lurus dan yang sesat, yang hikmah dan yang gila. Dengan cara ini, media sosial memberikan serangan langsung dan kuat serta terus-menerus terhadap kekudusan dan kemurnian alkitabiah. Perhatikan peringatan berikut yang kami terima dari teman-teman Kristen.

Kesaksian #1 – “Ketika seseorang meninggalkan gereja yang baik dan mulai hidup sesuai dengan dunia, banyak orang yang tetap berteman dengan mereka dan ‘menyukai’ segala sesuatu yang mereka lakukan. Mereka akan berjumpa hal-hal di Facebook yang ditentang oleh gereja mereka, seperti pakaian yang tidak sopan, musik rock, minuman keras, merokok, berdansa, berkencan, pernikahan yang salah. Mereka mendengar hal-hal ini ditentang dalam khotbah di gereja, namun mereka menyetujuinya di Facebook. Mereka tidak akan berpisah dari orang-orang yang menuju ke arah yang salah. Dari sudut pandang itu, saya yakin Facebook telah melakukan kerusakan besar terhadap gereja. Saya mempunyai teman-teman di gereja-gereja Baptis independen di seluruh dunia dan saya telah mengamati bahwa hal ini terjadi di mana-mana.”

Kesaksian #2 – “Sungguh menakjubkan bagi saya betapa banyak orang yang mengaku Kristen kurang memiliki kepekaan. Mereka akan ‘menyukai’ dan ‘membagikan’ postingan Facebook yang menampilkan doktrin-doktrin palsu, berbagai psiko-propaganda, pernyataan-pernyataan setengah kebenaran, serta meme-meme yang tidak senonoh. Musik Kristen kontemporer, Country, dan jenis musik lainnya yang tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak Tuhan sering kali disukai dan dibagikan.”

Kesaksian #3 – “Saya menemukan bahwa saya ‘berhubungan kembali’ dengan orang-orang yang Tuhan pisahkan dari saya. Tuhan telah memindahkan saya secara geografis dari suatu daerah di mana saya tidak perlu tinggal di dalamnya. Ketika saya diselamatkan Dia memindahkan saya dari hal-hal yang tidak sehat secara rohani dan jasmani bagi saya. Tuhan menyelamatkan saya dari kehidupan yang sangat jahat! Sebagai seorang Kristen, saya tidak punya urusan untuk berhubungan kembali dengan mereka. Setan membuatku percaya bahwa aku bisa menjadi saksi mereka. Itu tidak terjadi! Tidak ada penyelamatan apa pun karena saya ‘berhubungan kembali’ dengan siapa pun di Facebook.”

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon (Mat. 6:24). Perlindungan mendasar di era media sosial adalah dengan cara memegang kendali. Ini adalah tekad bahwa saya akan memiliki satu Tuan, dan Tuan itu adalah Yesus Kristus! Saya tidak akan membiarkan siapapun atau apapun mengambil tempat Kristus sebagai Tuan saya. Saya tidak akan menjadi budak handphone atau video game atau YouTube atau Facebook atau Twitter atau CNN/FoxNews atau Snapchat atau Instagram atau Tiktok. Saya tidak akan menjadi budak dari aliran “notifikasi” yang terus-menerus. Saya tidak akan menjadi boneka dari perusahaan yang tak berwajah dan bertujuan menghisap uang. Saya tidak akan dikendalikan oleh para social engineer. Saya tidak akan membiarkan waktuku terbuang habis untuk kesia-siaan dan hal-hal yang jahat. Hal ini membutuhkan melangkah mundur sedikit dan menganalisis kehidupan sendiri dan setiap aspek tentang bagaimana teknologi komunikasi mempengaruhi saya, dan melakukan introspeksi ini tidak hanya sekali saja, namun berulang kali, terus menerus. Hal ini perlu dilakukan oleh individu, keluarga, dan gereja.

This entry was posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *