{"id":1191,"date":"2012-03-17T10:14:02","date_gmt":"2012-03-17T03:14:02","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1191"},"modified":"2012-03-17T10:21:44","modified_gmt":"2012-03-17T03:21:44","slug":"1191","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/03\/1191\/","title":{"rendered":"Sepuluh Hukum Allah Menjadi \u201cJUST10\u201d (HANYA10)"},"content":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 17 Maret 2012, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<\/p>\n<p>Merefleksikan dengan sempurna situasi zaman ini, yaitu tidak adanya takut akan Allah bahkan di antara orang-orang yang mengaku Kristen, seorang pengkhotbah dan penulis yang terkenal dari Inggris, J. John, telah mengubah perintah-perintah negatif dalam Sepuluh Hukum menjadi suatu pendekatan positif yang diberi nama \u201cJust10\u201d (\u201cHundreds of Churches Using \u2018New\u2019 Ten Commandments,\u201d <em>Christian Post<\/em>, 9 Maret 2012). John, yang materi-nya dipakai oleh 600 gereja, mengubah perintah Allah \u201cJanganlah mencuri,\u201d menjadi \u201cJadilah makmur dengan hati nurani yang bersih;\u201d \u201cJanganlah berzinah\u201d menjadi \u201cJadikan hubungan-mu kebal perselingkuhan;\u201d \u201cHormatilah ayahmu dan ibumu\u201d menjadi \u201cJagalah damai dengan orang tuamu.\u201d Tujuannya, kita diberitahu, adalah untuk membuat Firman Allah \u201clebih pribadi\u201d dan menjadi sesuatu yang \u201cdapat menyentuh orang-orang hari ini.\u201d Dua prinsip utama filosofi Injili yang telah menyapu kekristenan setengah abad terakhir ini adalah untuk memberitakan yang positif saja, dengan tempo yang riang, dan mencoba membuat kekristenan \u201ckeren\u201d bagi generasi yang kecanduan \u201ckeren\u201d ini. J. John telah sangat sukses melanjutkan prinsip yang sangat salah ini, tetapi dia belum melampuai Kenneth Caine, yang pada tahun 1998 mempublikasikan \u201cAlkitab Positif\u201d dengan tujuan menghilangkan semua pernyataan \u201cnegatif\u201d dalam Kitab Suci. Hasilnya adalah Alkitab yang sangat tipis! Dalam Alkitab ada pernyataan positif dan ada pernyataan negatif, dan tugas pengkhotbah adalah menyatakan <em>semuanya<\/em>. Khotbah yang alkitabiah mengandung elemen peringatan dan peneguran yang kuat. Kita diperintahkan untuk \u201cnyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah\u201d (2 Tim. 4:2) dan \u201cnasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu\u201d (Tit. 2:15). Pengkhotbah harus memberitakan semua yang Kristus ajarkan (Mat. 28:20). Dia harus memberitakan seluruh maksud Allah (Kis. 20:27). Adalah \u201ckenegatifan\u201d dan \u201cketajaman\u201d Firman Allah yang Roh Allah pakai untuk menusuk hati manusia; adalah \u201cgalah rangsang\u201d itu yang Allah pakai untuk membawa manusia kepada pertobatan (Kis. 26:14). \u201c&#8230;teguran yang mendidik itu jalan kehidupan\u201d (Ams. 6:23). Hukum Allah <em>seharusnyalah<\/em> mengandung pernyataan-pernyataan yang negatif dan ditakuti! Mengingat peringatan Allah untuk tidak mengubah-ubah FirmanNya, lebih baik tangan saya terpotong dari pada melakukan apa yang telah J. John lakukan. \u201cRasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu\u201d (Rom. 3:18).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 17 Maret 2012, sumber: www.wayoflife.org) Merefleksikan dengan sempurna situasi zaman ini, yaitu tidak adanya takut akan Allah bahkan di antara orang-orang yang mengaku Kristen, seorang pengkhotbah dan penulis yang terkenal dari Inggris, J. John, telah mengubah perintah-perintah &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/03\/1191\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,182],"tags":[],"class_list":["post-1191","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesesatan-umum-dan-new-age","category-new-evangelical-injili"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1191"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1191\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1193,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1191\/revisions\/1193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}