{"id":1243,"date":"2012-05-05T09:43:08","date_gmt":"2012-05-05T02:43:08","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1243"},"modified":"2012-05-05T09:43:08","modified_gmt":"2012-05-05T02:43:08","slug":"pandangan-injili-yang-berubah-tentang-homoseksualitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/05\/pandangan-injili-yang-berubah-tentang-homoseksualitas\/","title":{"rendered":"Pandangan Injili yang Berubah Tentang Homoseksualitas"},"content":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 05 Mei 2012, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<\/p>\n<p>Ada suatu tendensi yang berkembang cepat di antara para penulis \u201cInjili\u201d untuk menerima orang-orang homoseksual yang belum bertobat sebagai orang-orang Kristen sejati, dan menolak untuk \u201cmenghakimi\u201d mereka. <strong>Chris Seay<\/strong>, penulis dari <em>Faith of My Fathers<\/em>, seorang gembala sidang Southern Baptist generasi ketiga, mengatakan bahwa gereja-gereja tidak dipanggil untuk menjadi \u201cpolisi moral\u201d dan bahwa kita perlu \u201cmendekati para homoseksual tanpa penghakiman\u201d (\u201cShayne Wheeler and Chris Seay on Homosexuals and the Church,\u201d ChurchRelevance.com, 19 Juni 2007). Kita bertanya-tanya bagaimana hal ini bisa dicocokkan dengan Efesus 5:11? <strong>Dan Kimball<\/strong> mengatakan, \u201c&#8230;kita tidak bisa lagi sekedar memuntahkan kembali apa yang telah diajarkan kepada kita tentang homoseksualitas\u201d (<em>They Like Jesus but Not the Church<\/em>, hal. 137-138). <strong>Donald McCullough<\/strong> mengatakan bahwa \u201cmenghakimi homoseksualitas terasa alami karena sekitar 95 persen dari kita tidak pernah dapat membayangkan melakukan hal-hal seperti itu,\u201d TETAPI \u201cdalam dunia yang dijungkirbalikkan oleh kasih karunia, kita harus tidak mempercayai apa yang terasa alami\u201d (<em>If Grace Is So Amazing, Why Don&#8217;t We Like It<\/em>, hal. 201, 202). <strong>Philip Yancey<\/strong> mengatakan, \u201cMengenai masalah-masalah kebijaksanaan, seperti menahbiskan pelayan-pelayan gay dan lesbian, saya bingung, seperti juga banyak orang\u201d (\u201cAmazed by Grace,\u201d majalah online <em>Whosoever<\/em>). <strong>Istri Tony Campolo, Peggy<\/strong>, \u201cberargumen bahwa pengajaran tradisional gereja tentang homoseksualitas adalah salah \u2013 sama seperti pengajaran tradisional gereja tentang peranan wanita, perbudakan, dan perceraian juga salah\u201d (\u201cStraight But Not Narrow,\u201d pidato kunci, Evangelicals Concerned, Western Region 1994). Peggy adalah pemimpin nasional dari Association of Welcoming and Affirming Baptists, yang mendorong jemaat-jemaat Baptis untuk menerima para homoseksual yang tidak bertobat sebagai anggota gereja. <strong>Brennan Manning<\/strong> mengidentifikasi \u201chomofobia\u201d sebagai \u201csalah satu isu moral yang paling serius yang mengesalkan di generasi ini\u201d (<em>Abba&#8217;s Child<\/em>). Bahkan ada Alkitab bagi gerakan pro-homoseksual. Contohnya, 1 Timotius 1:10, yang dalam Terjemahan Baru tertulis \u201cpemburit\u201d (editor: homoseksual), diubah menjadi \u201corang yang tidak bertanggung jawab&#8230;.yang tidak berhati-hati soal seks.\u201d Dosa manapun dapat diampuni, tetapi haruslah diakui, yang berarti saya harus setuju dengan Allah bahwa itu adalah dosa. Anggota jemaat di Korintus telah berpartisipasi dalam banyak bentuk immoralitas sebelum mereka datang kepada Kristus, termasuk homoseksualitas, tetapi mereka telah diubah oleh kasih karunia Allah dan kuasa pengudusan Roh Kudus dan Paulus berbicara mengenai homoseksualitas di masa lalu (1 Korintus 6:9-11).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 05 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org) Ada suatu tendensi yang berkembang cepat di antara para penulis \u201cInjili\u201d untuk menerima orang-orang homoseksual yang belum bertobat sebagai orang-orang Kristen sejati, dan menolak untuk \u201cmenghakimi\u201d mereka. Chris Seay, penulis dari Faith &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/05\/pandangan-injili-yang-berubah-tentang-homoseksualitas\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[182],"tags":[],"class_list":["post-1243","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-new-evangelical-injili"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1243"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1244,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1243\/revisions\/1244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}