{"id":1265,"date":"2012-05-26T10:26:56","date_gmt":"2012-05-26T03:26:56","guid":{"rendered":"http:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/?p=1265"},"modified":"2012-05-26T10:26:56","modified_gmt":"2012-05-26T03:26:56","slug":"menadahkan-tangan-yang-suci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/05\/menadahkan-tangan-yang-suci\/","title":{"rendered":"Menadahkan Tangan yang Suci"},"content":{"rendered":"<p align=\"JUSTIFY\">(Berita Mingguan GITS 26 Mei 2012, sumber: <a href=\"http:\/\/www.wayoflife.org\/\">www.wayoflife.org<\/a>)<\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">Alkitab berbicara mengenai menadahkan atau mengangkat (atau menaikkan) tangan yang suci kepada Tuhan (Maz. 28:2; 63:5; 119:48; 134:2; Rat. 2:19; 3:41; 1 Tim. 2:8; Ibr. 12:12), tetapi aktivitas Alkitabiah ini berbeda dari yang dipraktekkan hari ini oleh para penyembah kharismatik dan kontemporer. Tindakan Alkitabiah menaikkan (menadahkan) tangan adalah simbol dari iman dan pengudusan seseorang di hadapan Tuhan. Kita disuruh \u201cberdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan\u201d (1 Tim. 2:8). Menadahkan tangan dalam pengertian ini, saya berkata, \u201cTuhan, saya berdiri di hadapanmu dalam doa, mempercayai janji-janjiMu dan telah mengaku dosa-dosaku dan berjalan sesuai firmanMu.\u201d Di sisi lain, praktek pengangkatan tangan para penyembah kontemporer berhubungan dengan aspek pengalaman penyembahan kharismatik yang mistis. Mereka ingin merasa \u201cterhubung dengan Allah.\u201d Graham Kendrick, salah satu nama terbesar dalam penyembahan kontemporer, mengatakan, \u201cCara lama berkhotbah dan bernyanyi telah tergusur oleh suatu pengharapan bahwa \u2026 Allah akan melawat kita, dan kita akan MENGALAMI KEHADIRANNYA DALAM SUATU CARA YANG DAPAT DIRASAKAN\u201d (wawancara 11 Juni 2002 dengan Chris Davidson dari Integrity Music). Misi dari Integrity Music dan Integrity Worship Ministries adalah \u201cmembantu orang di seluruh dunia MENGALAMI HADIRAT ALLAH YANG NYATA\u201d (integritymusic.com). Para penyembah kontemporer menggunakan musik yang sensual untuk menghasilkan pengalaman ini. Dengan menyerahkan diri mereka kepada kuasa musik itu, dengan ritme-ritmenya yang sensual, pengulangan-pengulangannya, urutan harmoninya yang tidak selesai, dll., penyembah kontemporer dipengaruhi secara fisik dan emosional sambil dia terbawa oleh musik itu sendiri. Dalam konteks ini, pengangkatan tangan adalah simbol pengalaman \u201cterhubung\u201d (connect) dengan Allah dalam \u201csuatu cara yang dapat dirasakan.\u201d Tangan lebih mirip seperti antena rohani untuk menangkap atau berkoneksi dengan \u201croh.\u201d Ini adalah mistikisme buta dan tidak ada hubungannya dengan penyembahan sejati. \u201cSebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya\u201d (Ibr. 13:15).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Berita Mingguan GITS 26 Mei 2012, sumber: www.wayoflife.org) Alkitab berbicara mengenai menadahkan atau mengangkat (atau menaikkan) tangan yang suci kepada Tuhan (Maz. 28:2; 63:5; 119:48; 134:2; Rat. 2:19; 3:41; 1 Tim. 2:8; Ibr. 12:12), tetapi aktivitas Alkitabiah ini berbeda dari &hellip; <a href=\"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/2012\/05\/menadahkan-tangan-yang-suci\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":223,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,19],"tags":[],"class_list":["post-1265","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-general-umum","category-kharismatikpantekosta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/223"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1265"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1266,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1265\/revisions\/1266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/graphe-ministry.org\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}